Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Gangguan Gadget, Pemulihan, dan Madani Sebagai Solusinya

Oleh : Prayudho Utomo Endarto

(Direktur Madani Training Center, Konselor Adiksi Madani Mental Health Care, dan Konselor Adiksi Kementerian Sosial RI)

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan sangat minimnya pengawasan dari keluarga atau pemerintah, gangguan kejiwaan baru mulai banyak dialami oleh masyarakat.

Bentuk gangguan kejiwaan ini lebih merusak mental dan perilaku, salah satunya adalah kecanduan terhadap gadget, baik itu game online, judi online, maupun sosial media.

Penderitanya  baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Banyak di antara mereka tidak paham atau tidak merasakan efek yang terjadi dengan perubahan mental dan perilaku mereka. Adapun mereka yang menyadari tapi mereka tidak tahu cara penanggulangannya, ke mana, dan bagaimana mereka harus berobat.

Kecanduan gawai atau gadget dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri di leher, sulit beraktivitas, kurangnya tidur, hingga penyakit tertentu. Seseorang dapat dikatakan kecanduan gawai apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gawai, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable game divice.

Menurut para ahli, kecanduan gawai ini menyebabkan efek euforia yang sama seperti dengan kecanduan lainnya, antara lain narkoba, judi, atau melihat tontonan pornografi. Berdasarkan penelitian kecanduan gadget ini dapat merubah zat kimia otak yang akhirnya memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan perilaku.

Anda dapat mengukur tingkat kecanduan terhadap gadget dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda sering merasa tidak nyaman jika gadgettidak bersama Anda?
  • Apakah Anda merasa keberatan atau enggan jika tidak memegang gadget, meskipun hanya sebentar?
  • Apakah Anda sering menggunakan gadgetdi waktu makan?
  • Apakah Anda kerap memeriksa status atau unggahan (posting) pada gadgetdi tengah malam?
  • Apakah Anda lebih sering berinteraksi dengan gadgetdaripada dengan orang lain?
  • Apakah Anda menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitandi Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain?
  • Apakah Anda lebih sering bermain gadget, padahal Anda tahu bahwa seharusnya Anda bisa melakukan hal lain yang lebih produktif?
  • Apakah Anda berkencenderungan untuk menggunakan gadget,padahal sedang sibuk dengan tugas sekolah atau pekerjaan kantor?

Jika jawabannya lebih banyak “ya”, maka Anda dapat dikatakan mengalami kecanduan gadget. Walaupun harus ada pendapat dari ahli yaitu psikiater yang menentukan tingkat kecanduan Anda. (dikutip dari Alodokter.com/ini-ciri-ciri-kecanduan-gadget-da-tips-menanggulanginya).

Selain akibat yang sudah disebutkan di atas ada akibat lain yang dapat ditimbulkan dari kecanduan gadget ini, salah satunya adalah dampak psikologis yang dialami pribadi orang tersebut. Ketika orang dewasa atau orangtua yang mendapat dampak maka orang tersebut akan merasa abai atau cuek dengan kondisi lingkungan sekitarnya, hal ini biasanya  dapat mengganggu hubungan antar pasangan maupun hubungan anak dan orang tua. Karena dinilai cuek, tidak peduli, dan tidak menghargai orang lain.

Dalam tulisannya Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater di buku Marriage Counseling (Konsultasi Pernikahan) hal. 21 poin 4, mengatakan, “Saling harga-menghargai antar anggota keluarga, harus saling harga- menghargai  dalam interaksi ayah, ibu, dan anak. Hal tersebut tidak terjadi pada keluarga yang anggota keluarganya terdampak dari kecanduan gadget atau gawai.”

Adalagi efek dari gangguan kecanduan gadget ini adalah hubungan sosial, orang yang sudah kecanduan gadget biasanya sulit untuk berinteraksi dengan orang lain secara nyata, karena mereka sudah terbiasa dengan berkomunikasi melalui gawai mereka tanpa melihat langsung fisik dari lawan bicaranya. Kemampuan memahami emosi orang lainpun dapat hilang.

Di sini peran pemulihan sangatlah penting, orang yang sudah kecanduan gadget harus mendapatkan rehabilitasi untuk menghilangkan kecanduan dari gawai tersebut. Rehabilitasi dibutuhkan untuk mengembalikan atau menciptakan kehidupan normal.

Dengan kondisi ini kami, Madani mental Health Care yang berdiri sejak 11 November 1999, yang beralamat di Jalan Pancawarga 3 No.34 RT 03/04 Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, dipimpin oleh Ustadz Darmawan, S.Ag. sangat peduli dan memberikan pelayanan pemulihan bagi orang-orang yang mengalami gangguan tersebut.

Kami yang dipercaya dalam program pemulihan gangguan kejiwaaan dan pemulihan kepada orang yang ketergantungan narkoba selama 20 tahun, dengan metode BPSS (Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual) dari Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiatri, memahami bahwa dalam kondisi saat ini butuh wadah yang tepat dan penanganan yang tepat untuk gangguan tersebut.

Dalam pemulihan di Madani pasien disebut sebagai santri untuk mengurangi stigma yang melekat pada orang tersebut, lalu mereka diberikan terapi melalui medis (obat yang diberikan oleh dokter psikiatri) diberikan konseling dengan psikolog dan konselor, kemudian diberikan kegiatan sosial (outbound, games therapy, melukis, futsal, berenang, dan lain-lain) oleh instruktur dan kemudian diberikan terapi spiritual oleh para ustad pendamping.

Dan, terapi kami pun dapat memahami dari kebutuhan santri tersebut. Banyak di antara santri kami dapat melanjutkan studi maupun pekerjaannya selama mereka ada dalam proses pemulihan di Madani. Banyak di antara mereka yang menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar sarjana mereka saat proses pemulihan di Madani. Madani menciptakan suasana yang nyaman bagi santri agar mereka dapat lebih merasakan pemulihan yang lebih baik tanpa adanya kekerasan dalam prosesnya.

Madani juga  memiliki lahan di daerah Jasinga, Bogor di mana lahan tersebut kami gunakan untuk latihan kemandirian para santri, dari mencocok tanam, mencuci pakaian sendiri, masak sendiri, sampai berinteraksi dengan warga setempat. Bahkan kami memiliki PAUD (Pendidikan Usia Dini) gratis yang di mana santri dapat ikut serta memberi pelajaran atau ikut mengajar di sana.

Dengan didukung oleh para profesional Madani pun bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkait seperti Kementerian Sosial, BLK Kementerian Tenaga Kerja dan Industri, BNN, RSUD Duren Sawit, dan lain lain.

Madani tidak mengekang bahkan kami men-support masa depan mereka agar bisa berjalan baik kesembuhannya dan masa depannya. Dengan demikian kami Madani siap menerima amanah untuk melalukan proses pemulihan dan menjadi jembatan masa depan.

#Artikel Lomba Karya Tulis Milad Madani XX 2019.

183 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +