Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Kitab Babon Sufisme

Oleh : Julizar Firmansyah, S. Sos., M. Hum.

Siapa yang tak kenal Aa Gym? Kiai yang dakwahnya menyejukkan hati itu sangat menggugah audiensnya untuk memiliki kalbu yang selamat. Tapi tahukah Anda, kitab apa yang menjadi rujukan beliau dalam berdakwah? Yang kerap dirujuk Aa adalah kitab tasawuf paling legendaris dan dipelajari di Indonesia sejak pesantren mulai muncul pertama kali, yaitu Al-Hikam. Penulisnya adalah Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari, imam sufi besar abad ke-13, ulama tarekat, ahli hadis, dan fukaha mazhab Maliki, yang lahir di kota Iskandariah, Mesir. Isinya dituliskan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah, bahkan menjelaskan kedua landasan utama Islam tersebut dalam masalah yang berkaitan dengan tauhid, etika, dan perilaku sehari-hari.

Dalam pengantar penerbit kitab ini K.H. Anis Maftukhin, Lc., menulis bahwa secara isi dan materi, kitab ini cukup berat untuk dicerna oleh nalar biasa. Apalagi kitab aslinya berbahasa Arab gundul, alias tidak berharkat sedikit pun. Kehadiran buku terjemahan Al-Hikam terbitan Turos Pustaka ini adalah dalam rangka memudahkan Anda membaca dan memahaminya.

Sebagai karya tulis, kitab ini sangat unik. Ditulis dalam bahasa meditasi dan gaya bahasa yang tiada tanding.

Sebuah sumber mengatakan, buku ini sebenarnya tidak ditulis langsung oleh Ibnu ‘Atha’illah, melainkan didiktekan kepada Taqiyuddin al-Subhi, seorang muridnya. Ini tipikal cara penulisan para ulama klasik.

Tak berlebihan bila dikatakan buku ini sebagai permata dalam mahkota sastra kaum sufi. Dengan kelebihan dimensi mistis kesusasteraannya, buku ini mampu menjelaskan secara sederhana dan lugas tentang cara hidup islami baik lahir maupun batin.

Buku ini juga memeroleh tanggapan dari kalangan psikolog. Sebut saja Prof. Dr. Achmad Mubarok, M.A., guru besar psikologi Islam UI. Ia mengakui bahwa kitab ini sangat memukau lantaran kedalaman makrifatnya sangat memikat dalam untaian mutiara kata yang memesona sehingga kitab ini sangat tenar. Bagi mutashawwif (penempuh sufisme) yang tangga-tangga maqamat-nya sudah mencapai wara’, maka akan mudah mengeluarkan air mata ketika membaca Al-Hikam. Sedangkan bagi yang maqam-nya sudah sampai mahabbah, maka ia hanya tersenyum-senyum saja membacanya.

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar tapi dilanda materialisme dan hedonisme, sufisme akan memiliki prospek cukup baik. Kitab ini secara potensial dapat menjadi pemantik spiritualisme untuk mereduksi, bahkan mengatasi, dua masalah kemanusiaan tersebut. Anda tertarik menggali kedalaman Al-Hikam?

Judul : Al-Hikam

Penulis : Ibnu Atha’illah as-Sakandari

Pensyarah : Syekh Abdullah asy-Syarqawi

Penerbit : Turos Pustaka, Jakarta

Isi : xxii + 506 hlm

72 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +