Mau Kurus? Olahraga, Bukan Pake Narkoba!

Sabu-sabu adalah salah satu jenis narkoba jenis amphetamine (psikotropika golongan I) yang metode memakainya adalah dihirup dengan menggunakan alat khusus yang dikenal dengan istilah “bong”.

Banyak istilah yang digunakan untuk menyamarkan sabu-sabu seperti menyebut sabu-sabu dengan istilah coconut, crystal, gold river, ss mecin, atau ubas.

Benarkah sabu-sabu membuat kita kurus? Menurut dr. Aisyah Dahlan narkoba (sabu-sabu), tidak benar pengguna narkoba identik dengan badan yang kurus, lebih tepat adalah mereka mengalami penurunan berat badan.

Memang efek memakai sabu-sabu akan menimbulkan gejala psikologik berupa agitasi psikomotor. Hal inilah yang membuat pecandu narkoba jenis sabu-sabu berperilaku hiperaktif, tidak dapat diam, dan selalu ingin bergerak. Jika tubuh pecandu sabu-sabu diumpamakan seperti sebuah mesin, maka akan mengalami “aus” karena diporsir sedemikian rupa untuk dipekerjakan terus-menerus.

Banyak orang dari berbagai kalangan, dari artis sampai pejabat negara yang karena tuntutan profesi menggunakan sabu-sabu sebagai jalan pintas agar memiliki badan yang kurus. Padahal penurunan berat badan tersebut sangat bergantung pada sedikit-banyaknya sabu-sabu yang dikonsumsi. Setiap jalan pintas sering kali menagih ongkos yang sangat mahal kepada kita di kemudin hari.

Kenyataannya alih-alih memiliki badan kurus, pecandu sabu-sabu perlahan namun pasti justru membuat pecandunya tak bersemangat menjalani hidup, selalu curiga dengan orang lain, paranoid, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya akibat rusaknya berbagai sel penghantar saraf (neurotransmitter) pada otaknya.

Maka sekalipun pecandu sabu-sabu berhasil mendapatkan badan yang kurus, tapi segudang penyakit jasmani, rohani, psikis, dan lain sebagainya juga ikut mengikutinya. Akan sangat berbeda kurus yang sehat dengan kurus yang sakit.

Sangat tidak masuk akal kalau ada orang mau kurus tapi dia memakai sabu-sabu, kecuali ia kurang mendapatkan edukasi tentang bahaya narkoba dan lain sebagainya. Yang lebih masuk akal adalah jika kita mau kurus iya lakukanlah olah raga yang rutin. Tidak makan kecuali hanya ketika lapar dan segera berhenti makan sebelum merasa kenyang.

Bagi para pecandu sabu-sabu harus segera menjalani terapi rehabilitasi dengan metode yang memadukan unsur biologis/medis, psikologis, sosial, dan spiritual (BPSS). Jika tidak semua perilaku menyimpang akibat kecanduan sabu-sabu ini akan mengancam pecandu, pasangan hidup, keluarga besar, dan lingkungan sekitarnya.

(Mohamad Istihori, 20 April 2017)

543 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +