Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Narkoba dan Keniscayaannya

Oleh : Yuki Andi Arpan, SS.

Narkoba singkatan dari Narkotika dan Obat-obatan Terlarang.

Sementara NAPZA singkatan dari Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif Lainnya. Kedua istilah di atas adalah istilah yang sama hanya saja NAPZA cakupannya lebih luas daripada Narkoba.

Kedua istilah itu digunakan untuk bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Sehingga akan berakibat buruk kepada orang yang secara terus-menerus menyalahgunakannya dalam jangka waktu lama.

Mengapa peredaran dan penyalahgunaannya semakin marak?

Hal itu disebabkan oleh beberapa hal di antaranya:

(1). Banyaknya Permintaan

Dalam hukum ekonomi dikenal istilah suplay and demand, semakin banyak permintaan akan semakin banyak barang yang disediakan. Dengan demikian semakin banyak peermintaan terhadap kebutuhan akan narkoba, akan semakin marak narkoba yang diselundupkan.

Mengapa banyak permintaan? Itu disebabkan karena efek narkoba itu sendiri yang akan menimbulkan ketagihan baik yang bersifat Depresan (morpin dan heroin serta turunannya), Stimulan (Kafein, Kokain, Amphetamin, dan lain-lain), Halusinogen (LSD, Ganja, dan lain-lain yang dengan efek tersebut, orang yang menyalahgunakannya akan merasakan tenang, bergairah, dan berhalusinasi. Atau bahasa istilah yang mereka gunakan Nge-fly.

(2). Ladang Bisnis Menggiurkan

Dengan banyaknya permintaan, narkoba akan menjadi ladang bisnis yang menjanjikan kekayaan. Bisnis barang haram ini seperti menjadi daya tarik bagi mereka yang dalam himpitan ekonomi atau mereka yang berambisi mengumpulkan kekayaan pribadi. Meskipun jerat hukuman berat menghantui bahkan hingga hukuman mati bagi bandar narkoba, tidak menyurutkan mereka.

(3). Gaya Hidup (Life Style)

Sebagian orang beranggapan bahwa narkoba sudah menjadi tren dan gaya hidup. Banyak yang merasa pergaulan di era millennial saat ini identik dengan narkoba dan hura-hura.

Belum dibilang gaul kalau belum mengkonsumsi Narkoba. Sehingga banyak yang terjerat oleh narkoba karena salah dalam menyikapi pergaulan mereka. Bahkan ada komunitas yang berusaha melegalkannya. Anggapan mereka, narkoba bukan sekedar kebutuhan, tapi gaya hidup (life style).

Dengan ketiga alasan di atas sudah cukup untuk kita mengatakan bahwa narkoba adalah sebuah keniscayaan. Bahkan hampir bisa dikatakan tidak mungkin bisa dihentikan.

Mengapa demikian? Itulah kehidupan. Manusia akan terus berputar di dalam masalah kebutuhan dan gaya hidup. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian orang atau bahkan sebagian besar orang, masih menjadikan narkoba sebagai kebutuhan dan gaya hidupnya.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Yang harus kita lakukan adalah menjaga, menjaga diri kita dan keluarga kita dari jerat narkoba. Mulailah dari lingkup terkecil yang ada di sekitar kita, yaitu keluarga. Karena jerat narkoba tak pandang bulu. Setelah keluarga kita anjurannya juga bisa menjaga lingkungan sekitar kita dari narkoba, karena itulah kebaikannya.

Ada nilai ibadah di dalam setiap langkah yang kita lakukan untuk menjaga agar tidak terjerat narkoba baik dengan melakukan edukasi bahaya narkoba, seminar, dan penyuluhan atau bahkan dengan membentuk satuan anti narkoba di lingkungan masyarakat. Karena dalam melakukannya kita sudah melakukan perintah Allah SWT. Hal ini sudah diingatkan di dalam Al-Quran 14 Abad yang lalu.

“Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At-Tahrim : 6)

Dengan kita menjaga diri, keluarga, dan lingkungan kita dari narkoba, itu artinya kita menjaga dari api neraka.

257 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +