Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

DPD Minta Kemendagri Publikasikan 3.143 Perda yang Dibatalkan

DPD Minta Kemendagri Publikasikan 3.143 Perda yang Dibatalkan

Polemik pembatalan 3.143 perda yang dianggap bermasalah oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus bergulir terutama pembatalan Perda yang dianggap bernuansa intoleran. Agar kebijakan pembatalan ini bisa menjadi wacana yang konstruktif dan tidak menjadi isu yang liar, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta Kemendagri mempublikasikan 3.143 Perda yang dibatalkan beserta alasan pembatalannya ke publik.

Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengungkapkan, saat ini di masyarakat, isu soal pembatalan Perda sedang hangat dibicarakan terutama pembatalan Perda yang dianggap intoleran oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, Fahira mengatakan, dirinya dibanjiri pertanyaan masyarakat, apakah Perda yang melarang total miras seperti yang ada di Cirebon dan Papua juga dibatalkan. Untuk itu dirinya meminta Kemendagri mempublikasian Perda-Perda yang dibatalkan.

“Jujur, saya tidak bisa menjawab (apakah perda pelarangan total miras dibatalkan) karena hingga hari ini saya kesulitan mendapatkan nama-nama Perda yang dibatalkan. Harusnya, tak lama setelah diumumkan Presiden, Kemendagri lewat websitenya mempublikasikan daftar Perda yang dibatalkan beserta penjelasan kenapa dibatalkan, peraturan lebih tinggi yang mana yang dilanggar perda tersebut, sehingga jelas. Inikan (daftar perda yang dibatalkan) sudah jadi informasi publik, dan sesuai UU KIP harus diumumkan. Kita minta Kemendagri jalankan perintah UU KIP,” ujar Fahira di Jakarta (16/6).

Selengkapnya…

Ivan Haz Terserat Kasus Narkoba Kembali

Ivan Haz Terserat Kasus Narkoba KembaliLegislator Partai Persatuan Pembangunan yang menjadi tersangka penganiayaan pembantunya itu diduga membelinya dari prajurit kostrad.

Pertengahan Februari 2013, nama Ivan Haz mencuat karena beredar kabar dia ikut ditangkap dalam penggerebekan kasus narkoba yang juga melibatkan Ibra Azhari (adik artis Ayu Azhari).

Kasus itu terjadi kembali pada saat ini, anggota dewan ini diduga membeli narkoba dari salah satu anggota Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), yang terduga jaringan narkoba di perumahan Kostrad.

Informasi selengkapnya di Koran Tempo edisi Kamis, 25 Februari 2016.

Sikap ICMI terhadap LGBT

IMG-20160227ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia) menggelar konfrensi pers terkait sikap ICMI terhadap LGBT.

Masing-masing mempunyai argumen mulai dari Ketua Koordinasi Pengembangan Profesionalitas Tenaga Kerja ICMI, yaitu Fahira Fahmi Idris, dilanjutkan Ketua Koordinasi Perempuan dan Perlindungan anak ICMI,  Andi Yuliani Paris, kemudian Wakil Ketua Umum ICMI, Sri Astuti Buchori, kemudian kwtua perlindungan anak dan remaja Ust Asrorun Ni'am.

IMG-20160226Inilah sebagian argumen dari mereka yang terikat dalam organisasi ICMI Andi yuliana mengatakan saat ini ramai dperbincangkan masalah LGBT dan masyarakat dminta lebih arif dalam menyikapi hal tersebut jangan dikucilkan dan di keraskan bagaimanapun mereka anak bangsa.

Wakil Ketua ICMI, Sri astuti mengungkapkan, LGBT itu suatu yang harus ditolong dan diatasi bersama.

Kemudian Kapolri Jendral Polisi, Badrudin mengatakan kaum LGBT jangan melakukan propaganda terhadap masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menyutujui kaum LGBT. Jika LGBT ini hadir di Indonesia ditakutkan terjadinya kekerasan dan keresahan di masyarakat.

Luhut: Perlu Pendekatan Agama dalam Menangani LGBT

IMG-20160225Menko Polhukam  Luhut Pandjaitan ikut berbicara mengenai Gay, Lesbian, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Ia mengatakan perlu pendekatan keagamaan dalam menangani LGBT.

Ia sangat tidak setuju kalau orang dengan LGBT dihukum dengan cara dibunuh atau usir. Semua perlu pencerahan agama dan psikologik.

Luhut menilai kalau memang LGBT berbeda dengan norma yang ada, mestinya pemerintah membantu menyadarkan mereka yang terjerumus dalam lingkaran itu dan membantu mereka kembali pada fitrahnya.

Selengkapnya…

Gay Kulit Hitam Lebih Rentan Tertular HIV

7899032674_9eabd1e651_zSebuah studi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Center for Disease Control and Prevention (CDC) memprediksi hampir setengah dari pria kulit hitam gay dan biseksual di Amerika Serikat terdiagnosa HIV dalam hidup mereka. Secara keseluruhan, pria gay dan biseksual memang menghadapi risiko tertinggi terdiagnosia HIV. 

Seorang pria yang berhubungan seks dengan laki-laki 79 kali lebih mudah terserang virus yang tidak dapat disembuhkan tersebut daripada pria heteroseksual.

Namun, ras dan etnis juga memainkan peran penting. Setengah dari pria gay, Afrika-Amerika biseksual, dan seperempat dari pria gay dan Hispanik biseksual akan terdiagnosa HIV dalam hidup mereka. Sedangkan peluang untuk gay  dan biseksual kulit putih memiliki kemungkinan yang jauh lebih rendah, yakni 1 berbanding 11 orang.

Selengkapnya…

Gereja Katolik Tolak Pernikahan Sesama Jenis

Rainbow_flag_breezeSemua agama di dunia menolak perilaku menyimpang dan gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Selain Islam, agama Katolik menjadi salah satu yang telah gencar melarang perilaku penyimpangan seksual ini di dunia.

Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia, Romo Edy Purwanto mengatakan, sikap Gereja Katolik dunia sangat jelas menolak perilaku ini, tapi tidak meminggirkan pelakunya. Menurut dia, penolakan telah ditekankan oleh Sri Paus Fransiskus dalam berbagai kesempatan, bahwa Gereja Katolik menolak perilaku apapun yang bertentangan dengan hukum kodrat.

"LGBT dan perilaku penyimpangan seksual melanggar hukum kondrat, tapi pelakunya tetap harus kita bina dan lindungi karena mereka bagian dari ciptaan Tuhan juga," kata dia dalam diskusi 'Bahaya LGBT Bagi Tatanan Sosial-Budaya Bangsa Indonesia' di komplek Parlemen, Rabu (24/2).

Selengkapnya…

Pakar Neuropsikologi: Struktur Otak Pelaku LGBT Berbeda dengan Heteroseksual

wikimedia.orgPerilaku homoseksual pada LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) terbentuk bukanlah dari faktor biologis, lingkunganlah yang membentuk perilaku seperti ini baik sadar atau tidak sadar. Ketika seseorang menemukan rasa nyaman dengan perilaku LGBT, kemudian secara sendirinya sistem saraf dan struktur otak perilaku LGBT juga berubah.

Psikolog Ihsan Gumilar mengungkapkan riset terbaru pada bagian tertentu struktur otaknya bereda dari orang normal berperilaku heteroseksual. Bagian struktur otak tersebut adalah Amygdala, yang akan merespon berbeda terhadap setiap interaksi setiap perilaku sesama jenis. Amygdala merupakan bagian otak yang mempengaruhi emosi seseorang.

"Dalam salah satu percobaan melalui CTscan, pelaku Lesbian diperlihatkan gambar wanita telanjang maka Amygdalanya akan membesar, begitu pula bila gay diperlihatkan gambar pria telanjang. Hal ini tidak dijumpai pada orang Heteroseksual di mana Amydalanya akan membesar bila diperlihatkan gambar lawan jenis," kata dia, dalam diskusi 'Bahaya LGBT Bagi Tatanan Sosial-Budaya Bangsa Indonesia'  di Parlemen Rabu (24/2).

Selengkapnya…

Korban Miras Oplosan Terus Bertambah

beer-199650_640Polisi menetapkan sepasang suami istri berinisial Sas dan Sr sebagai tersangka dalam kasus pembuatan dan peredaran minuman keras (miras) oplosan yang merenggut nyawa 20 orang. Tidak hanya korban tewas, tujuh orang lain dalam kondisi kritis akibat menenggak miras oplosan itu. Sebelumnya, korban tewas ialah 17 orang dan 10 orang kritis.

Hal itu diungkapkan Kapolres Sleman, Ajun Komisaris Yuliyanto, di Sleman, kemarin. Miras produksi suami istri warga Caturtunggal, Sleman, itu diduga terbuat dari alkohol murni yang dicampur dengan air dan perisa buah-buahan untuk memunculkan aroma dan aneka rasa buah. Akibat perbuatan mereka, Sas dan Sr diperiksa di Kantor Polres Sleman.

"Kedua tersangka sempat dibawa ke Polresta Yogyakarta karena korban berasal dari Kota Yogyakarta dan melihat locus delicti mereka menenggak miras. Namun, karena lokasi pembuatan dan penjualan miras oplosan dilakukan di rumah kedua tersangka, mereka diserahkan ke Polres Sleman untuk diperiksa," terang Yuliyanto.

Selengkapnya…

‘HAM tak Bisa Dijadikan Kedok untuk Gerakan LGBT’

3653553326_ccec9b1d7a_zBagi kelompok pembela LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) berlindung di balik Hak Asasi Manusia (HAM). Padahal, dalam konteks HAM di konstitusi Indonesia, HAM memiliki batasan, tidak bertentangan dengan moral dan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.

Direktur Eksekutif Solidarity Network for Human Rights (SNH) Advocacy Center, Sylvia Abdul Hamid, mengatakan, LGBT yang berlindung di bawah payung HAM harus menyadari batasan yang ada dalam konstitusi di Indonesia.

"Jelas HAM memiliki batasan, di mana batasannya adalah tidak boleh bertentangan dengan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum," ujar dia kepada Republika.co.id, Jumat (12/2).

Sylvia mengatakan, Indonesia memang bukan negara yang berdasarkan agama, melainkan Pancasila yang jelas menyatakan dalam sila pertamanya "Ketuhanan Yang Maha Esa". Dengan demikian, jelas nilai-nilai agama menjadi penjaga sendi-sendi konstitusi dalam mewujudkan kehidupan demokratis bangsa Indonesia.

Selengkapnya…

DPRD: LGBT Penyimpangan Moral

18663658234_964ecd1d49_zFenomena kemunculan komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Sumut khususnya Kota Medan, mendapat perhatian serius dari kalangan legislator yang duduk di DPRD Medan.

Menurut Sekretaris Fraksi PPP DPRD Medan, Irsal Fikri, menjamurnya komunitas seperti LGBT ini karena kurangnya pemahaman agama yang ditanamkan orangtua kepada generasi muda dilingkungan keluarga.

Anggota dewan yang duduk di Komisi B DPRD Medan menyayangkan kehadiran komunitas menyimpang tersebut. Sebab baginya, kehadiran komunitas ini adalah kemunduran moral anak bangsa.

“Orang tua harus memberikan pemahaman agama yang kuat kepada anak-anak mereka. Jangan sampai kemunculan komunitas ini menjadi ciri khas dari Kota Medan. Sebagai parpol yang berlandaskan Islam, PPP akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui BKPRMI, ormas Islam dan sayap partai tentang pemahaman LGBT adalah penyakit yang meniyimpang,” ungkapnya kepada Waspada Online, Kamis (11/2).

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +