Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

(Bagian 5)

Bagaimana seandainya kita memiliki teman yang LGBT. Apa yang kita lakukan terhadapnya?

Banyak teman kantor atau teman pergaulan yang LGBT. Beberapa ada yang membawa temannya tersebut untuk berobat ke tempat saya. Ini hanya sebuah gambaran yang menunjukkan bahwa konsep HAM adalah tidak benar. Demokrasi tidak benar. Politik apa lagi segala macam.

LGBT adalah pure (murni) karena gangguan kejiwaan. Kemudian dianjurkan berobat. LGBT bisa diobati. Tentu berobat ini perlu waktu. Kadang-kadang suka nggak sabar. Dari segi agama, mereka sadar  bisa mengendalikan dorongan homoseksualnya. Sebenarnya laki-laki itu ada dua dorongan. Dorongan homoseksual dan dorongan heteroseksual.

Kesadaran ilmiah dan kesadaran agama inilah yang mampu menekan dan menetralisir dorongan LGBT. Bagaimana seseorang yang awalnya heteroseksual bisa berubah menjadi homoseksual?

Hal ini biasanya terjadi di berbagai penjara yang penghuninya seluruhnya laki-laki. Ada satu atau dua penghuni yang homo. Nah, inilah yang terkadang menularkan perilaku LGBT kepada para penghuni lainnya.

Apalagi penularnya adalah seseorang yang bertubuh kekar. Hukum rimba sering berlaku di penjara. Yang kuat dia yang mendapatkan apa yang ia inginkan. Namun saat keluar nanti ia dari penjara kemungkinan dapat menjadi manusia yang normal lagi.

Faktor sosial penyebab LGBT sangat banyak. Inilah mengapa seharusnya para tokoh agama harus banyak bicara. MUI sudah angkat bicara mengenai larangan LGBT berdasarkan al Quran.

Para pelaku LGBT yang tertangkap di Kelapa Gading dan di berbagai tempat lainnya harus didata untuk kemudian dibina. Panggil para pemuka agama. Bagi yang muslim, terangkan larangan LGBT dalam al Quran. Bagi yang nasrani, terangkan larangannya dalam Injil.

Tunjukkan pula berbagai bukti sejarah atau gambar mengenai Kaum Sodom atau Gomorah. Banyak orang yang mengaku ilmiah tapi suka masih LGBT juga. Aduuh susahnya. Silakan dicari organisasi mana yang memprotes LGBT pada waktu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Buku-buku mengenai “Konseling/Terapi LGBT” dan “LGBT Bertanya, Islam Menjawab” sudah banyak saya bagikan. Saya cetak masing-masing seribu. Semua habis saya bagikan secara gratis semua.

Itu usaha saya untuk memberi penyuluhan kepada para LGBT untuk kembali ke jalan yang benar. Kalau mereka dengan berbagai alasan membenarkan, iya silahkan. Silahkan masuk neraka nantinya. Nggak bisa masuk surga.

Sebetulnya kasihan saya melihat kaum LGBT. Mereka berbangga-bangga dengan apa yang mereka lakukan hari ini. Seperti di Texas atau Houston. Di Amerika kaum LGBT merayakan ulang tahun dengan berpesta pora. Yang heteroseksual, laki-laki pasangannya sama perempuan. Nah si LGBT salah satu laki-lakinya menyerupai perempuan. Pakai pakaian perempuan. berdandan kayak perempuan.

Gitu aja udah lain. Pada satu hari mereka pesta besar-besaran. Musiknya dang-deng-dong. Tiba-tiba terjadi peristiwa penembakan yang dilakukan seorang pemuda Afghanistan. 50 orang dilaporkan meninggal dalam peristiwa tersebut.

Negara Amerika itu memang paling ribut. Sampe sekarang mereka ribut terus. Nah negara LGBT itu di mana sebenarnya? Di Israel. Israel adalah negara nomor satu LGBT. Datanya ada. Itulah sejarah LGBT.

(Waktu: 2 November 2017. Tempat: Kediaman Prof. Dadang Hawari. Pewawancara: Mohamad Istihori. Kameramen: Arif. Transkrip: Yuno. Editor: Mohamad Istihori)

252 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +