Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Mengemas Madani Lebih Profesional dalam Berorganisasi

madanionline(dot)org – Obrolan mengalir demi inovasi Madani pada pagi ini, Senin, 10 Agustus 2020 mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB di Studio Madani. Saya hadir dalam sesi “Organizational Structure Madani Mental Health Care” bersama Fatih.

Dalam acara tersebut banyak ilmu dan pengetahuan baru yang bisa saya dapatkan. Dan, sangat disayangkan jika hal tersebut saya simpan sendiri tanpa berbagai dengan Sahabat Madani.

Beberapa poin yang bisa saya catatkan adalah antara lain mengenai perbedaan antara konselor dengan recovery associate (ra) yang ada di Madani?

Perbedaan mendasar yang bisa dipahami adalah konselor bertugas untuk menangani klien langsung sedangkan ra berhubungan langsung dengan klien namun ia tidak memiliki hubungan seintens konselor dengan Madani. Ra itu misalnya psikolog, psikiater, dan dokter.

Dalam agenda tersebut dibicarakan pula mengenai kode etik dan kontrak di Madani yang sangat menentukan posisi, kondisi, dan apresiasi seorang pengabdi di Madani.

“Mengapa disebut pengabdi Madani bukan pegawai Madani?”

Saya lebih pas dengan istilah pengabdi untuk mereka yang bekerja di Madani karena yang menjadi hal primer (utama) adalah bagaimana mengabdikan kemampuan yang dimiliki demi kemajuan Madani.

Meskipun di saat dan pada kondisi tertentu istilah pegawai juga tidak bisa tidak untuk diaplikasikan dalam rangka menjalankan berbagai kewajiban dan pekerjaan yang harus diagendakan dan diselesaikan di Madani.

Dalam slide yang disajikan, Fatih memberikan kolom “Title” dan “Role”. Setidaknya hal tersebut bermakna bahwa setiap posisi memiliki aturan main yang jelas. Semua dikonsepkan supaya Madani secara organisasi mampu berjalan lebih profesional.

Menurut Mbak Sinta (Sang Bendahara “Kita Semua”), “Intinya adalah apakah kita sepakat dengan kontrak kerja kita. Kita harus terlebih dahulu membaca dan memahami tugas dan kewajiban kita sendiri. Jika setuju silakan ditandatangani. Jika tidak, iya berarti kita tidak bersedia bergabung dengan Madani.”

Saat seorang pegawai melakukan kesalahan, hal tersebut tidaklah semata-mata karena kesalahannya. Namun, ada juga unsur kesalahan secara struktur. Maka dari itu sebuah evaluasi merupakan sebuah hal yang tidak boleh dikesampingkan dalam berorganisasi.

Saat Fatih menampilkan slide mengenai “Madani Foundation”, Bro Yudho bertanya, “Mengapa MTC (Madani Training Centre) tidak termasuk dalam struktur Madani Foundation?”

Fatih, “Karena MTC lebih berorientasi pada segi bisnis sedangkan pada struktur Madani Foundation yang diorientasikan adalah pada segi sosial Madani.”

Saya bertanya pada diri saya sendiri, “Semakin profesional dan semakin terstruktur sebuah organisasi itu akan semakin menyuburkan rasa memiliki atau malah justru mengebiri rasa memiliki para SDM dalam organisasi tersebut?

Jika menyuburkan sense of belonging, maka saya sangat sepakat dengan adanya usaha semakin memprofesionalkan dan merapihkan struktur Madani ini. Namun, jika malah mengebiri rasa memiliki, maka apa usaha kita untuk meminimalisir dampak negatif tersebut?”

Pertanyaan berikutnya, “Konselor profesional bersertifikat atau konselor tradisional yang lebih dekat secara emosional dengan klien?”

Tak terasa sudah pukul 12.00 WIB. Adzan sholat Dzhuhur pun sebentar lagi berkumandang. Sesi konsumsi pun dengan sigap membagikan makanan dan minuman ringan untuk para peserta. Mereka pun rehat dan satu per satu membubarkan diri. Kembali mengabdi sesuai dengan jadwal dan jobdesk masing-masing.

*Mohamad Istihori, Selasa, 11 Agustus 2020, 08.21 WIB.

219 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +