Menangani Adik Ipar yang Menderita Gangguan Jiwa

Anda Bertanya, Madani Melayani

Pertanyaan dari HW, Bekasi:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Adik ipar saya seorang wanita berusia 25 tahun. Lahir dalam keadaan prematur. Prestasi di sekolah berada di bawah standar. Akhirnya, ia lulus dengan cara yang tidak biasa. Saat ia lulus SMK, karena tidak ada kegiatan dan hanya memiliki satu teman, ia hanya berada di rumah.

Hingga saat ini, perilakunya menunjukkan seperti orang yang tidak waras. Ada saat diajak bicara, tidak nyambung. Sering bicara sendiri, marah-marah tidak jelas, bertindak kasar, dan setiap malam, ia selalu mengompol.

Dia sudah pernah dirawat di RS Islam Kejiwaan Klender. Saat dalam perjalanan pulang, kondisinya normal meskipun bicaranya masih  ngaco atau ngawur. Namun sesampai di rumah, emosinya langsung meledak. Kondisinya pun kembali seperti sebelum dirawat di RSJ.

Hingga saat ini ia masih sering marah-marah tanpa alasan yang jelas. Ia juga kerap berperilaku kasar terhadap para tetangga dan kedua orang tuanya. Saya sebagai kakak iparnya sangat sedih melihat keluarga mertua saya seperti ini. Sudah tua cobaan kesabarannya sangat besar.

Ditambah lagi, kondisi keuangan semakin memburuk semenjak bapak mertua pensiun. Walaupun sekarang masih bekerja tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk berobat anaknya yang bisa dibilang setengah normal. Kadang normal namun kadang juga seperti orang kurang waras.

Bisakah Madani Mental Health Care membantu mengobati adik ipar saya? Berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk pengobatan dan penginapannya? Bapak mertua saya ingin D ini dipesantrenkan saja di sebuah pesantren yang mengobati masalah kejiwaan tapi jaraknya sangat jauh, yaitu di Ciamis. Hal itu membuat kami mengurungkan niat tersebut. Mohon pencerahannya.

Terima kasih

HW. Bekasi.

Madani Melayani:

Wa `alaikumussalam Wr. Wb.

Terima kasih telah bersillaturrahmi dengan kami.

Kami dapat merasakan apa yang Bapak HW alami. Insya Allah segala usaha dan do'a yang keluarga lakukan mendapat kebaikan dan limpahan Rahmat-Nya yang tak tak pernah berujung.

Apa yang Pak HW lakukan untuk membawa ke rumah sakit adalah  suatu hal yang benar. Kekambuhan terjadi apabila klien tidak meminum obat secara rutin atau dikarenakan faktor pemicu lainnya.

Kami sarankan agar klien diperiksa kembali ke rumah sakit. Dari cerita bapak jelas sekali bahwa adik ipar Bapak mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia. Pengobatan yang sudah Bapak jalani untuk D di RSJ memang sudah baik, tetapi kelemahan RSJ sering kali jarang memberikan edukasi pada keluarga terhadap gangguan ini. Sehingga sangat rentan untuk kambuh.

Program di Pusat Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care memang diperuntukkan bagi korban penyalahgunaan narkoba dan penderita skizofrenia. Saran saya edukasi terlebih dahulu dan satukan persepsi bahwa ini adalah penyakit syaraf yang dapat dipulihkan.

Memang gangguan skizofrenia ini butuh keterampilan dan kesabaran dalam menangani. Khususnya masalah minum vitamin obatnya tidak bisa langsung putus. Untuk masalah pengobatan di pesantren. Itu tergantung lembaganya.

Jika lembaganya ada relasi dengan dokter itu akan lebih baik. Tapi jika tidak memadukan dengan pengobatan medis kami sangat tida merekomendasikannya karena ini jelas masalah syaraf. Untuk selanjutnya silahkan bisa datang ke Madani Mental Health Care.

Namun untuk saat ini Madani belum mampu menampung pasien perempuan.  Alternatif lain, Bapak bisa membawa pasien ke RS. Marzuki Mahdi, ruang Srikandi di Jl. Cilendek Raya, Bogor. Di sana menerima layanan BPJS.

Demikianlah jawaban kami.

Terima kasih.

778 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +