Definisi Sehat dalam Paradigma Metode Terpadu BPSS

madanionline.org – Bagaimana mungkin dokter dan ilmu kedokteran dapat berjalan tanpa agama. Dokter dengan ilmu yang ia miliki hanya menjalankan kewajiban untuk mengobati orang yang sakit.

Sedangkan yang menyembuhkan hanya Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. Apalagi kalau kita sudah bicara cabang ilmu kedokteran jiwa (psikiatri) dan kesehatan jiwa (mental health).

Bahkan untuk mencapai level kesehatan yang lebih luas yaitu kondisi sejahtera (well being) pada diri seseorang, harus ada titik temu antara psikiatri/psikologi/kesehatan jiwa dengan agama.

Menurut pandangan dunia psikiatri, kesehatan jiwa adalah kondisi yang dapat meningkatkan secara maksimal perkembangan:

1. fisik/biologik,
2. intelektual/rasio/cognitive
3. emosional/affective, dan
4. spiritual/agama.
Ditambah lagi, keempat unsur di atas berjalan dengan selaras dan harmonis dengan kondisi orang di sekitarnya.

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari menjelaskan bahwa “Kesehatan jiwa memiliki berbagai sifat yang sejalan, harmonis, dan serasi dengan semua unsur yang ada dalam kehidupan manusia dalam kaitannya dengan Tuhan (vertikal/hablum minallah), manusia (horisontal/hablum minan naas), dan lingkungan alam sekitar”.

Dalam pandangan dunia kesehatan jiwa, seseorang termasuk sakit apabila tidak lagi memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagaimana biasanya dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di rumah, sekolah, kampus, atau kantornya. Termasuk juga tidak lagi memiliki kekuatan batin untuk menjalankan perintah agama yang ia yakini.

World Health Organization (WHO) pada 1984 berpendapat bahwa yang dikatakan dengan sehat itu mencakup empat unsur:
1. fisik/biologik
2. kejiwaan/psikiatri/psikologik
3. sosial
4. spiritual/agama.

Paradigma inilah yang kemudian dipopulerkan oleh The American Psychiatric Association (APA) pada 1992 dengan istilah Metode Pendekatan Holistik/Terpadu Bio-Psycho-Socio-Spiritual (BPSS).

Semua hal inilah yang menjadi penyebab hilangnya pemisahan/dikotomi antara ilmu pengetahuan (psikiatri, psikologi, dan kesehatan jiwa) dengan agama.

Dunia mulai sadar bahwa kalau manusia ingin sehat jiwa dan raganya, maka metode dan terapi penyembuhan metode apapun harus mengikutsertakan Tuhan di dalamnya.

495 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +