“Jangan Sampai Terjatuh pada Lubang yang Sama Bernama Narkoba”

(Catatan 5, Kunjungan Dr. Erna Setiyaningrum, SST, M.M,. M.A,. M.Pd.K. Ke Madani, 28 September 2017) – Selesai

madanionline.org – Bunda Erna, Mbak Maya, dan Mbak Ulfi sudah sedikit memperkenalkan diri mereka masing-masing. Para pasien Madani kini yang mendapatkan giliran untuk memperkenalkan diri. Menyebutkan nama, diagnosa, dan asal mereka.

Beberapa guyonan muncul secara spontan dari para pasien. Mereka berujar, “Saya siap nikah” atau “Saya masih single” otomatis terlontar dari para pasien yang disambut dengan gelak tawa kami semua.

Salah seorang pasien korban penyalahgunaan dan adiksi yang sudah mencoba seluruh jenis narkoba kecuali yang disuntik mengungkapkan dengan bangga, “Saya sudah sebulan mampu hidup tanpa narkoba,” yang disambut dengan tepuk tangan para sahabatnya sesama pasien Madani.

Foto 10
Mendengar perkenalan dari para pasien Madani kita akan mengetahui bahwa mereka berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Bekasi, Bogor, Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Purwakarta, Sukabumi, Lombok, Pontianak, Bandung, dan daerah lainnya di Indonesia.

Para pasien Madani juga memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Ada yang saat ini sedang menempuh kuliah di Jurusan Pertambangan, ada yang baru saja diwisuda, ada yang setelah menyelesaikan program di Madani baru akan melanjutkan kuliah, ada pelajar SMA, dan ada juga beberapa pasien yang pernah menjalani pendidikan di luar negeri.

Seorang pasien menjelaskan bahwa selain ia korban penyalahgunaan dan kecanduan narkoba, ia juga pernah mengalami waham keagamaan. “Sebelum ke Madani, saya pernah menganggap bahwa diri saya ini adalah Imam Mahdi.”

Yang lain lagi masih nampak belum terlalu fokus untuk memperkenalkan dirinya sendiri. Dengan ujaran yang tidak menyambung dengan topik pembicaraan ia berujar, “Mohon maaf saya belum bisa fokus karena masih sibuk investasi dunia dan akhirat.” Dan, teman-temannya yang lain pun spontan tertawa mendengar ucapannya.

Ust. Yanto sebagai salah satu konselor juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri. Papa Yanto (demikian beliau biasa disapa) berasal dari daerah yang tidak jauh dari daerah asal Mbak Maya dan Mbak Ulfi yaitu dari daerah Flores.

Foto 11: Papa Yanto
Bersama rombongan Bunda Erna ikut pula seorang konselor dari salah satu panti rehabilitasi di Bandung bernama Alex. Ia memberikan motivasi kepada seluruh pasien Madani terutama pasien korban narkoba untuk terus menjaga diri agar tetap clean dari narkoba.

“Dengan semangat dan spirit yang terus dijaga, jangan sampai kita terjatuh pada lubang yang sama bernama narkoba. Narkoba hanya akan membuat kita menjadi gembel selama-lamanya. Yang paling penting saat ini adalah diri kita bersih dari narkoba agar otak kita kembali waras.

Foto 12: Alex
Supaya kita bisa kembali menata masa depan kita. Gapailah sesuatu yang memang pasti akan kita raih sesuai dengan kapasitas diri kita. Memang saat ini kita barangkali harus membangun kembali hidup kita dari nol. Tapi apa boleh buat. Memang itulah jatah hidup kita,” ujar Alex.

(Mohamad Istihori)

294 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +