Gay Bukan Keturunan, Gay Dapat Disembuhkan

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Saya seorang ibu yang mempunyai dua orang anak putra dan putri. Saya sudah bercerai dengan suami. Saya punya masalah dengan putra saya yang menyukai sesama jenis (gay/homoseksual).

Saya baru mengetahui hal tersebut dari percakapan akun FB-nya bersama beberapa cowok. Bahkan putra saya curhat pada pacar cowoknya. Dia menyukai sesama jenis sejak SMP kelas 1. Bagaimana cara menangani dan mengobatinya? Terima kasih.”

Madani, “Gay bukan dikarenakan keturunan. Gay bisa disembuhkan. Meskipun kita harus mengakui sangat sulit untuk menyembuhkannya.

Namun, dengan terapi terpadu secara medik-psikiatrik yang disertai doa dan dzikir (mengingat Allah) maka putra ibu akan dapat kembali menjadi lelaki yang normal. Sebagaimana Snyderma pada 1996 menjelaskan, `Terapi medik saja tanpa disertai dengan doa dan dzikir tidaklah lengkap. Sebaliknya, terapi doa dan dzikir saja tanpa dibarengi dengan terapi medik tidaklah efektif.`

Selain itu, motivasi kuat dari putra ibu untuk sembuh, dukungan dari ibu sekeluarga, dan terutama dari perkenan Allah Zat Yang Maha Menyembuhkan maka kesembuhan bagi putra ibu bukanlah merupakan sebuah perkara yang tidak mungkin.

‘Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai sasarannya, maka dengan izin Allah penyakit itu pasti sembuh.’ ~HR. Muslim dan Ahmad

Pendidikan agama bagi seorang anak juga dapat menangani, mencegah, dan mengobati putra ibu dengan memperhatikan enam hal di bawah ini:
1. Dapat membedakan anak laki-laki dan perempuan (secara biologis)
2. Dapat memperlakukan anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan (secara psikologi)
3. Dapat membedakan permainan anak laki-laki dengan anak perempuan (secara perilaku)
4. Dapat memperhatikan perkembangan anak menjelang usia 5-13 tahun. Adakah anak-anak kita menunjukkan berbagai gejala gangguan identitas jenis masa kanak (transvestisme dan transseksualisme)
5. Dapat membedakan pakaian anak laki-laki dengan anak perempuan (tidak unisex), dan
6. Dapat menjelaskan bahwa anak laki-laki tidak boleh memakai asesoris atau perhiasan sebagaimana anak perempuan.
Sumber: `Pendekatan Psikoreligi pada Homoseksual`, karya Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, Psikiater, halaman 58-59.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keluasan ilmu untuk menemani proses belajar putra(i) ibu agar senantiasa berada dalam ridho Allah SWT.

Kami menyarankan agar ibu segera melakukan konsultasi dengan dokter. Silahkan datang ke Tebet Mas Blok E 5 untuk konsultasi dengan Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Kami sarankan langsung dengan anak ibu.

Buka klinik pukul 09.00 WIB- 12.00 WIB dan pukul 16.00 WIB- 19.00 WIB setiap Senin sampai Sabtu. Telpon : 8298885/83791606. Terima kasih. Semoga membantu.”

(Mohamad Istihori, 3 April 2017)

855 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +