Kegembiraan Tingkat Tinggi dalam FG Madani di South Lake, Bekasi

madanionline.org -Berkumpul merupakan sebuah acara yang begitu menggembirakan. Ditambah lagi jika berkumpulnya bersama orang-orang yang kita cintai. Bersama keluarga. Keluarga yang bukan hanya karena berdasarkan keturunan namun juga berdasarkan nilai-nilai perjuangan.

Plus lagi acara kumpul (gathering) tersebut diadakan di sebuah tempat yang sudah sejak awal dimodifikasi sedemikian rupa untuk menampung berbagai event-event kumpul bersama.

Kegembiraan bertingkat itulah yang begitu terasa dalam acara bertajuk Family Gathering (FG) Keluarga Besar Madani. Tahun ini, FG Madani digelar di South Lake, Mutiara Gading City, Bekasi pada Sabtu, 23 Juni 2018.

Sebagian besar peserta sudah berkumpul di aula pertemuan sebelum acara dimulai. Ada peserta yang membawa keluarganya dengan lengkap (suami, istri, dan anak-anak), ada juga suami yang membawa anaknya tanpa didampingi istri, dan beberapa pejuang Madani yang hidupnya masih belum dipertemukan Allah oleh jodoh mereka masing-masing.

Acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Ust. Harid bertindak sebagai pemandu acara. Tak lupa ia membangkitkan kekompakan para peserta untuk bersama meneriakan yel-yel FG Madani tahun ini, “Keluarga Madani!”

Para peserta menjawabnya dengan kompak, “Siap, Mantap, Bahagia!”

Di tengah usahanya untuk memeriahkan acara, Ust. Harid mencurahkan sebagian isi hatinya, “Tahun ini FG Madani digelar di Bekasi. Tahun kemarin di Ancol. Tahun kemarin lusa di Bandar Jakarta. Tahun ini saya masih sendiri. Tahun kemarin saya masih juga sendiri. Tahun kemarin lusa saya juga tetap jomblo. Semoga tahun depan saya hadir di FG Madani sudah punya gandengan…” ujar MC yang disambut tawa para peserta.

Ust. Samsuludin bertindak sebagai pembaca Kalam Illahi. Beliau memilih ayat, “Quu anfusakum wa ahlikum naaroo…” “Jagalah diri dan keluargamu dari siksa api neraka…” Ayat ini sekaligus menjadi harapan, FG Madani yang merupakan wadah berkumpulnya segenap keluarga besar Madani tentunya bukan hanya menjadi wadah senang-senang belaka namun dapat memberikan berbagai hikmah dan pelajaran penting bagi seluruh peserta untuk tetap memiliki kemampuan menjaga diri dan keluarga masing-masing dari siksaan api neraka.

Usai pembacaan Kalam Illahi, Ust. Rizal (yang tahun ini sudah tidak sendiri lagi…#eeeaaahhh) sebagai ketua panitia FG Madani memberikan sambutan. Ketua panitia berharap acara kali ini dapat berjalan tanpa ada suatu penghalang apapun. Dengan memanfaatkan momen Idul Fitri, Ust. Rizal juga menyampaikan permohonan maaf dari lahir sampai batin bagi seluruh peserta yang hadir hari ini.

“Acara FG Madani ini merupakan sebuah wadah kita untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan kita semua. Karena dengan silaturahmi ini akan memperpanjang umur kita dan memperluas limpahan rezeki kita. Momen ini juga merupakan sebuah kesempatan kita untuk dapat saling merangkul, memahami dan saling memaafkan antara kita semua.” ujar Ust. Rizal dalam sambutannya.

Sambutan dilanjutkan oleh Ust. Darmawan selaku ketua Yayasan Madani Mental Health Care. UsDar (demikian beliau akrab disapa) mengingatkan bahwa Enyak adalah The Founding Mother Madani. Tanpa peran dan jasa Enyak tidak akan pernah ada Madani di Jakarta ini.

Enyaklah yang terus memberi motivasi dan memerintahkan UsDar untuk merawat klien Madani pertama yang ketika itu belum ada Madani namun klien tersebut masih dirawat di rumah Enyak. Ketika UsDar mengajar dan meninggalkan rumah, Enyaklah yang menjaga dan merawat pasien Madani periode awal tersebut.

UsDar menerangkan bahwa FG Madani tahun ini adalah FG Madani kelima. Pertama digelar di Cibubur. Kedua di Happy Land. Ketiga di Bandar Jakarta. Keempat di Ancol. Dan, kelima, saat ini di Bekasi.

Pembawa acara juga memberikan waktu kepada salah satu istri pejuang Madani untuk memberikan kata sambutan mewaklili para istri pejuang Madani yang lain. Sebagai istri tentunya berharap Madani semakin maju sehingga berdampak juga bagi kesejahteraan rumah tangga para pejuang Madani.

Berbagai permainan yang dipandu Ust. Yuki dan Ust. Gyn, bagi anak-anak dan pasangan suami-istri (pasutri) pun digelar usai acara sambutan. Lomba bagi anak-anak antara lain lomba lari dan lomba dayung. Sedangkan bagi para pasutri disediakan lomba tebak kata dan lomba gendong istri.

Usai makan siang pengundian hadiah digelar. Berbagai hadiah disediakan oleh panitia. Perlengkapan rumah tangga mendominasi jenis hadiah undian tersebut. Hadiah utama berupa kulkas didapatkan oleh Kang Asep.

Langit Bekasi semakin beranjak menuju senja. Satu persatu para peserta kembali ke rumah mereka masing-masing. Namun beberapa peserta ada yang langsung kembali melanjutkan tugas dan perjuangan mereka di Madani.

“Sampai jumpa tahun depan. Semoga FG Madani tahun depan mengumpulkan kita di Pulau Dewata Bali,” ungkap pembawa acara yang diaminin seluruh peserta.

Foto-Foto

(Mohamad Istihori)

216 Total Views 6 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +