Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Menuju Armageddon

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Banyak asumsi mengatakan bahwa perang besar di akhir zaman, menjelang kiamat, adalah Perang Dunia III (Armageddon).

Nabi Muhammad SAW bersabda, kelak dunia dibagi dalam lima fase menjelang akhir zaman. Pembagian fase ini dimulai sejak agama Islam dideklarasikan hingga hari kiamat tiba.

Lima fase tersebut adalah: (1) Zaman Nabi Muhammad SAW. (2) Zaman sahabat Nabi. (3) Zaman kekuasaan yang zalim (Umayah, Abasiyah, Usmaniyah). (4) Zaman modern. (5) Zaman imam Mahdi (zaman kembalinya khilafah islamiyah). Saat sekarang dunia sedang berada dalam zaman modern menjelang akhir menuju zaman Al-Mahdi.

Penerbitan buku ini dipicu maraknya perang di Timteng yang melibatkan Negara-negara adikuasa AS (& Israel), NATO, Rusia, dan Negara-negara nonmuslim lainnya versus Negara-negara Islam seperti Suriah, Irak, Iran, Saudi Arabia, Mesir, Libya, Turki, Afganistan dan lainnya. Perang ini merupakan pembunuhan besar-besaran atas manusia.

ISIS memakai simbol Islam sebagai kamuflase ciptaan AS (dan Israel) yang bertujuan menaklukkan Islam dan memfitnah Islam sebagai teroris. Tujuan ISIS adalah mengacaukan dunia Islam dan mengalihkan perhatian dunia terhadap Palestina yang diduduki Israel atas dukungan AS, dan merupakan perang persiapan akhir zaman.

Sebenarnya PD III sudah di ambang pintu. Tinggal senjata rudal balistik berkepala nuklir diluncurkan, terjadilah kekacauan di dunia. Keadaan carut marut dunia ini merupakan tanda-tanda akhir zaman. Untuk mengatasi kekacaubalauan dunia ini Allah SWT mengirim Imam Mahdi sebagai pemimpin Islam dan diturunkan Nabi Isa a.s. dari langit untuk mengalahkan dan membunuh Dajjal yang tidak lain adalah AS (& Israel) dan sekutunya yang merupakan Dajjal modern.

Yang menarik, penulis buku ini menggambarkan Dajjal bukan sebagai sosok bermata satu yang sering dipahami selama ini, melainkan sebagai Negara AS, Israel, dan sekutu-sekutunya.

Peristiwa menara kembar WTC, menurut sebagian analisis, adalah rekayasa AS untuk memojokkan Islam dan memberi label teroris terhadap dunia Islam. Selanjutnya AS dan sekutunya menyerang Irak dengan tuduhan bahwa Saddam Husein terlibat dalam peristiwa WTC itu serta memiliki senjata pemusnah massal.

Tuduhan tersebut jelas tidak terbukti. Presiden AS saat itu, George Bush, ternyata mengidap penyakit kelainan jiwa (personality paranoid disorder). AS ingin menciptakan satu pemerintahan dunia di bawah kekuasaannya.

Maksud Imperialistik AS dan Yahudi
Dolar AS bukanlah sekadar alat pembayaran yang sah belaka, melainkan mengandung makna kerahasiaan berupa maksud imperialistik AS untuk membentuk Tata Dunia Baru, yaitu satu pemerintahan dunia di bawah kekuasan AS.

Dunia harus “tunduk” dan “menyembah” kepada dolar sebagai medium untuk mendapatkan karunia tuhan (setan) Lucifer. Mereka yang mendapat limpahan dolar akan mampu menjadi manusia unggul.

Mereka yang menguasai dolar, di bidang ekonomi adalah mereka yang menguasai dunia. Novus Ordo Seclorum disebut juga a New World Order. Kata One dalam one dolar AS merupakan singkatan ordo novus emperioum, artinya pemerintahan imperialis baru. Sejatinya, otak dari semua kekacauan tindakan AS adalah akibat pengaruh Loby Yahudi di AS. Setiap presiden AS harus tunduk pada loby Yahudi.

Meski Israel Negara kecil tetapi AS memberi bantuan militer terbesar dalam sejarah, yaitu 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp. 503 triliun. Dalam mempersiapkan PD III (akhir zaman), Dajjal modern (AS dan Israel) telah mempersiapkan perang dalam rangka cita-cita mereka membentuk Tata Dunia Baru.

Cikal bakal zionis Israel adalah Freemasonry yang merupakan organisasi rahasia Yahudi tertua, sangat berpengaruh, dan sangat berbahaya. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi.

Kita dapat melihat perbedaannya dengan kebebasan berpikir dan moral yang dipegang oleh umat Islam, yaitu mendudukkan keduanya di bawah keimanan kepada Allah SWT. Kebebasan berpikir dan bermoral (tanpa agama) akan berubah seiring perjalanan waktu.

Misalnya yang dulu tidak masuk akal kini menjadi masuk akal, yang dulu tidak bermoral kini dibolehkan, umpama busana perempuan yang makin bebas. Sedangkan kalau didasarkan atas keimanan, sudah ada aturan-aturan qoth’i yang tidak berubah sepanjang zaman.

Ciri-Ciri Kiamat
Al-Quran dan As-Sunnah menggambarkan ciri-ciri datangnya kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Ditemukannya tembok Ya’juj dan Ma’juj.
  2. Munculnya binatang melata di bumi.
  3. Maraknya pembangunan gedung-gedung pencakar langit.
  4. Pembunuhan di mana-mana.
  5. Perbuatan keji dan mesum merajalela.
  6. Aurat dibuka massal, keharaman menjadi model dan gaya.
  7. Munculnya 30 Dajjal Sang Pendusta.
  8. Laki-laki menyerupai wanita, demikian pula sebaliknya.
  9. Munculnya nabi-nabi palsu.
  10. Miras dan zina dilakukan secara terang-terangan.
  11. Surga jadi neraka dan sebaliknya.
  12. Penyakit menular yang mematikan.
  13. Gempa bumi di mana-mana.
  14. Turunnya Nabi Isa a.s.
  15. Wafatnya Nabi Muhammad SAW.
  16. Hujan dan banjir di mana-mana.
  17. Banyak pasar (modern) berdekatan.
  18. Banyak “ulama” muda yang cetek paham agamanya.
  19. Kemewahan/kesenangan dunia yang menipu.
  20. Munculnya api di tanah Hijaz.
  21. Matahari terbit dari Barat.
  22. Para pengikut Dajjal.
  23. Surutnya danau Tiberias.

Buku ini sangat menarik lantaran diperkaya dengan foto-foto dan gambar-gambar. Patut dibaca oleh umat Islam untuk mengintrospeksi diri dan memperkuat keimanan menghadapi datangnya Dajjal dan perang besar yang diperkirakan terjadi sebelum kiamat datang.

Judul : Fitnah dan Teror Perang Akhir Zaman : Antara Rekayasa dan Realita
Penulis : Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater
Penerbit : Mental Health Center Hawari & Associates
Isi : xxii + 162 hlm

*) Penulis adalah mantan dosen filsafat FKM-UI dan kini magang di Yayasan Madani

87 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +