HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

pp-2Oleh: Hasanuddin

Banyak orang awam salah dalam memandang bahwa HIV AIDS adalah sama dianggap menjadi sebuah penyakit. Sedangkan dalam pandangan Medis HIV dan AIDS itu berbeda. Adapun perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar yaitu;

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membunuh virus HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan Virus HIV yang mematikab tersebut, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus ini secara efektif dengan mengkonsumsi antiretroviral virus.

Sedangkan AIDS adalah kumpulan penyakit diakibatkan  imunitas pada seseorang yg terinfeksi vurus HIV menyebabkan timbulnya penyakit" penyerta, antara lain TBC, CANADIASIS / JAMUR, TOKSO, PERADANGAN OTAK dan sebagainya yg semuanya menyerang  organ tubuh seseorang.

Pada dasarnya HIV AIDS merupakan akibat dari penyimpangan tindakan sosial yang berupa perzinahan. Akan tetapi akibat dari penyimpangan itu dirasakan oleh banyak pihak. Orang yang tidak berkecimpung dalam dunia sex bebas, pemakai miras dan narkoba  bisa terkena imbas dari perbuatan yang dilaknat oleh agama.

HIV AIDS bisa dikatakan dalam dua kesimpulan:

a) Buah dari kehidupan yang menyimpang dari ajaran agama, seperti penyalahgunaan  NARKOBA dan MIRAS, juga penyimpangan seks seperti seks bebas (zina), homo seksual. Bisa dikatakan HIV AIDS adalah teguran yang diberikan oleh Allah karena melakukan perbuatan yang dilaknat oleh agama.

Berdasar atas dalil al Qur’an: (QS. Al-Maadiah: 90-91) yang artinya, "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya".  Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir."

b) HIV/AIDS adalah musibah bagi penderita yang tak melakukan hal-hal yang menyimpang dari agama karena adanya penularan dari pengidap HIV. Bahaya penyakit ini tidak hanya mengancam pelaku perbuatan terkutuk itu saja, namun juga akan menyebar kepada orang lain.

Nabi  bersabda:  “Berbagai masalah timbul dalam kehidupan manusia sesuai dengan banyaknya pelanggaran dan penyimpangan yang mereka perbuat”.

Seperti penularan HIV AIDS melalui hubungan seksual dalam ikatan perkawinan yang sah, akan tetapi karena pasangannya pernah melakukan penyimpangan maka ia harus mendapat imbasnya yaitu tertular penyakit HIV/AIDS.

Contoh-contoh penularan yang lain juga sama, apalagi jika kita lihat, HIV/AIDS menjangkit pada tubuh bayi-bayi yang tidak berdosa. Maka oleh karena itu, yang harus kita lakukan jika penyakit HIV atau penyakit lain ada pada diri kita, yang penyebabnya bukanlah dari kesalahan diri kita maka adalah sabar dan bertawakkal pada Allah yang harus kita lakukan dan tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini. Karena itu merupakan ujian dari Allah.

Semangat wahai saudaraku. Semangat wahai sahabatku. Jadikan hidup ini dengan penuh makna dan manfaat.

1245 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +