Ganja Berbahaya Bagi Generasi Muda sampai Generasi Tua

Oleh: Mohamad Istihori

Josiane Bourque seorang mahasiswa doktoral dari Universite de Montreal (UdeM), Kanada mengatakan bahwa para pemakai ganja yang rutin semasa muda sangat berisiko mengalami berbagai gejala psikotik.

Gejala psikotik ini sangat berhubungan dengan pengalaman penyimpangan persepsi. Hal tersebut yang kemudian menjadikan para pecandu ganja menganggap sesuatu yang ada di luar tubuh menjadi bagian dari mereka.

Bourque menambahkan bahwa para pemakai ganja sangat terkait dengan berbagai masalah kesehatan mental serta kognitif. Para pecandu ganja ini juga sangat rentan mengalami depresi misalnya berprasangka buruk pada keadaan atau seseorang dan memiliki mood yang sangat labil. Kalau memakai bahasa anak muda zaman sekarang “mereka itu jadi gampang nggak mood”.

Hasil penelitian Bourque tersebut sangatlah masuk akal karena ganja berbahaya karena memiliki atau mengandung THC (Tetra Hidro Cannabinol) yang mengakibatkan dampak perubahan keadaan hati dan perasaan pecandunya serta merusak sel penghantar dalam sistem saraf manusia.

Ada juga mengenai hasil penelitian dari Jurnal JAMA Internal Medicine menjelaskan bahwa para pecandu ganja yang masih dalam berada usia muda akan melemahkan otak mereka kelak ketika mereka memasuki usia senja.

Dr. Reto Auer sebagaimana dikutip CNN pada Kamis, 11 Februari 2016, menuturkan bahwa Penggunaan ganja saat remaja akan berdampak pada otak di kala tua.

Begitu juga penelitian yang dilakukan di Selandia Baru. Para pecandu ganja akan merasakan kemerosotan IQ yang sangat drastis. Demikian juga dengan kemandulan hasil nilai akademis mereka.

Jadi, masih juga yakin mau memakai ganja sebagai pengobatan. Padahal sudah banyak para ilmuan dan hasil penelitian yang menunjukkan berbagai bahaya ganja bagi kehidupan manusia.

Salam lurus-meyakinkan.

153 Total Views 24 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +