Narkoba Sebagai Pelarian Jiwa-Jiwa yang Rawan

madanionline.org – Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya, yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan, baik yang timbul dari lingkungannya (dunia luar) maupun yang datang dari dalam dirinya (dunia dalam), sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas untuk individu itu. (Paham Kesehatan Jiwa).

Itulah mengapa ketika seseorang mengalami gangguan jiwa maka dia akan sangat kesulitan untuk berlaku fleksibel dan juga susah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Maka tak heran jika ia mengalami hendaya (impairment) dalam fungsi dan hubungan sosial, pekerjaan, atau belajar. Semua hal tersebut kemudian membuat ia menderita, cemas, dan depresi.

Mereka yang tertimpa oleh gangguan kepribadian apalagi berupa kepribadian antisosial akan mengalami risiko relatif (estimated relative risk) dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan kepribadian. (Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater).

Mereka yang memiliki kepribadian yang rawan (vulnerable personality) cenderung akan menjadikan narkoba zat tertentu sebagai pelarian. Orang yang telah kecanduan narkoba jenis miras/alkohol dan sedativa/hipnotika memiliki gangguan jiwa yang berbeda denga orang yang kecanduan narkoba jenis opiat (zat yang dapat menimbulkan halusinasi/khayalan tingkat tinggi).

Orang yang tidak mampu menyelesaikan konflik yang terjadi di dalam dirinya (coping mechanism) akan melarikan diri pada kecanduan miras/alkohol atau sedativa/hipnotika. Konflik dalam diri ini akan keluar menjelma menjadi perilaku yang agresif baik fisik atau seksual.

Orang yang tidak mampu mengatasi masalah dalam hidup yang tidak memiliki pemahaman utuh atas dirinya sendiri akan melarikan diri pada kecanduan narkoba jenis opiat. Keputusan yang salah ini akan melahirkan perilaku antisosial.

Orang yang berusaha mengatasi masalah hidup yang ia hadapi dengan cara memahami dirinya dan ingin mengembalikan harga dirinya dalam kehidupan masyarakat yang ia pandang penuh persaingan sekaligus syarat dengan kemunafikan akan melarikan diri pada kecanduan narkoba jenis halusinogen seperti ganja atau amphetamine.

Pemakai ganja atau amphetamine ini mengonsumsi narkoba tersebut dengan tujuan agar segala apa yang ia mimpikan seakan-akan berubah menjadi kenyataan (realita).

207 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +