Madani Menjenguk Prof. Dadang Hawari

(Catatan 1, Madani Menjenguk Prof. Dadang Hawari, 26 Juli 2017)

madanionline.org – Begitu mendengar kabar Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari dalam keadaan sakit segenap staf, karyawan, deputi, dan petinggi Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC) segera menjenguk beliau.

Rabu, 26 Juli 2017 beberapa perwakilan yang sudah diputuskan bersama pun berangkat menuju kediaman Prof. Dadang Hawari di Kompleks Tebet Mas Indah Blok E No. 5, Jl. Tebet Barat 1, RT. 14 / RW. 02, Tebet Barat, Tebet, Jakarta.

Prof. Dadang Hawari kini sudah berumur 77 tahun. Dengan umur yang sudah lebih dari setengah abad tersebut, beliau nampak tetap bersemangat untuk melayani para klien yang datang untuk berkonsultasi meski beliau tidak sedang dalam keadaan yang fit.

Setelah melayani beberapa klien untuk berkonsultasi, beliau mempersilahkan kami masuk. Biasanya Prof. Dadang Hawari memakai peci namun kali ini beliau lebih memilih “topi pelukis”.

Pertemuan Madani dengan Prof. Dadang Hawari, seperti biasa, selalu diselingi dengan ngobrol santai sambil membahas perkembangan Madani terkini dan obrolan mengenai beberapa kasus hangat yang tengah hangat di tengah masyarakat terutama berbagai kasus tentang miras, narkoba, dan gangguan jiwa.

Usdar menerangkan kepada Prof. Dadang Hawari bahwa Madani baru saja menyelesaikan program kemandirian di Madani Dua, Desa Sipak, Jasinga, Bogor. Ketua Yayasan Madani tersebut juga menjelaskan mengenai perubahan rencana letak Hawari Drugs Centre (HDC) yang kelak akan dibangun bersebelahan dengan Mushollah Madani Dua.

Prof. Dadang bercerita mengenai kondisinya terkini. Awalnya badan beliau terasa lemas dan rambut terasa sangat sensitif padahal beliau tidak pernah sekalipun memakai obat penumbuh rambut.

Beliau merasa pusing dan demam. Leher pun kini terasa sakit. Beliau memperkirakan hal tersebut akibat “salah bantal”. Ketika diperiksa terdapat bintik-bintik herpes yang membuat, “Kepala seperti dipukulin,” ujar Prof. Dadang Hawari.

Usdar berkata, “Prof. kan sering berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Barangkali saja di antara mereka ada yang membuat Prof jadi tertular kuman pembawa penyakit herpes tersebut.”

“Segenap staf, karyawan, dan petinggi Madani secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri senantiasa  berdoa dengan fadhilah surat al Fatihah demi kesembuhan Prof. Dadang Hawari,” ujar Usdar. (Istihori)

264 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +