Melembutkan Hati dan Ingat Mati

(Catatan 6, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Tak terasa hari ini adalah hari kedua Madani Outbond Pulau Seribu. Seperti budaya pagi di Madani, pukul 04.00 WIB para santri Madani sudah ada yang terbangun untuk bersiap-siap melaksanakan sholat Shubuh berjama’ah.

Usai Shubuh Ust. Jami (UJams) memberikan kuliah Shubuh. UJams menjelaskan perihal gelar al Musthofa yang disematkan kepada Rosulullah Muhammad Saw. “Nabi Muhammad merupakan makhluk pilihan. Beliau sudah dijamin masuk surga. Namun pun demikian, beliau tetap menunjukkan ungkapan rasa syukurnya kepada Allah SWT sepanjang hidupnya,” ujar UJams.

(Foto 17 : Kuliah Shubuh dari UJams)

Selain pandai bersyukur, Nabi Muhammad Saw juga senantiasa memanjatkan istighfar (permohonan ampun) atas dosa yang pernah dilakukan. Padahal beliau sudah dijamin oleh Allah SWT dengan sifat al Ma`shum (terjaga dari perbuatan dosa).

Lalu, bagaimana dengan kita? Kita yang tidak memiliki jaminan masuk surga dan juga tak memiliki jaminan perlindungan dari dosa akan sangat mengherankan jika kita masih memiliki rasa malas untuk bersyukur dan beristighfar.

Maka sekalipun Rosulullah sudah meninggal dunia namun sunah beliau harus tetap dilakukan oleh manusia zaman now. Beliau pula yang harus menjadi tokoh idola utama dalam kehidupan kita di dunia.

UJam juga bercerita mengenai kisah singkat sahabat Nabi yang bernama Umar bin Khottab. UJams mengajak para jama`ah Shubuh untuk juga melembutkan hati dan selalu ingat mati. Setelah Shubuh acara dilanjutkan dengan senam pagi bareng Sabam Dindin.

(Foto 18 : Sabam Dindin)

Sarapan menjadi sebuah hal yang amat dinantikan sebagian peserta. Perut yang kosong sedari bangun tidur membuat panitia tidak perlu terlalu repot untuk mengajak mereka mengantri di meja makan yang sudah disediakan.

Usai mandi pagi dan berkemas, para peserta bergegas menuju dermaga untuk menjalani agenda berikutnya yaitu wisata keliling pulau pada pukul 09.00 WIB. Perjalanan wisata keliling pulau dimulai dengan menempuh perjalanan menuju Pulau Semak Daun yang ditemani oleh ombak besar. Kondisi ini sontak membuat jantung semua penumpang kapal menjadi berdebar-debar.

(Mohamad Istihori)

93 Total Views 12 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +