Materi yang Terlalu Teks Book

(Catatan 2, Presentasi Fun Teaching dari UKie di Studio Madani, Jakarta, 10 Oktober 2017)

madanionline.org – UsDar menyatakan bahwa dalam fun teaching, pemateri juga dituntut untuk dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai guru dan murid. Sehingga ia memiliki kemampuan untuk memberikan solusi yang tepat bagi kedua belah pihak.

“Kalau pemateri hanya bicara dapat dipastikan para peserta akan mengantuk. Beri contoh yang kira-kira melibatkan guru secara emosional. Misalnya kita berkata, ‘Ketika ibu dan bapak guru hendak keluar rumah, apakah kita juga berdoa untuk anak-anak murid?’

Mari kita berafirmasi semoga semua nasihat kebaikan yang kita sampaikan dapat diterima oleh seluruh murid kita terutama para murid yang kita anggap nakal dan suka melanggar peraturan di sekolah,” lanjut UsDar.

Sebagaimana juga yang dilakukan oleh Madani setiap kali selesai Berita Tindakan Pembinaan (BTP), selalu berdoa untuk keberhasilan pembinaan bagi seluruh klien Madani baik yang ada di transit maupun yang sudah berstatus sebagai alumni.

Sebaiknya dalam menjelaskan “mengenal diri” dilakukan secara urut. Dari atas ke bawah. Dari otak yang disimbolkan dengan kepada, hati yang disimbolkan dengan dada, dan nafsu yang disimbolkan dengan alat kelamin. Jangan ngacak atau tidak berurutan karena itu hanya akan membingungkan.

UsDar kembali meminta bantuan kepada Tagor agar dapat mengaitkan materi mengenai pembahasan nafsu yang dapat dikendalikan dengan hati dan akal. Dapat pula dihubungkan dengan amal ibadah seperti salat, afirmasi, dan banyak hal lagi yang dapat membuat materi fun teaching dari UKie menjadi lebih hidup dan menarik.

“Jangan sampai kita hanya bisa menunjukkan sebuah kekurangan tanpa kita sendiri memiliki solusi yang tepat atas kekurangan yang kita sebutkan tersebut,” kata UsDar.

Tagor menyatakan bahwa materi yang dipresentasikan UKie terlalu teks book. “Semestinya langsung diberikan contoh konkrit seperti, ‘Saya seorang guru harusnya seperti ini’. Jadi, yang kita terangkan harus benar-benar dirasakan dan dialami para guru dalam aktivitas mereka mengajar sehari-hari baik di dalam maupun di luar kelas,” tambah Tagor.

(Mohamad Istihori)

183 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +