Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Misteri tentang ada-tidaknya kehidupan setelah kematian merupakan pertanyaan filosofis yang sangat menarik perhatian para pemikir.

Bagi filsuf sekuler, kehidupan setelah kematian adalah nonsense belaka lantaran tidak dapat dijangkau akal manusia.

Kaum sekuleris ada yang meyakini kehidupan setelah kematian. Hanya saja, mereka memisahkan antara sakral (agama) dan profane. Bagi sekuleris ekstrem, yaitu kaum ateis, alam akhirat itu tidak ada.

Tetapi bagi orang-orang beriman, kehidupan setelah kematian merupakan kenyataan yang diyakini sepenuh hati akan terbukti nanti. Sebagai balasan atas perbuatan baik dan buruk manusia selama hidupnya di dunia.

Penulis buku ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir tetap saja mendustakan ayat-ayat Allah dan merasa yakin tidak akan dibangkitkan pada hari kiamat.

Kepada mereka Allah berfirman dalam surat At-Taghabun ayat 10 sebagai berikut: “Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” Selengkapnya…

Menuju Armageddon

Menuju Armageddon

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Banyak asumsi mengatakan bahwa perang besar di akhir zaman, menjelang kiamat, adalah Perang Dunia III (Armageddon).

Nabi Muhammad SAW bersabda, kelak dunia dibagi dalam lima fase menjelang akhir zaman. Pembagian fase ini dimulai sejak agama Islam dideklarasikan hingga hari kiamat tiba.

Lima fase tersebut adalah: (1) Zaman Nabi Muhammad SAW. (2) Zaman sahabat Nabi. (3) Zaman kekuasaan yang zalim (Umayah, Abasiyah, Usmaniyah). (4) Zaman modern. (5) Zaman imam Mahdi (zaman kembalinya khilafah islamiyah). Saat sekarang dunia sedang berada dalam zaman modern menjelang akhir menuju zaman Al-Mahdi.

Penerbitan buku ini dipicu maraknya perang di Timteng yang melibatkan Negara-negara adikuasa AS (& Israel), NATO, Rusia, dan Negara-negara nonmuslim lainnya versus Negara-negara Islam seperti Suriah, Irak, Iran, Saudi Arabia, Mesir, Libya, Turki, Afganistan dan lainnya. Perang ini merupakan pembunuhan besar-besaran atas manusia.

ISIS memakai simbol Islam sebagai kamuflase ciptaan AS (dan Israel) yang bertujuan menaklukkan Islam dan memfitnah Islam sebagai teroris. Tujuan ISIS adalah mengacaukan dunia Islam dan mengalihkan perhatian dunia terhadap Palestina yang diduduki Israel atas dukungan AS, dan merupakan perang persiapan akhir zaman. Selengkapnya…

Psikoreligi dan Trauma Bencana

Psikoreligi dan Trauma Bencana

Oleh : Julizar Firmansyah, S. Sos., M. Hum. *)

Bencana yang banyak melanda Indonesia merupakan peringatan Allah SWT.

Suatu musibah dapat merupakan peringatan, cobaan, dan hukuman dari Allah SWT. Musibah tidak akan terjadi kalau tidak ada kesalahan dan dosa manusia yang sudah melampaui batas.

Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu terletak di daerah rawan bencana, misalnya terdapat lempengan-lempengan di bawah laut Samudera Hindia sepanjang pantai pulau Sumatera dan Jawa. Selain itu terdapat ratusan gunung berapi yang masih aktif yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana.

Sebagian orang berpendapat bahwa bencana alam tidak ada hubungannya dengan dosa manusia. Anehnya orang-orang itu mengaku beragama. Mereka lupa, alam semesta termasuk manusia adalah ciptaan Allah SWT.

Selengkapnya…

Dampak Seks Bebas

Dampak Seks Bebas

Oleh : Julizar Firmansyah, S. Sos., M. Hum. *)

Dalam masyarakat modern, pemisahan agama dari kehidupan sosial (sekularisme) ikut berperan dalam bagaimana orang memandang urusan seks.

Dalam masyarakat religius, seks adalah sesuatu yang bernilai sakral.

Pada masyarakat modern sekuler, agama telah menjadi urusan pribadi, tidak menjadi parameter dalam menilai hubungan antar-manusia. Seks dianggap sebagai kebutuhan badani belaka, seperti halnya kebutuhan akan makanan.

Pola hidup seks bebas tidak sejalan dengan asas-asas kesehatan jiwa. Apalagi kalau ditinjau dari perspektif moral-etika agama. Mereka yang menganut paham hidup bebas tanpa ikatan hukum, moral, etika, apalagi agama dan atau hidup bersama tanpa nikah mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan jiwa daripada mereka yang hidup dalam pernikahan.

Selengkapnya…

Menemukan Dimensi Baru

Menemukan Dimensi Baru

Oleh : Julizar Firmansyah, S. Sos., M. Hum. *)

Akibat sekularisme, pada mulanya ilmu pengetahuan dipisahkan dari agama.

Pemisahan ini dimulai pada era renaisans setelah dominasi gereja terhadap ilmuwan/sains, yang bahkan sudah sampai pada taraf penahanan dan penyiksaan fisik.

Misalnya yang dialami Galileo dan Bruno. Sebagai reaksi atas dominasi gereja yang absolut, para pemikir Barat era itu memunculkan paham sekularisme yang berlaku hingga saat ini. Meskipun kini sudah ada perkembangan positif di mana saintis sudah mulai mengakui eksistensi agama.

Demikian pula di bidang psikiatri dan mental health. Dari semua cabang ilmu kedokteran, maka cabang ilmu kedokteran jiwa dan kesehatan jiwa adalah yang paling dekat dengan agama; demikian pula halnya dengan psikologi.

Selengkapnya…

Anak dan Masa Depan Kita

Anak dan Masa Depan Kita

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum. *)

Buku ini disusun berdasarkan metode BPSS (biologik-psikologik-sosial-spiritual) yang merupakan paradigma kesehatan yang baru.

Pendekatan psikoreligi sangat penting untuk menangkal bahaya yang selalu mengintai anak-anak. Misalnya penyalahgunaan NAZA, seks bebas, miras, aborsi, HIV/AIDS, dan sebagainya.

Terhadap berbagai bahaya itu orang tua harus beragama dengan baik lalu mengajarkan moral agama kepada anak-anaknya agar mereka tahu baik-buruk, boleh-tidak boleh, hak-batil, halal-haram.

Anak dan remaja hidup dalam tiga lingkungan sosial, yaitu lingkungan sosial keluarga, sekolah, dan masyarakat. Para orangtua di tiga lingkungan tersebut, yaitu ayah dan ibu di rumah, bapak dan ibu guru di sekolah, dan orang tua selaku anggota masyarakat, hendaknya dapat menciptakan suasana sosial yang kondusif bagi tumbuh kembang anak dan remaja.

Selengkapnya…

Menyembuhkan Penyimpangan Seksual

Menyembuhkan Penyimpangan Seksual

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum. *)

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) sebagai isu yang meresahkan masyarakat,

muncul pada awal 2016 ketika Presiden AS, Obama, mendeklarasikan persetujuannya terhadap perkawinan sejenis dari kelompok LGBT di Washington DC pada akhir 2015. Imbas deklarasi Obama tersebut memengaruhi Indonesia. Sejak saat itu LGBT Indonesia berani mendeklarasikan diri serta muncul ke permukaan.

LGBT di Indonesia sudah ada sejak dulu, namun tidak berkembang lantaran mendapat penolakan masyarakat karena bertentangan dengan agama dan Pancasila. Isu yang berkembang adalah diskusi bahwa dari sudut “ilmiah” LGBT “dibenarkan”, sementara agama yang menolaknya dianggap hanya doktrin semata. Pegiat LGBT menyebutkan bahwa homoseksual bukan gangguan jiwa melainkan orientasi seksual. Hal ini eufemisme belaka, padahal substansinya sama. Dana yang digelontorkan UNDP kepada komunitas LGBT di Indonesia jumlahnya besar-besaran. Selengkapnya…

Buku Babon Kedokteran Jiwa

Buku Babon Kedokteran Jiwa

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M. Hum. *)

Dari sekian banyak karya alm Prof. Dadang Hawari, buku inilah yang paling menyeluruh dan tentu saja paling tebal.

Sebagaimana disebut dalam pengantar, buku ini merupakan textbook ilmu kedokteran jiwa dan kesehatan jiwa dalam perspektif Al-Quran dan As-Sunnah, bersifat komprehensif yang merupakan kumpulan intisari dari buku-buku tematik yang telah disusun oleh almarhum.

Di era kiwari, pemisahan antara ilmu kedokteran jiwa dan kesehatan jiwa dengan agama tidak dianut lagi, bahkan justru diintegrasikan. Paradigm yang dipakai untuk maksud tersebut adalah BPSS yakni biologik-psikologik-sosial-spiritual. Paradigma BPSS dalam praktiknya sering tumpang tindih. Tak dapat dipisahkan satu sama lain secara mutlak, serta saling berhubungan. Agar mudah dipahami, isi buku ini dibahas dari perspektif BPSS.

Penyusunan karya ini meliputi pengelompokan berikut: (1) yang bersifat individual termasuk stres, cemas, depresi, bunuh diri, gangguan kepribadian, gangguan jiwa, dan sebagainya. (2) Masalah keluarga. (3) Masalah perkawinan. (4) Masalah kemasyarakatan. (5) Masalah lingkungan hidup. (6) Masalah gangguan disfungsi seksual. (7) Penyimpangan seksual. (8) Dimensi religi dalam praktik psikiatri dan psikologi; alat ukur kesehatan jiwa dan agama. (9) Hidup sesudah mati.

Bila buku babon ini dicermati, tampak bahwa BPSS telah menyatu dalam tiap pembahasan masing-masing kelompok tema. Diharapkan, penulisan ini mudah dipahami dan enak dibaca. Dasar rujukan BPSS adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Misalnya QS Yunus [10]: 57: “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman.” Sedangkan hadits yang relevan adalah: “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai sasarannya, maka dengan izin Allah penyakit itu sembuh.” (HR Muslim dan Ahmad). Selengkapnya…

Kepercayaan Terhadap Hari Akhir

Kepercayaan Terhadap Hari Akhir

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum. *)

Buku ini bermaksud agar pembaca menyadari bahwa hidup di dunia bersifat sementara, yang akan berakhir dengan kematian.

Bahwa ada kehidupan sesudah kematian di dunia tadi, ada kehidupan lanjutan di alam akhirat.

Manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama kehidupannya di dunia. Allah akan menentukan apakah seseorang masuk surga atau neraka, yang keduanya kekal abadi.

Ada enam bab dalam buku ini yang meliputi (1) Kematian karena azab Allah SWT. (2) Amal kebajikan sebagai bekal perjalanan menuju kematian. (3) Alam barzah, masa antara kematian di alam fana (dunia) dan kehidupan di alam baka (akhirat). (4) Dari alam kubur hingga hari kebangkitan. (5) Hancur leburnya dunia fana langit dan bumi: kiamat. (6) Alam baka (akhirat) kekal abadi: surga dan neraka.

Dilengkapi gambar-gambar dan foto-foto mengerikan, buku ini memperlihatkan begitu banyak bencana yang diturunkan Allah SWT atas orang-orang yang durhaka terhadap ajaran yang dibawa para nabi. Misalnya azab terhadap perilaku homoseksual kaum Nabi Luth, azab terhadap kaum Nabi Syuaib, kaum saba, dan umat Nabi Musa. Efek gambar atau foto tentang azab yang sangat menakutkan itu dapat menimbulkan kesadaran perlunya bertobat kepada Allah Azza wa Jalla. Selengkapnya…

Panduan Rehab yang Terpercaya

Panduan Rehab yang Terpercaya

Oleh: Julizar Firmansyah, S.Sos.,M.Hum.

Buku panduan ini menyertakan terapi (detoksifikasi) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari rehabilitasi medik.

Yaitu terapi (detoksifikasi) tanpa anestesi (pembiusan) dan tanpa substitusi (obat pengganti yang masih merupakan turunan narkoba). Metode terapi ini tidak hanya berlaku pada jenis putaw/heroin dan turunannya, tapi juga dapat digunakan pada detoksifikasi ketergantungan zat lainnya seperti ganja, kokain, miras/alkohol, shabu, ekstasi (amphetamine) dan zat adiktif lain, yang akibatnya serupa.

Pengertian substitusi ini perlu ditekankan, karena banyak dokter yang menggunakannya padahal ada metode tanpa substitusi. Substitusi adalah menggantikan heroin dengan zat yang masih merupakan sintesa atau turunan dari heroin. Misalnya methadone, subutex, tramadol, tradosix, codein, dan lain-lain.

Penggunaan zat substitusi seperti contoh itu sebenarnya melanggar UU Narkotika. Sudah sewajarnya pemerintah melarang dan memasukkan zat-zat tersebut atau “obat substitusi” dalam UU Narkotika.

Penulis buku ini, biasa disapa Prof. Dadang, menghaturkan ribuan terima kasih kepada United Nations Office on Drugs and Crime, yang menggolongkan Indonesia sebagai salah satu Negara yang “Successful Intervention, Treatment and Aftercare Programmes”. Negara lain adalah Kanada, Inggris, dan AS. Dari sekian banyak metode di Indonesia, publikasi lembaga PBB tersebut pada 2003 memasukkan metode Hawari and Associates, Jakarta. Metode itu adalah Integrasi Terapi Medis, Psikologis, Sosial, dan Agama. Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +