Madani Outbond Sebagai Terapi Terpadu BPSS

(Catatan 2, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Pukul 11.30 WIB, Ust. Ade memimpin pembagian kamar bagi seluruh peserta. Acara makan siang menjadi agenda berikutnya. Para peserta berbaris dengan teratur untuk menikmati makan siang yang sudah disediakan.

(Foto 5 : Ust. Ade CH.)

“Menu laut” selalu menjadi menu utama tiap kali kami menjalankan program Madani Outbond di Pulau Pramuka, Kep. Seribu. Berbagai jenis ikan mendominasi hidangan di meja makan, sambel, sayur, dan kerupuk ikan.

Usai menikmati jamuan makan siang, para peserta bergegas untuk mempersiapkan diri melaksanakan Sholat Dzhuhur. Ada yang berwudhu di dalam kamar masing-masing dan ada juga yang mengambil wudhu langsung dari laut.

(Foto 6 : Persiapan Dzhuhur Berjama`ah)

Pukul 12.00 WIB, sholat Dzhuhur berjama’ah ditegakkan. Ust. Jami bertindak sebagi imam. Tak lama kemudian, pada pukul 12.30 WIB, 12.30 WIB, acara pembukaan Madani Outbond Pulau Seribu.

Ust. Harid menjadi pembawa acara. Ust. Rambe membuka acara dengan melantunkan Kalam Illahi beserta terjemahannya. Selanjutnya, UHarid memberikan kesempatan kepada beberapa pihak terkait untuk memberikan sambutan.

Sambutan pertama dari Ust. Rizal sebagai ketua panitia. Dalam sambutannya URizal menekankan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap acara yang disediakan oleh panitia.

(Foto7 : Ust. Rizal)

“Setiap kegiatan dalam Madani Outbond memiliki fungsi tersendiri yang mampu menunjang kesembuhan dan kelancaran proses pemulihan yang sedang teman-teman jalani di Madani,” ujar URizal.

“Dan, manfaatkan juga setiap momen di pulau ini sebagai sebuah kesempatan kita untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Selanjutnya, hanya Allah yang pantas untuk dipuji.

Manusia sama sekali tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengharapkan mendapatkan pujian. Semakin besar nafsu manusia untuk dipuji maka semakin nampak kekerdilannya di hadapan Allah SWT.

Program dalam Outbond kali ini juga didesain sedemikian rupa agar sekaligus menjadi terapi terpadu biologis, psikologis, sosial, dan spiritual bagi para pesertanya. Hal tersebut agar kita mampu kembali sekolah, kuliah, atau bekerja seperti sedia kala.”

(Mohamad Istihori)

132 Total Views 9 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +