Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Kita Terus Melakukan Evaluasi dalam Upaya Meningkatkan Layanan dalam Pemulihan

Oleh : Harid Isnaini

Permasalahan penyalahgunaan NAZA di Indonesia mempunyai dimensi yang sangat luas dan kompleks, baik dari sudut medik, ekonomi, sosial, budaya, kriminalitas, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak permaslahan yang ditimbulkan sebagai dampak penyalahgunaan NAZA antara lain; merusak hubungan kekeluargaan, menurunkan kemampuan belajar, ketidakmampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, perubahan perilaku menjadi perilaku yang anti sosial, gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas kerja secara drastis, mempertinggi jumlah kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan tindak kekerasan lainnya, (Hawari, 2011).

Permasalahan penyalahgunaan NAZA juga tidak terbatas pada kalangan kelompok masyarakat yang mampu, tetapi juga kepada kalangan masyarakat ekonomi rendah, hal ini dapat terjadi di antaranya karena komoditi yang semakin memiliki banyak jenis dari yang harganya paling tinggi samapai paling rendah, selain itu pengguna NAZA juga tidak melihat dari segi usia, bukan hanya pada orang dewasa, pekerja, mahasiswa tetapi juga pelajar SMA juga SMP.

Melihat hal tersebut tentunya semua pihak harus bisa ikut serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAZA sehingga ke depan jumlahnya terus semakin berkurang. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAZA perlu dilakukan secara komprehensif dan multidimensional sehingga dapat menghilangkan pandangan bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap NAZA hanya masalah pemerintah saja, tetapi merupakan masalah bersama dan harus ditanggulangi bersama-sama.

Pencegahan, pemberantasan, dan pemulihan bagi korban bukanlah pekerjaan mudah dan cepat selesai, keseriusan pemerintah dan pihak masyarakat yang bergerak dalam bidang pemulihan sangatlah penting,  program rehabilitasi tentunya solusi bagi yang sudah terlanjur menggunakan dan ingin berhenti baik untuk pengguna dengan tingkat ketergantungan rendah maupun pengguna dengan tingkat ketergantungan tinggi.

Rehabilitasi sendiri bagi korban NAZA berarti memulihkan, mengembalikan pada keadaan sebelumnya, menurut Hawari (2012) rehabilitasi korban untuk penyalahgunaan NAZA merupakan upaya kesehatan yang dilakukan secara utuh dan terpadu melalui proses medis dan sosial agar pengguna NAZA yang menderita sindrom ketergantungan dapat mencapai kemampuan fungsional seoptimal mungkin, proses rehabilitasi yaitu dengan cara rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Selain untuk menghentikan penyalahgunaan NAZA menurut NIDA (National Institute on Drug Abuse, 2012) tujuan dari rehabilitasi ini adalah mengembalikan individu ke fungsinya dalam keluarga, tempat kerja, dan komunitasnya.

Sejauh ini rehabilitasi untuk pemulihan penyalahgunaan NAZA yang ada dilakukan oleh pemerintah juga lembaga masyarakat yang peduli pada korban penyalahgunaan NAZA tentunya dengan pendekatan yang digunakan sangat beragam, semuanya bertujuan agar korban pengguna NAZA bisa pulih dan mampu menjalankan kembali tugas individunya.

Ada beberapa jenis layanan yang diberikan oleh penyelenggara rehabilitasi, ada rawat inap ada rawat jalan. Rawat jalan biasanya bisa dilakukan jika kondisinya tidak memungkinkan untuk rawat inap dan masih dalam katagori penggunan zat yang rendah juga dengan dukungan sosial yang luas namun program ini bisanya akan lebih sedikit mengenai  pendidikan materi tentang NAZA. Sedangkan untuk kategori penggunaan zat yang sedang sampai dengan tinggi tentunya akan dirujuk pada rehabilitasi rawat inap, baik jangka pendek maupun jangka panjang, layanan ini tentunya dilakukan secara berkesinambungan dan secara komprehensif terdiri dari rehabilitasi medis dan sosial serta melibatkan tenaga profesional di bidangnya, meliputi terapi medis terapi psikososial, spiritual, dan rujukan spesialistik.

Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care adalah salah satu tempat yang bergerak di bidang pemulihan korban penyalahgunaan NAZA yang ada di Jakarta, tepatnya di Jalan Pancawarga III RT. 003/004 No. 34 Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta timur.  Tepat di bulan November ini Madani berulang tahun yang ke-20, tentunya dengan usia yang lumayan cukup Madani terus berusaha agar semakin lebih baik dalam memberikan layanan untuk pemulihan bagi klien yang mengikuti layanan.

Layanan-layanan yang diberikan terus dikembangkan dan dilakukan evaluasi demi menjadikan Madani yang terus lebih baik dalam memberikan layanan, seperti layanan konseling individu, layanan ini terus kita tingkatkan sebab kita sangat menyadari bahwa konseling individu memiliki peranan yang cukup besar dalam proses pemulihan juga sangat sangat penting bahkan dalam menentukan keberhasilan program pembinaan, sehingga dengan terlaksananya konseling individu yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan klien tentunya ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari program yang dijalani klien.

Dalam proses pemulihan salah satu tujuan konseling individu adalah agar klien memahami kondisi dirinya  sendiri, lingkungannya, permasalahan yang dialami, kekuatan, dan kelemahan  dirinya sehingga klien mampu mengatasinya, dengan kata lain, konseling  individu bertujuan untuk mengentaskan masalah yang dialami klien. Secara lebih khusus, tujuan layanan konseling individu merujuk kepada fungsi bimbingan dan konseling yaitu Pertama, merujuk kepada fungsi pemahaman, maka tujuan layanan konseling adalah agar klien memahami seluk beluk yang dialami secara mendalam dan komprehensif, positif, dan dinamis.

Kedua, merujuk kepada fungsi pengentasan, maka layanan konseling individu bertujuan untuk mengentaskan klien dari masalah yang dihadapinya. Ketiga, dilihat dari fungsi pengembangan dan pemeliharaan, tujuan layanan konseling individu adalah untuk mengembangkan potensi-potensi individu dan memlihara unsur-unsur positif yang ada pada diri klien.

Madani terus berbenah agar layanan-layan yang ada terus lebih baik efektif dan efisien, hambatan-hambatan yang dihadapi baik ekstrernal maupun internal terus dicarikan solusinya, sebab berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Michiko tentang pelayanan rehabilitasi Nadan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur terhadap penyalahgunaan NAZA bahwa hambatan yang dihadapi baik internal maupun eksternal sanagat memengaruhi tingkat keberhasilan rehabilitasi, (Michiko, 2016).

Evaluasi layanan konseling individu atau yang lain tentunya sangat penting kita selalu lakukan, di antaranya untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan layanan yang dilakukan serta kesulitan yang dihadapi baik oleh konselor ataupun oleh klien sehingga perbaikan serta pengembangan dalam layanan ini bisa terus dilakukan. Dengan adanya evaluasi  ini tentunya akan membantu dalam menentukan apakah program layanan yang diperlukan dan seberapa efektif mereka dalam mencapai tujuan perwatan yang diberikan.

Lebih lanjut berkaitan dengan konselor adikisi Astramuvich mengatakan bahwa sebagai profesi konseling adikisi terus berkembang, konselor akan semakin bergantung pada keterampilan evaluasi program untuk membantu menginformasikan praktik terbaik, mendorong  keterlibatan dan kolaborasi komunitas dan mengadvokasi klien mereka. Dalam iklim akuntabilitas saat ini, program evaluasi menjadi standar praktik dalam konseling. Oleh karena itu, pelatihan dan pengawasan konselor adiski harus secara teratur mengintegrasikan penggunaan keterampilan evaluasi program untuk membantu memajukan praktek professional mereka. Pada akhirnya, evaluasi program dapat membantu  konselor adiksi memastikan bahwa klien dari semua latar belakang dapat menerima layanan kecanduan paling efektif yang tersedia. (Astramuvich & Hokins, 2013).

Dengan semangat ulang tahun Madani yang ke-20 mari kita terus melakukan evaluasi tidak hanya dalam wilayah layanan untuk konseling individu, tetapi juga untuk layanan-layanan yang lain, konseling kelompok, BPSS Community, Games Therapy, Terapi Ekspresi, dan program-program yang lain yang mencakup Biologik, Psikologik, Sosial, juga Spiritual yang Madani berikan.

Dengan evaluasi yang baik tentunya usaha Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Heath Care dalam melaksanakan pencegahan bagi penyalahgunan NAZA baik melalui penyuluhan, bimbingan, pembinaan, dan konsultasi mengenai bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan NAZA dapat terlaksana semakin lebih baik dan berkembang. Dengan semangat ulang tahun Madani yang ke-20 mari kita terus meningkatkan kualitas layanan-layanan  yang diberikan sehingga proses membantu pemulihan terus semakin lebih baik.

Sumber Bacaan :

Astramovich, R.L., Hoskins, W.J. (2013).   Evaluating Addictions Counseling Programs: Promoting Best Practices, Accountability, and Advocacy. Journal of Addictions & Offender Counseling. doi:10.1002/j.21611874.2013.00019.x

Hawari, D. (2011). Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA. Depok: FKUI.

Hawari, D. (2012). Petunjuk Praktis Terapi (Detoksifikasi) Miras dan Narkoba (NAZA). Depok: FKUI.

Michiko, S. (2016). Pelayanan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Profinsi Jawa Timur Terhadap Penyalahguna Narkoba. J Fakultas Sosial Ilmu Politik, Jurnal Administrasi Publik, 93-104.

Mecer, D.E. & Woody, G.E. (1999) Individual Drug Counseling. National Institute on Drug Abuse (NIDA), Division of Clinical and Services Research.

Prayitno. (2004). Layanan Konseling Perorangan. Padang: Universitas Negeri Padang.

United National Office on Drugs and Crime, (2017) Evaluation Handbook Guidance for Designing, conducting and using independen evaluation at UNODC. Winna.

#Artikel Juara I Lomba Karya Tulis Milad Madani XX 2019.

312 Total Views 12 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +