Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Keseruan Outbond Puskesmas Kota Bekasi bersama Madani Training Centre

Keseruan Outbond Puskesmas Kota Bekasi bersama Madani Training Centre

madanionline(dot)org – Kegiatan luar ruangan atau outdoor activities sangat diperlukan dalam sebuah instansi pemerintahan atau swasta. Hal tersebut sangat berguna dan bermanfaat untuk melepas penat dan menciptakan social bounding antarkaryawan dan atasan. Bentuk kegiatan luar ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan yang terpenting tidak membebankan karyawan. Baik biaya maupun waktu.

Madani memiliki wadah bernama MTC (Madani Training Centre) yang dapat membentuk, menyiapkan, dan memfasilitasi kegiatan tersebut menjadi lebih luar biasa. MTC memberikan pelayanan outbound dengan menyisipkan nilai-nilai motivasi di setiap kegiatan yang dihadlenya.

Memberikan keseruan dalam rafting (arum jeram) dan memberi pendampingan yang luar biasa saat pendakian gunung. MTC juga memiliki pembicara dan motivator yang hebat, bahkan MTC dipercaya oleh Kementrian Industri dan Tenaga Kerja untuk memberikan motivasi kepada korban bencana di Palu Sulawesi Tengah.

MTC sudah dipercaya untuk menjalankan acara-acara tersebut di banyak instansi negara maupun swasta, seperti di SRENUM TNI, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Yayasan Pendidikan Pusaka Nusantara, Kimia Farma apotik se-Bekasi, Sekolah-Sekolah Dasar di Jakarta Timur, dan berbagai instansi lainnya.

Sejak 2014, MTC sudah dipercayakan menjadi mitra untuk puskesmas se-Kota Bekasi untuk menjalankan kegiatan outdoor. Baik di dalam atau di luar negeri. Dalam waktu dekat ini pun kembali Dinas Kesehatan Kota Bekasi meminta MTC untuk mendampingi kegiatan Glamping di daerah Cidahu Sukabumi.

Semoga kemitraan ini terus bisa dijalin dan MTC bisa bermitra dengan instansi lain dan selalu profesional.

Salam Hebat.

Penulis : Bro Yudho (Direktur MTC)
Editor : Mohamad Istihori

Program Tes VCT untuk Pencegahan Virus HIV

Program Tes VCT untuk Pencegahan Virus HIV

madanionline(dot)org – VCT adalah Voluntary Counselling and Testing. Diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS). Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi individu yang terpapar virus HIV/AIDS.

VCT bisa dilakukan di puskesmas, rumah sakit, maupun klinik penyedia layanan VCT. HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan global yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang. Adanya VCT sangat berperan dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah meluncurkan panduan VCT yang berguna dalam mendeteksi dan menangani HIV secara global. Pedoman tersebut kemudian diterapkan di berbagai negara, khususnya negara berkembang.

Pada prinsipnya VCT bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Artinya, hanya dilakukan atas inisiatif dan persetujuan seseorang yang datang pada penyedia layanan VCT untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan pun terjaga kerahasiaannya.

Tes VCT selalu dilakukan di Yayasan Pusat Rehabilitas Madani Mental Health Care, dilakukan hanya pada santri-santri dengan Diagnosa Naza, karena dengan pemakaian dan perilaku yang menyimpang selalu terjadi pada pasien-pasien NAZA.

Madani selalu rutin melakukan tes VCT selama masa program, biasanya dilakukan pada santri yang sudah menjalani tiga bulan masa rehabilitasi atau sedang menjalani masa rehabilitasi. Dilakukan dengan sukarelawan dan persetujuan antara pasien dan keluarga klien. Karena tes VCT merupakan program dari Madani.

Madani melakukan tes VCT untuk mencegah penyebaran virus pada klien-klien yang terindikasi terkena HIV pada klien dengan diagnosa NAZA.

Penulis : Andriyan Lutfi Arif. S. Kep
Editor : Mohamad Istihori

Meningkatkan Efektivitas Panti Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Meningkatkan Efektivitas Panti Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

madanionline(dot)org – Kegiatan Uji Publik Hasil Penelitian PUSLITDATIN (Pusat Penelitian, Data, dan Informasi) BNN (Badan Narkotika Nasional) digelar pada 05 Desember 2019 di Hotel Kartika Chandra bekerjasama dengan LIPI memaparkan antara lain hasil survei 2018 di 13 ibukota provinsi.

Pertama, angka prevalensi penyalahguna narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dalam satu tahun terakhir adalah 3,2% (2,297,492 orang) dan pekerja 2,1% ( 1.514.037 orang).

Kedua, lima jenis narkoba terbanyak dikonsumsi satu tahun terakhir : Ganja (65%), Shabu (38%), Ekstasi (18,7%), pil koplo (14,6%), dan dextro (6,4%).

Madani sebagai salah satu dari lima lembaga masyarakat yang diundang dalam kegiatan ini menyampaikan pandangannya dalam sesi tanya-jawab tentang perlunya peningkatan efektivitas tempat rehabilitasi masyarakat.

Selain itu, Panti Rehabilitasi narkoba Madani Mental Health Care mengharapkan agar BNN mampu mengatur para “mafia” rehabilitasi yang memeras dan memanfaatkan klien atau anggaran untuk kepentingan pribadi.

Berikut adalah kesimpulan lengkapnya:

  1. Angka prevalensi pengguna narkoba setahun terakhir sebesar 1,8%.
  2. Lima provinsi penyalahguna narkoba tertinggi: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, dan DI Yogyakarta.
  3. Kebiasaan merokok, nongkrong malam, dan bermain game merupakan perilaku paling berisiko terhadap penyalahgunaan narkoba.
  4. Angka penyalahgunaan narkoba laki-laki lebih besar daripada perempuan.
  5. Kelompok responden penyahguna yang terbesar berasal dari kelompok yang bekerja dan yang menganggur.
  6. Usia pertama kali menggunakan narkoba berkisar 17-19 tahun.
  7. Pengguna narkoba terbanyak berada di usia produktif (35-44) tahun.
  8. Lima jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi selama satu tahun terakhir yaitu: ganja, shabu, pil koplo, dan dextro.
  9. Hubungan pertemanan menjadi sumber utama perolehan narkoba.
  10. Alasan pertama kali memakai narkoba terutama karena coba-coba dan ajakan atau bujukan teman.
  11. Ceramah/penyuluhan dianggap cara paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.
  12. Televisi dan media sosial merupakan media yang dianggap paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.
  13. Rehabilitasi merupakan cara utama yang dianggap paling tepat dalam penanganan penyalahguna narkoba.

Dalam rundown acara, kegiatan dimulai pukul 08.30 sampai 14.00 WIB.

Penulis : Ginanjar Maulana
Editor : Mohamad Istihori

Belajar Bersama Keutamaan Sholat Dhuha di Madani

Belajar Bersama Keutamaan Sholat Dhuha di Madani

Madanionline(dot)org – Pagi ini, Kamis, 5 Desember 2019 sebanyak 11 santri (pasien) di Panti Rehabilitasi Narkoba Madani Mental Health Care (MMHC) mengadakan sholat sunnah Dhuha dan Tobat secara berjama’ah mulai pukul 09:00 WIB sampai selesai.

Sehabis sholat, para santri

Madani mendapatkan ilmu tentang keutamaan sholat sunnah Dhuha dan Tobat. Di pagi hari ini keutamaan sholat sunnah Dhuha menjadi tema utama.

Hikmah melaksanakan Sholat Dhuha. Antara lain, setiap tulang sendi menjelang pagi itu memerlukan sedekah, maka untuk itu tasbih itu sedekah, tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, dan setiap takbir itu adalah sedekah maka semua perbuatan itu sama halnya dengan dua roka’at sholat Dhuha.

Diceritakan di sebuah hadist  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat”.

Beliau bersabda, “Kerjakanlah shalat Shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil”.
(HR. Muslim)

Jadi sebagai penutup dan inti dari sholat Dhuha ini ialah kerjakanlah sholat Dhuha. Insya Allah akan jadi kunci rezeki sepanjang hari.

Penulis : Rudi Pardomuan Dongoran
Editor : Mohamad Istihori

Madani Terus Berevolusi

Madani Terus Berevolusi

(Reportase Milad Madani XX 2019)

madanionline(dot)org – Senin, 11 November 2019 merupakan sebuah hari yang sangat spesial bagi Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC). Madani kini sudah genap berusia 20 tahun. Dalam rangkaian peringatan Milad Madani XX 2019 kali ini diadakan di Pendopo Madani dengan dihadiri seluruh staf, santri, alumni ustadz, alumni santri, dan para undangan lainnya.

Penampilan bermusik para santri Madani ikut menyambut perayaan Milad Madani tersebut. Pak De Agus sebagai Penasihat Madani memberikan semangat kepada Madani untuk terus memupuk setiap perbuatan baik. Sekecil apapun itu. “Berbuat baik meski sedikit untuk masyarakat. Semoga Madani selalu eksis dalam melayani masyarakat,” ujar Pak De Agus.

Pembina Yayasan Madani Mental Health Care, Ust. Darmawan, SAg. memberikan cerita nostalgia mengenai sejarah Madani. Termasuk sejarah beberapa ustadz Madani yang sebelum masuk Madani dalam keadaan kurus, kering, dan gondrong kini setelah beberapa lama mengabdi di Madani penampilannya sudah berubah 180 derajat, “Kini ustadz tersebut sudah gemuk, subur, dan rambutnya rapih,” ujar UsDar disambut gelak tawa para hadirin.

Ketua Yayasan Madani Mental Health Care, Ust. Ginanjar memberikan sebuah pertanyaan, “Apa menu makanan di Madani yang kalau makanan tersebut disebut maka Anda akan langsung teringat pada Madani?” Para hadirin memberikan jawaban beragam, ada yang menjawab jengkol, sayur asem, dan beragam menu khas Madani lainnya. Selengkapnya…

Madani Menghadiri Rakor IPWL Regional II

Madani Menghadiri Rakor IPWL Regional II

madanipress(dot)org – Samsuludin, MA. Si. sebagai Deputi Rehabilitsi Madani Mental Health Care (MMHC) menghadiri acara Rapat Koordinasi Lembaga IPWL Regional II yang dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan 31 Oktober 2019 di Hotel Permata Bogor.

Adapun tujuan dari acara Rakor (Rapat Koordinasi) ini untuk evaluasi dan sosialisasi pentingnya koordinasi antar tempat rehabilitasi untuk meningkatkan pelayanan.

Pada hari pertama acara dibuka oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial RI memberikan arahan pentingnya setiap IPWL memenuhi standar layanan yang sudah ditetapkan oleh kemensos.

Beliau juga memberikan gambaran ke depan IPWL harus banyak membangun jaringan dengan berbagai profesi dan lembaga yang beliau sebut sebagai Rehabilitasi Sosial Napza yang holistik dan sistematis.

Pada hari kedua pemateri dari STKS Bu Yane dan Bu Yuti menyampaikan teori jaringan dan manajemen rehabilitasi. Bahwa ke depan rehabilitasi harus mempu mengimbangi tantangan zaman dengan model pendekatan yang harus terus terbarukan.

Pada hari ketiga dilanjutkan dengan diskusi dari Direktorat Napza tentang kebijakan ke-SDM-an dan teknis pelaksanaan serta mengingatkan pentingnya mengikuti standar yang sudah dilakukan.

Pada materi terakhir disampaikan oleh Itjen. Kemsos Bapak H. Hasbullah bahwa fungsinya sebagai mitra IPWL untuk memastikan program rehabilitasi sesuai dengan juknis, target dan hasil, mimastikan kinerja, kelengkapan laporan dari aspek akuntabilitas meliputi kecukupan, kelengkapan dan keabsahan.

Pesan beliau jadikan usaha yang dilakukan IPWL sebagai sebuah ibadah yang tidak hanya dipertangungjawabkan di dunia juga di akhirat. (samsul)

Jadi Suami-Istri Tidak Hanya Sampai Mati

Jadi Suami-Istri Tidak Hanya Sampai Mati

(Pesan Pernikahan untuk Taufik dan Nisah pada Sabtu, 19 Oktober 2019)

Oleh : Mohamad Istihori

Agenda akhir pekan saya bersama keluarga kali ini adalah menghadiri pernikahan Taufik-Nisah. Ada beberapa pilihan untuk berangkat ke lokasi. Pertama, dari rumah ke Madani. Lalu, dari Madani baru berangkat bersama-sama rombongan mempelai laki-laki. Kedua, sempat terbesit dalam pikiran saya ingin berangkat kondangan naik Trans Jakarta. Dan, ketiga sebagaimana biasa, naik motor.

Setelah beberapa lama berpikir akhirnya saya mengambil keputusan untuk berangkat kondangan naik motor. Sayangnya saya melupakan alternatif keempat, berangkat kondangan bareng Bro Yudho. Hal tersebut baru terpikirkan setelah saya bertemu dan berbincang dengan Bro Yudho di lokasi pernikahan Taufik-Nisah.

Begitu sampai di lokasi saya parkirkan motor saya di halaman sebuah musholla yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi kediaman Mbak Nisah. Resepsi penerimaan rombongan mempelai pria dilakukan dengan memiliki Budaya Betawi yang sangat kental.

Dimulai dari mengarak rombongan mempelai pria dengan rebana, berbalas pantun Betawi, palang pintu, dan berbagai prosesi penerimaan lainnya yang berjalan dengan segar, lucu, namun tetap memiliki bobot pesan untuk kedua calon pengantin khas Budaya Betawi. Selengkapnya…

Madani Tebar Kurban Hingga Desa Jasinga

Madani Tebar Kurban Hingga Desa Jasinga

Madanionline(dot)org – Yayasan Madani Mental Health Care menyampaikan amanah kurban ke masyarakat sekitar Madani di Jakarta pada 11 Agustus 2019 dan ke Desa Sipak, Jasinga, Bogor pada 12 Agustus 2019.

Ust. Nurhasanuddin sebagai ketua panitia kurban Madani, menyampaikan hewan kurban yang didistribusikan ke Desa Sipak, Jasinga, Bogor berupa empat ekor sapi dan tiga ekor domba.

“Madani menyebarkan paket hewan kurban sebanyak 1.100 paket ke delapan desa. Pada Idul Adha tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sasaran penyebaran paket daging kurban adalah anak yatim, janda, dhu`afa, fakir, dan miskin,” ujar Ust. Hasan dalam pesan singkatnya melalui WA pada 13 Agustus 2019.

Dia menyampaikan sebelum acara penyembelihan hewan kurban Desa Sipak, Jasinga, Bogor memiliki tradisi dengan menyelenggarakan selamatan (ngariung) yang dihadiri oleh para kiai, sesepuh, dan para ustadz yang berada di sekitar Desa Sipak, Jasinga Bogor.

“Sejak pagi acara ngariung sudah dimulai. Sehingga pada pukul 07.00 WIB acara penyembelihan hewan kurban pun sudah bisa diselenggarakan. Ada 50 orang warga desa yang turut membantu panitia kali ini. Pembagian paket daging kurban dimulai pada pukul 13.00 s/d 15.00 WIB,” ujarnya sambil menyudahi pesan yang ia sampaikan. (Istihori)

Mengasah Kemandirian Santri Madani Melalui Psikoterapi

Mengasah Kemandirian Santri Madani Melalui Psikoterapi

madanionline(dot)org – Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care (MMHC) kembali menggelar agenda kemandirian santri di Madani 2, pada 2 s/d 7 September 2019 di Desa Jasinga, Bogor.

Beragam kegiatan diberikan. Di dalam setiap kegiatan senantiasa dimasukkan beragam unsur terapi.

Kegiatan seperti Motivasi dan Games Terapi, BBQ, Wisata Sungai dan Jelajah Alam Pedesaan, Berkebun, serta Berenang mengandung unsur terapi psikososial.

Sedangkan kegiatan semisal Renungan (Muhasabah) dan Tadabbur Alam mengandung unsur terapi psikospiritual.

Semua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melatih kemandirian, kekuatan mental, dan spiritual seluruh peserta melalui media alam. (Yuki & Istihori)

Membangunkan MaPress dari Tidur Panjang

Membangunkan MaPress dari Tidur Panjang

(Catatan Kecil Bukber Asatidz Madani pada Rabu, 30 Mei 2019)

#1

Di antara sekian banyak ujung tombak Madani, salah satunya adalah MaPress (Madani Press). Masalahnya sekarang MaPress ini sedang mengalami kevakuman dan tumpul dalam menghasilkan berbagai karya tulis yang diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui media online.

Masalah utama kevakuman dan ketumpulan MaPress adalah saya sendiri. Bukan orang lain. Bukan siapapun. Bukan pihak manapun. Namun, bagaimanapun saya tidak akan mampu bekerja sendiri untuk “membangunkan” kembali MaPress dari tidur panjangnya.

Saya hanya mengajak para pejuang Madani untuk kembali menghidupkan dan meningkatkan kembali menulis kita yang dulu pernah sangat membara dan menggebu-gebu. Semua kita lakukan demi kejayaan MaPress di masa yang akan datang.

#2

Sesi II Bukber Asatidz Madani dimulai dengan penyampaian berbagai sambutan. Ust. Darmawan (UsDar) menyampaikan dalam sambutannya bahwa menurunnya jumlah pasien saat ini harus disikapi dengan positif. Berkurangnya jumlah pasien merupakan peluang bertambahnya waktu luang untuk meningkatkan budaya membaca dan belajar.

Dalam sambutannya UsDar juga mengajak kepada seluruh pejuang Madani untuk menjadi “ulet bulu” yang mampu menghidupi pohon dan bukannya malah menjadi “ulet bulu” yang numpang hidup dari pohon tersebut.

#3

Sejalan dengan UsDar yang mengajak untuk memanfaatkan waktu luang dengan membaca dan belajar, Mbak Ana (Psikolog di Madani) juga menghimbau supaya seluruh pejuang Madani mampu untuk meningkatkan kualitas dengan cara belajar dan belajar.

#4

Dimas yang bertugas di Madani sebagai perawat sangat mengapresiasi suasana kekeluargaan yang sangat kental di Madani.

“Suasana kekeluargaan Madani-lah yang membuat saya sebagai orang baru menjadi lebih cepat beradaptasi dan merasa nyaman bekerja di Madani.”

*Mohamad Istihori, Kamis, 04 Juli 2019.

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +