Kakak Semplur Ngelantur

madanionline.org – Terjadi kehebohan pagi ini di kediaman Semplur. Para tetangga yang sedang siap-siap berangkat kerja menyempatkan diri untuk melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.

 

“Wah kakak Semplur kesurupan,” ujar Bongkar.

 

“Segera lu jemput Mbah Dani sono, Plur,” usul Peang.

 

Semplur segera ngacir ke rumah Mbah Dani. Setelah salam dan dipersilahkan masuk, Semplur menceritakan peristiwa “kesurupan” kakaknya, “Mbah kakak saya ‘kesurupan’ dari malam Jum`at kemarin. Awalnya kena di tempat kerjanya. Jum`at dan Sabtu sempat normal.

 

Ahad malam kambuh lagi. Apakah benar yang dialami kakak saya itu kesurupan atau hanya pikirannya aja yang sedang kacau iya, Mbah? Padahal sudah dibaca-bacain ayat Kursi tapi kagak mempan. Atau, memang harus ada penanganan khusus, Mbah?”

 

Belum sempat Mbah Dani menjawab, Semplur menyambung curhatnya, “Saya sempat mengajak ngobrol, ‘dia’ bilang sayang sama kakak saya. ‘Dia’ mau bawa kakak saya. Mohon Mbah berkenan memberikan pencerahan, apa solusi terbaik bagi saya untuk menghadapi semua ini?”

 

Mbah Dani, “Gampang ane tabok sembuh tuh, Plur. Hehehe…” Belum sempat Semplur mengungkapkan keheranannya, Mbah Dani melanjutkan jawabannya, “Kakak lu barangkali sedang pikiran kosong, capek, dan banyak beban, Plur. Jadi kayak orang kesurupan.”

 

Semplur, “Terus bagaimana untuk bedain kesurupan dengan pikiran kosong, capek, dan banyak beban, Mbah? Apakah ada Mbah, indikasi-indikasi yang dapat kita lihat ?”

 

Mbah Dani, “Panjang Plur kalo dijelasin. Kakak lu cewek atau cowok?”

 

Semplur, “Cewek, Mbah.”

 

Mbah Dani, “Lagi mens kali, kecapean, dan banyak masalah.”

 

Semplur, “Iya kemarin dia masih mens.”

 

Mbah Dani, “Ya itu. Kalo perempuan memang seperti itu. Atau, mungkin juga dia diputusin cowoknya. Coba lu buka akun FB atau Twitter-nya.  Pelajari bagaimana statusnya.”

 

Semplur, “Nggak tahu, Mbah. Saya kurang diskusi sama kakak saya.”

 

Mbah Dani, “Lu lacak aja via medsos-nya atau teman-teman dekatnya.”

 

Semplur, “Akun FB-nya belum ketemu, instagramnya juga hilang tiba-tiba, Mbah.”

 

Mbah Dani, “Nah itu. Coba lu cari lagi.”

 

Semplur, “Ok saya lacak, Mbah.”

 

Semplur pamit pulang. Ia kembali ke rumah setelah menemukan beberapa wejangan dari Mbah Dani. Sesampai di rumah ia lihat kakaknya sedang tidur. Semplur terus ingat pesan Mbah Dani sebelum ia pulang, “Ambil wudhu, sholat, dan dzikir. Minta sama Allah untuk kesehatan dan kesembuhan kakak ente.”

 

(Mohamad Istihori)

 

126 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +