Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

(Bagian 1)

Bagaimana awalnya Prof. menemukan metode terpadu BPSS dan apa sebenarnya metode tersebut?

Metode BPSS ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Setelah mendalami berbagai kajian, dimulai dari saya mendapat gelar doktor tahun `70 di Fakultas Kedokteran UI di bidang narkoba, saya tidak puas dengan metode saat itu.

Beberapa orang melakukan berbagai pengobatan macam. Saya melakukan banyak penelitian-penelitian dan terus-menerus. Akhirnya pada tahun `99, saya menemukan metode terpadu BPSS. Saya memberikan hak paten terhadap metode terpadu BPSS ini.

BPSS itu sebenarnya singkatan dari Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual. Dengan BPSS ini pasien kecanduan narkoba, gangguan jiwa, game online, pornografi, judi, dan semua bentuk kecanduan itu kita obati secara biologis, fisik, dan medis.

Dengan obat-obatan yang menggunakan ramuan tertentu, obat-obatnya tersedia, dan obat-obat golongan psikotik bisa mengobati gangguan yang terjadi akibat zat-zat narkoba, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Dalam otak itu terjadi berbagai perubahan fungsi dan transmisi akibat berbagai kecanduan. Nah obat ini membantu menormalkan kembali. Itu penjelasan terapi biologik.

Sedangkan terapi psikologik adalah dengan konseling. Dikonsultasikan sebabnya kenapa. Karena pergaulan atau karena stres. Karena frustasi dan segala macam. Di situ mekanisme dinamik dari psikologi diolah. Dicarikan solusinya.

Mungkin ada faktor keluarga. Iya kita perbaiki faktor keluarga. Dalam psikologik ini kita sertakan juga orang tua. Jadi orang tua, pasien, ustad pendamping (konselor), dan dokter ikut berpartisipasi aktif setiap 10 hari untuk berkonsultasi.

Selanjutnya terapi sosial. Kebanyakan orang-orang yang sakit jiwa, misalnya skizofrenia atau kecanduan alkohol, narkoba, game dan lainnya itu menyendiri. Kurang bergaul dan bersosialisasi.

Bahkan banyak kasus yang sudah sekolahnya tinggi dan hampir selesai malah ngedrop karena main game terus. Atau, kecanduan game. Judi juga. Sayang sekali sebagai tunas bangsa mengalami gangguan begitu.

Terapi sosial yang diberi berupa kegiatan-kegiatan yang lain dari yang lain. Artinya yang tidak pernah dilakukan oleh panti rehabilitasi lain terhadap pasiennya. Istilahnya santri kalau di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care.

Yaitu kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan sosial. Misalnya melakukan yang mudah-mudah saja. Futsal atau berenang bersama. Bayangan orang tentu,  “Wow Madani punya fasilitas kolam renang, futsal, dan lain-lain.”

(Waktu: 08 November 2017. Tempat: Kediaman Prof. Dadang Hawari. Pewawancara: Mohamad Istihori. Kameramen: Arif. Transkrip: Yuno. Editor: Mohamad Istihori)

252 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +