“HTI Dibubarkan, LGBT Dibiarkan, Yakin Ini Kebebasan?”

(Bagian 4)

Kemudian apakah Prof. melihat ada kesungguhan dari pemerintah dalam menangani berbagai kasus tersebut?

Terus terang saja kalau saya bilang tidak ada kesungguhan. Ini kritik. Buktinya ada cukup banyak. Pemerintah masih mikirin ini dan itu. Coba mikirin masalah LGBT. Mereka pada nggak tahu bahwa LGBT adalah suatu gangguan jiwa.

Mereka terpaku pada konsep-konsep Barat. Bahwa LGBT merupakan termasuk HAM. Dari segi ilmiah katanya begitu. Buku LGBT diubah. Pendapat Asosiasi Psikiater Amerika yang menyatakan bahwa LGBT adalah salah satu gangguan jiwa juga diubah.

Secara politik, gerakan LGBT  juga dibiarkan. Semua orang dengan dalih demokrasi menjadi bebas memilih. Apakah pilihan menjadi LGBT sesuai dengan konsep Demokrasi Pancasila? Jangankan LGBT, pelacuran saja tidak diperbolehkan oleh Demokrasi Pancasila karena kita sepakat memakai sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Nah ini, penggagas kampanye Pancasila yang dilakukan oleh orang-orang itu nggak ngerti pancasila. Ini kesan saya iya. Kalau memang mereka mengerti pasti akan tahu bahwa mabuk-mabukan itu nggak boleh. Alkohol dilarang. Pelacuran dan perzinahan dihentikan.

Mereka bilang LGBT termasuk kebebasan. Kebebasan yang bagaimana? Kalau memang kebebasan, mengapa HTI dilarang? Katanya kebebasan? HTI jelas dan terang-terangan melarang alkohol. Tindakan HTI ini sesuai atau bertentangan dengan Pancasila?

Kalau kita mau bersatu, kita harus memakai hukum Allah. Pancasila sih sebenarnya sama dengan hukum Allah karena pasal-pasalnya bagus semua. Cocok, tidak ada pertentangan. Cuma manusia yang memiliki kepentingan politik lah yang memutar balik penafsiran Pancasila.

Sejak merdeka sampai sekarang, masih saja berdebat mengenai Pancasila. Jadi kayaknya nggak aman gitu. Manusianya sih yang beragama nggak konsekuen. Yang berpolitik juga nggak konsekuen.

(Waktu: 2 November 2017. Tempat: Kediaman Prof. Dadang Hawari. Pewawancara: Mohamad Istihori. Kameramen: Arif. Transkrip: Yuno. Editor: Mohamad Istihori)

159 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +