Indonesia dalam Gempuran Narkoba dari Cina

Oleh: Mohamad Istihori

Sejak tahun 70-an Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa negara kita dalam keadaan darurat narkoba. Sekitar 47 tahun kemudian ternyata Pemerintah tidak mengubah status perkembangan narkoba di Indonesia, status keadaannya masih saja sama yaitu Indonesia darurat narkoba.

Padahal narkoba semakin menggempur kita dari segala penjuru nusantara. Terutama kini narkoba yang berasal dari Cina. Jumlah yang masuk bukan lagi dalam ukuran kg namun sudah dalam ukuran ton.

Ada apa gerangan dengan negara kita kini? Kita berkomitmen sebagai sebuah bangsa untuk berperang melawan narkoba. Kenyataannya melihat perkembangan kasus narkoba di berbagai media massa justru narkoba lah yang saat ini sedang memerangi Indonesia.

Ibarat sebuah rumah, kita dibuat saling bertengkar dengan sesama anggota keluarga kita sendiri. Dan, saat pertengkaran yang dibuat-buat itu terjadilah kemudian banyak tetangga kita yang masuk menyusup untuk mencuri berbagai barang berharga yang ada di dalam rumah kita tersebut.

Berbagai peristiwa pertengkaran sesama saudara sebangsa terus terjadi akhir-akhir ini. Semua tentunya sangat menguras energi dan pemikiran kita. Sudah saatnya kita mengakhiri ini semua.

Ada masalah yang lebih serius yang harus kita selesaikan secara bersama-sama. Masalah itu adalah narkoba. “Senjata bio kimia” yang dikirim para pihak yang hendak merampok dan menguras kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini.

Berton-ton narkoba masuk ke dalam negeri. Tapi tidak ada satu negara pemasok narkoba tersebut yang berani kita peringati. Sedangkan ketika ada beberaga gram narkoba masuk dari Indonesia ke Australia, mereka langsung mengklaim bahwa kita tidak becus dalam menangani masalah narkoba ini.

Narkoba dapat menjadi salah satu senjata proxy war dari negara lain untuk menghancurkan Indonesia. Demikian penjelasan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso atau yang biasa disapa Buwas.

Jika generasi kita sudah menggantungkan hidupnya pada narkoba. Maka hancurlah negara kesatuan ini. Jangan harap akan ada penjaga kesatuan republik Indonesia jika para penghuninya mengalami kecanduan narkoba.

Akibat narkoba akal sehat manusia akan hilang. Indonesia akan dipimpin oleh zombie (mayat hidup). Ini merupakan kehancuran di atas kehancuran.

Jika kita tidak waspada dengan serangan narkoba maka kita malah akan berbangga dengan pengungkapan penyuludupan 1 ton narkoba dari Cina ke Indonesia. Itu ibarat kesebelasan timnas kita berbangga sudah dijebol 10 gol oleh tim lawan.

(Jakarta, 15 Juli 2017)

489 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +