Hidup Berjuang atau Mati Tanpa Usaha

Oleh: Ali Yahya Rambe, SE. Sy.

Banyak contoh yang bisa dijadikan pelajaran. Pembangunan karakter yang menjadi dilema dalam keseharian. Hukum yang menjadi penguasa di Indonesia. Sementara hukum di Indonesia akan bisa dipatahkan oleh uang.

Di Indonesia hukum bersifat runcing ke bawah tumpul ke atas. Ini yang menandakan simbol kehancuran anak bangsa. Sehingga pendidikan karakter dimanjakan dengan hukum dan dihancurkan oleh hukum itu sendiri.

Aturan hukum dilanggar oleh para pembuatnya. Sehingga akan menjadi figur yang tidak pantas diperlihatkan ke publik yang menjadikan acuan anak-anak di masa mendatang dan terkadang dibenarkan  oleh hukum.

Hidup hanya sebatas hidup, ancaman akan semakin terlihat tetapi ancaman itu diabaikan tanpa pencegahan. Kehidupan bergerak tanpa arah dan tujuan.

Apakah kita harus menjadi orang yang hidup untuk berjuang atau mati tanpa usaha. Realita sekarang, yang kaya akan menjadi lebih merajalela yang miskin akan semakin menderita.                       

Penguasa akan memiliki lebih luas wilayahnya daripada orang yang taat hukum. Dilema dalam Indonesia ini seperti “melihat seolah buta”, “mendengar seolah tak memperhatikan”, dan “mengetahui seolah tak peduli”.

Hukum hanya menjadi alat menindas dan hiasan untuk bertahan hidup. Terima kasih, selamat membaca semoga tulisan ini bermanfaat.

294 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +