Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Menjadi Masyarakat Muslim Autentik

Menjadi Masyarakat Muslim Autentik

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Pada level individu, menjadi autentik berarti menjadi diri sendiri, tidak meniru orang lain tetapi mengikuti kata hati.

Pada level masyarakat, autentisitas menyiratkan kebutuhan suatu komunitas untuk menetapkan agenda yang tidak disetir oleh kelompok lain, melainkan yang dibangun berdasarkan keunikan dan warisan budaya sendiri.

Ketika modernitas menghapuskan keunikan dan menggantikannya dengan keseragaman, pertanyaan tentang autentisitas pun mengemuka secara kuat. Pencarian autentisitas di Dunia Islam pertama kali tumbuh ketika tangan kolonialisme mulai mencengkeram wilayah komunitas muslim pada pertengahan abad ke-18.

Pencarian akan keautentikan kian mengemuka akibat meluasnya kegagalan modernisasi serta kritik terhadap developmentalisme dan liberalisme. Modernisme sebagai produk era Renaisans Eropa yang mengedepankan rasionalisme telah gagal lantaran hendak menguniversalkan cara berpikir dan bertindak masyarakat Barat ke seluruh dunia termasuk terhadap Dunia Islam. Di sisi lain, Islam sebagai agama universal, memiliki peradaban sendiri yang berbeda secara diametral dengan peradaban Barat sekuler.

Memang peradaban Barat telah belajar pada filsuf muslim, Ibnu Rusyd atau di Barat dikenal sebagai Averro, sehingga mereka menjadi maju seperti sekarang. Namun, sekularisme Barat tidaklah diambil dari Ibnu Rusyd lantaran ia juga seorang ahli syariat –terbukti dengan kitab yang ditulisnya, Bidayatul Mujtahid—dan karenanya jelas menolak pemisahan antara yang sakral dan yang profan, antara agama dengan dunia, antara iman dan rasionalitas. Selengkapnya…

Pengobatan Islami

Pengobatan Islami

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Buku ini merupakan karya terakhir Fazlur Rahman sebelum meninggal di tahun 1988.

Rahman adalah pemikir muslim besar abad ke-20 yang dikenal sebagai pelopor neomodernisme. Penulisnya berupaya memotret kajian organis antara Islam sebagai sistem kepercayaan dan Islam sebagai tradisi pengobatan.

Dengan menjelajahi teks-teks Al-Quran dan hadis Nabi SAW serta sejarah umat Islam, ia memperlihatkan bahwa perkembangan ilmu pengobatan dalam tradisi Islam digerakkan motivasi religious-etis serta keyakinan bahwa mengobati orang sakit merupakan sebentuk pengabdian kepada Allah yang tertinggi setelah bentuk ibadah yang telah ditetapkan oleh agama (ibadah mahdah).

Motivasi keagamaan ini juga menggerakkan beberapa proses tertentu, baik teoretis maupun praktis, yang menjadi landasan spiritual dan budaya seluruh lembaga pengobatan Islam. Bangunan teoretisnya adalah himpunan hadis mengenai pengobatan, sedangkan fenomena praktisnya adalah tersebar luasnya lembaga-lembaga wakaf di seluruh dunia Islam yang mendukung lembaga-lembaga kesehatan.

Namun ketika pada 1838 Sultan Dinasti Usmaniyah, Mahmud II memperkenalkan sekolah pengobatan dan RS modern (model Barat) yang pertama di Istanbul, dengan staf dokter-dokter Perancis, dan mengklaim bahwa tradisi pengobatan Islam telah mandek, angin sekulerisme mulai bertiup kencang. Negara-negara muslim lain, cepat atau lambat, mengambil langkah-langkah serupa. Selengkapnya…

Berobat dengan Ibadah

Berobat dengan Ibadah

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Menjelang Ramadan yang sedikit lagi datang, buku ini sangat penting untuk disimak dan diamalkan karena isinya tentang berbagai macam ibadah, yang dapat berfungsi pula sebagai terapi.

Ganjaran pahala akan berlipat ganda pada bulan mulia ini.

Karya ini terdiri atas gabungan enam buku yaitu: Buku 1 (Berobatlah dengan istighfar), Buku 2 (Berobatlah dengan doa), Buku 3 (Berobatlah dengan shalat), Buku 4 (Berobatlah dengan Al-Quran/ruqyah syar’iyyah), Buku 5 (Berobatlah dengan puasa), dan Buku 6 (Berobatlah dengan sedekah).

  1. Berobat dengan Istighfar

Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya agar bertobat dan beristighfar dalam banyak ayat dalam kitab-Nya yang mulia. Dia menamai dan menyifati diri-Nya dengan Al-Ghaffar (Maha Pengampun), Al-Ghaffur (Maha Pengampun), dan Ghafirudz dzanbi (Yang Mengampuni dosa). Dia juga memuji orang-orang yang beristighfar dan menjanjikan kepada mereka pahala yang besar.

Selengkapnya…

Lima Jurus Aa Gym

Lima Jurus Aa Gym

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Menurut Aa Gym, “… betapa indah dan mudahnya hidup ini apabila kita diurus oleh Allah SWT.

Hidup sebenarnya tidaklah rumit, yang rumit adalah cara kita menjalani hidup yang sering keliru. Manusia mempersulit diri dengan sikapnya sendiri. Padahal Allah sudah memberikan panduan dengan Al-Quran dan keteladanan baginda Nabi Muhammad SAW secara terang benderang.”

Lima jurus yang menyebabkan Allah SWT mengurus hidup kita adalah: (1) Hati harus tulus. (2) Ibadah harus bagus. (3) Hidup harus lurus. (4) Ikhtiar harus serius. (5) Taubat terus menerus.

  1. Hati harus tulus

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, dalam jasad ada sekerat daging. Jika ia baik akan baik seluruh jasad. Sebaliknya, jika ia buruk seluruh jasadnya akan menjadi buruk. Sekerat daging itu adalah qalbu (hati).” (HR Bukhari, Muslim).

Selengkapnya…

DPD Minta Kemendagri Publikasikan 3.143 Perda yang Dibatalkan

DPD Minta Kemendagri Publikasikan 3.143 Perda yang Dibatalkan

Polemik pembatalan 3.143 perda yang dianggap bermasalah oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus bergulir terutama pembatalan Perda yang dianggap bernuansa intoleran. Agar kebijakan pembatalan ini bisa menjadi wacana yang konstruktif dan tidak menjadi isu yang liar, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta Kemendagri mempublikasikan 3.143 Perda yang dibatalkan beserta alasan pembatalannya ke publik.

Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengungkapkan, saat ini di masyarakat, isu soal pembatalan Perda sedang hangat dibicarakan terutama pembatalan Perda yang dianggap intoleran oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, Fahira mengatakan, dirinya dibanjiri pertanyaan masyarakat, apakah Perda yang melarang total miras seperti yang ada di Cirebon dan Papua juga dibatalkan. Untuk itu dirinya meminta Kemendagri mempublikasian Perda-Perda yang dibatalkan.

“Jujur, saya tidak bisa menjawab (apakah perda pelarangan total miras dibatalkan) karena hingga hari ini saya kesulitan mendapatkan nama-nama Perda yang dibatalkan. Harusnya, tak lama setelah diumumkan Presiden, Kemendagri lewat websitenya mempublikasikan daftar Perda yang dibatalkan beserta penjelasan kenapa dibatalkan, peraturan lebih tinggi yang mana yang dilanggar perda tersebut, sehingga jelas. Inikan (daftar perda yang dibatalkan) sudah jadi informasi publik, dan sesuai UU KIP harus diumumkan. Kita minta Kemendagri jalankan perintah UU KIP,” ujar Fahira di Jakarta (16/6).

Selengkapnya…

Ivan Haz Terserat Kasus Narkoba Kembali

Ivan Haz Terserat Kasus Narkoba KembaliLegislator Partai Persatuan Pembangunan yang menjadi tersangka penganiayaan pembantunya itu diduga membelinya dari prajurit kostrad.

Pertengahan Februari 2013, nama Ivan Haz mencuat karena beredar kabar dia ikut ditangkap dalam penggerebekan kasus narkoba yang juga melibatkan Ibra Azhari (adik artis Ayu Azhari).

Kasus itu terjadi kembali pada saat ini, anggota dewan ini diduga membeli narkoba dari salah satu anggota Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), yang terduga jaringan narkoba di perumahan Kostrad.

Informasi selengkapnya di Koran Tempo edisi Kamis, 25 Februari 2016.

Sikap ICMI terhadap LGBT

IMG-20160227ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia) menggelar konfrensi pers terkait sikap ICMI terhadap LGBT.

Masing-masing mempunyai argumen mulai dari Ketua Koordinasi Pengembangan Profesionalitas Tenaga Kerja ICMI, yaitu Fahira Fahmi Idris, dilanjutkan Ketua Koordinasi Perempuan dan Perlindungan anak ICMI,  Andi Yuliani Paris, kemudian Wakil Ketua Umum ICMI, Sri Astuti Buchori, kemudian kwtua perlindungan anak dan remaja Ust Asrorun Ni'am.

IMG-20160226Inilah sebagian argumen dari mereka yang terikat dalam organisasi ICMI Andi yuliana mengatakan saat ini ramai dperbincangkan masalah LGBT dan masyarakat dminta lebih arif dalam menyikapi hal tersebut jangan dikucilkan dan di keraskan bagaimanapun mereka anak bangsa.

Wakil Ketua ICMI, Sri astuti mengungkapkan, LGBT itu suatu yang harus ditolong dan diatasi bersama.

Kemudian Kapolri Jendral Polisi, Badrudin mengatakan kaum LGBT jangan melakukan propaganda terhadap masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menyutujui kaum LGBT. Jika LGBT ini hadir di Indonesia ditakutkan terjadinya kekerasan dan keresahan di masyarakat.

Luhut: Perlu Pendekatan Agama dalam Menangani LGBT

IMG-20160225Menko Polhukam  Luhut Pandjaitan ikut berbicara mengenai Gay, Lesbian, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Ia mengatakan perlu pendekatan keagamaan dalam menangani LGBT.

Ia sangat tidak setuju kalau orang dengan LGBT dihukum dengan cara dibunuh atau usir. Semua perlu pencerahan agama dan psikologik.

Luhut menilai kalau memang LGBT berbeda dengan norma yang ada, mestinya pemerintah membantu menyadarkan mereka yang terjerumus dalam lingkaran itu dan membantu mereka kembali pada fitrahnya.

Selengkapnya…

Gay Kulit Hitam Lebih Rentan Tertular HIV

7899032674_9eabd1e651_zSebuah studi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Center for Disease Control and Prevention (CDC) memprediksi hampir setengah dari pria kulit hitam gay dan biseksual di Amerika Serikat terdiagnosa HIV dalam hidup mereka. Secara keseluruhan, pria gay dan biseksual memang menghadapi risiko tertinggi terdiagnosia HIV. 

Seorang pria yang berhubungan seks dengan laki-laki 79 kali lebih mudah terserang virus yang tidak dapat disembuhkan tersebut daripada pria heteroseksual.

Namun, ras dan etnis juga memainkan peran penting. Setengah dari pria gay, Afrika-Amerika biseksual, dan seperempat dari pria gay dan Hispanik biseksual akan terdiagnosa HIV dalam hidup mereka. Sedangkan peluang untuk gay  dan biseksual kulit putih memiliki kemungkinan yang jauh lebih rendah, yakni 1 berbanding 11 orang.

Selengkapnya…

Gereja Katolik Tolak Pernikahan Sesama Jenis

Rainbow_flag_breezeSemua agama di dunia menolak perilaku menyimpang dan gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Selain Islam, agama Katolik menjadi salah satu yang telah gencar melarang perilaku penyimpangan seksual ini di dunia.

Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia, Romo Edy Purwanto mengatakan, sikap Gereja Katolik dunia sangat jelas menolak perilaku ini, tapi tidak meminggirkan pelakunya. Menurut dia, penolakan telah ditekankan oleh Sri Paus Fransiskus dalam berbagai kesempatan, bahwa Gereja Katolik menolak perilaku apapun yang bertentangan dengan hukum kodrat.

"LGBT dan perilaku penyimpangan seksual melanggar hukum kondrat, tapi pelakunya tetap harus kita bina dan lindungi karena mereka bagian dari ciptaan Tuhan juga," kata dia dalam diskusi 'Bahaya LGBT Bagi Tatanan Sosial-Budaya Bangsa Indonesia' di komplek Parlemen, Rabu (24/2).

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +