“Kalau Cerita Ini Tidak Dapat Dimengerti, Itu Bisa Dimengerti karena Saya Sendiri Tidak Mengerti”

(Catatan 11, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Matahari sudah menghilang dari pandangan. Gelap semakin pekat. Udara dingin semakin melekat. Malam ini merupakan malam terakhir Madani Adventure. Api unggun menemani malam kami.

18.40 WIB salat berjama’ah usai sudah yang kemudian dilanjutkan dengan makan malam. Acara berlanjut pada “Malam Kebersamaan dan Keakraban”. Beberapa panitia sudah bersiap memecah keheningan malam Gunung Papandayan. Kami menyanyikan lagu Mars Madani dan beberapa lagu lainnya dengan diiringi petikan gitar dari Bro Yudho.

32 Panitia bernyanyi bersama
(Foto 32: Panitia bernyanyi bersama)

Malam ini juga terdapat perlombaan antar para kelompok. Setiap kelompok dipersiapkan waktu untuk menampilkan karya seni dan daya kreasi mereka masing-masing. Kelompok Angin mendapatkan kesempatan pertama untuk tampil.

Setelah menampilkan yel-yel berupa beragam bentuk perilaku angin, mereka langsung menampilkan sebuah lagu milik sebuah band lokal. Tidak hafal lagu tak mengapa. Tak menguasai kunci gitarnya juga tidak menjadi masalah. Semua malah membuat penonton tertawa dan bergembira.

33 Penampilan Tim Angin
(Foto 33: Penampilan Tim Angin)

Lagu kedua dari kelompok angin diperuntukkan bagi Ibu Latri Mumpuni yang kebetulan sedang merayakan hari lahirnya. Lagunya pun masih berasal dari band lokal yang menggambarkan bahwa bukan karena pelit atau tidak mau ngemodal dikit, hanya doa setulus hati yang bisa kami beri untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup Ibu Latri.

Kelompok Jangkrik mendapat giliran kedua untuk tampil. Yel-yel mereka tampilkan. Berlanjut pada penampilan seni yang mengajak kami semua untuk bergoyang dumang bersama.

34 Penampilan Tim Jangkrik
(Foto 34: Penampilan Tim Jangkrik)

Penampilan ketiga adalah kelompok macan. Yel-yelnya adalah dengan memberikan auman. Mereka tampil dengan memberikan teka-teki dan cerita kepada kami semua. Usai menampilkan teka-teki dan sebuah kisah mengenai seekor macan, kelompok macan kemudian menampilkan sebuah lagu berbahasa asing.

35 Penampilan Tim Macan
(Foto 35: Penampilan Tim Macan)

Tim air tampil pada kesempatan keempat. Usai memberikan sebuah yel-yel khas kelompoknya, Tim Air langsung melantunkan lagu “Kemesraan” yang langsung direspon para penonton. Kami pun bernyanyi bersama.

36 Penampilan Tim Air
(Foto 36: Penampilan Tim Air)

Giliran kelima diberikan kepada Tim Edelweiss. Sebagaimana Tim lain, Tim Edelweiss pun mempersembahkan sebuah yel-yel khas yang mereka kreasi sendiri. Jika tim pertama sampai keempat lebih memilih menampilkan kreasi seni musik, Tim Edelweiss memilih kreasi seni drama bagi para pemirsa.

37 Penampilan Tim Edelweiss
(Foto 37: Penampilan Tim Edelweiss)

Dalam drama yang mereka sampaikan menceritakan sebuah keluarga yang memiliki anak kecanduan minuman keras (miras) dan anak yang lainnya kecanduan game online. “Kalau cerita ini tidak dapat dimengerti, itu bisa dimengerti karena saya sendiri tidak mengerti,” ujar salah satu anggota Tim Edelweiss.

(Mohamad Istihori)

393 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +