Global Effect

9198263850_cc6c477248_zMADANIONLINE.ORG – Virus HIV/AIDS merupakan virus yang telah mendunia. Efeknya dirasakan semua orang di hampir segenap penjuru dunia (global effect). Penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus ini belum mampu juga diatasi dan ditanggulangi.

Selama ini penyakit menular yang disebabkan virus, seperti virus ebola, cacar, campak, demam berdarah, dan lain sebagainya sudah ditemukan pencegahannya sehingga efeknya tidak berdampak secara global.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi penyakit kelamin pada umumnya meskipun sudah ada pengobatannya. Tidak demikian halnya dengan virus HIV/AIDS. Dengan kecepatan 1 menit 5 orang tertular, maka manusia melalui transportasi yang serba canggih dan cepat ke seluruh dunia, menjadikan tidak ada satu sudutpun di dunia ini yang tidak terinfeksi HIV/AIDS.

Allah SWT berfirman, “Dan, janganlah kamu mendekati zina, sesunggunya zina itu sangat keji dan sejahat-jahatnya perkalanan (terkutuk).” ~QS. al Isra: 32

Memang penyakit HIV/AIDS ini dapat ditularkan melalui transfusi darah, jarum suntik yang tercemar, dan bayi dari tali pusat ibunya. Namun,  cara ini sudah dapat dicegah. Tetapi yang tidak dapat dicegah adalah perzinaan itu sendiri.

Yang dimaksud dengan zina adalah hubungan seksual di luar nikah (terutama pada remaja), perselingkuhan (pada mereka yang sudah berkeluarga), pelacuran, atau hubungan seksual sesama jenis (homoseksual atau lesbi).

Meskipun sekarang diupayakan memakai kondom untuk mencegah penularannya, dalam kenyataannya cara inipun tidak menjamin sama sekali dengan risiko 30 % meskipun memakai kondom “berkualitas”.

Di negara-negara Barat, seperti Eropa dan Amerika ternyata banyak yang menderita HIV/AIDS, namun yang difokuskan justru negara-negara Asia dan Afrika. Seolah-olah negara-negara Asia dan Afrika merupakan pengalihan perhatian dunia.

Tidak dapat dipungkiri Asia dan Afrika dijadikan “kelinci percobaan” untuk menemukan “obat” bagi penderita HIV/AIDS. Pada umumnya, negara-negara yang berbasis Islam (kecuali Indonesia?) kasus-kasus penyakit HIV/AIDS relatif kecil.

Bantahan bahwa AIDS di Amerika berasal dari Afrika disampaikan oleh Alan Cantwell pada 1980 dalam bukunya yang berjudul “Bom AIDS”:

“Asal-usul AIDS tidak akan dapat ditentukan secara pasti tanpa adanya penjelasan yang masuk akal tentang bagaimana ia muncul di Amerika terutama pada kaum lelaki muda homoseksual, mayoritas berkulit putih, dan sebelumnya berkondisi sehat. Sejauh saya ketahui, tidak terdapat bukti yang menunjukkan bahwa AIDS bersumer dari Afrika.”

1025 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +