“Madani Kaya dengan Program, Materi, Sekaligus Rekreasi”

Wawancara dengan Tim Psikologi Madani, Annisa Wulandari (Caca)

Annisa Wulandari (yang akrab disapa Caca) bersama beberapa rekannya dari Universitas Persada Indonesia (UPI) Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) beberapa waktu ini sedang melakukan penelitian di Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care, Jakarta.

Untuk mengetahui lebih jauh, reporter Madani Press, Mohamad Istihori berkesempatan mewawancarai Mbak Caca di Ruang Psikolog, Madani Mental Health Care, pada Selasa, 3 Oktober 2017. Berikut kutipan selengkapnya.

Apa latar belakang penelitian yang Mbak Caca dan teman-teman lakukan di Madani saat ini?

“Untuk saat ini saya dan teman-teman sedang melakukan penelitian terhadap para pengguna narkoba selama dua minggu. Satu klien kami observasi dua minggu. Kami juga meneliti latar belakang para klien seperti riwayat penggunaan narkoba, berapa lama mereka mengonsumsi narkoba, narkoba apa saja yang mereka gunakan. Kami meneliti juga bagaimana perkembangan mereka selama mengikuti program rehabilitasi di Madani”

Dari mana sajakah Mbak Caca mendapatkan data klien yang diteliti?

“Pertama kami mendapatkan data dari status klien. Kedua dari mentor/konselornya. Konselor inilah yang menjelaskan banyak hal tentang klien yang berada di bawah tanggung jawabnya. Ketiga dari klien yang kami dapat melalui wawancara langsung dan tes psikologi. Sejauh ini para klien cukup terbuka dalam menjalani wawancara dengan kami. Mereka bersedia bicara apa adanya mengenai latar belakang dan rencana mereka ke depannya.”

Annisa Wulandari (Caca)
Apa saja kendala yang Anda hadapi selama melakukan penelitian di Madani?

“Ada sedikit kendala ketika klien yang saya wawancarai mengeluh mengenai waktu wawancara. Pertama kali saya melakukan wawancara pada waktu malam hari dan klien merasa keberatan karena sudah cukup merasakan kelelahan karena dari pagi sampai malam menjalani berbagai program dan aktivitas di Madani.”

Diperuntukkan untuk apa penelitian ini?

“Penelitian ini diperuntukkan untuk majoring (peminatan). Jadi, kami ditugaskan untuk mengambil kasus untuk ujian peminatan tersebut. Nanti setelah majoring tersebut baru untuk tesis.”

Apakah sebelum di Madani Anda pernah juga melakukan penelitian?

“Kalau sebelum di Madani sih belum pernah.”

Menurut Anda apakah penanganan Madani terhadap para kliennya sudah berjalan sebagaimana mestinya?

“Menurut saya sudah tepat karena Madani banyak memiliki program. Jadi bukan hanya materi atau edukasi tapi dari segi sosial, agama, dan rekreasinya juga ada. Klien pun memiliki waktu tersendiri untuk melakukan konsultasi dengan mentor atau konselor mereka masing-masing. Semua itu pastinya akan sangat membantu para klien untuk menemukan jalan keluar atas permasalahan hidup yang sedang mereka hadapi.”

234 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +