Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Arah Baru Pendekatan Terapi dan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Arah Baru Pendekatan Terapi dan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

(Laporan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan MI dan CBT)

BNNP DKI Jakarta melaksanakan program penguatan Konselor Adiksi Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat se-DKI Jakarta. Acara tersebut dilaksanakan pada 3-7 September 2018 di Ibis Hotel Cawang Jakarta.

Ust. Samsuludin dan Ust. Nurhasanudin merupakan perwakilan dari Madani Mental Health Care (MMHC). Tujuan acara tersebut untuk meningkatkan kemampuan konselor dalam memadukan teknik konseling dan terapi, sehingga proses terapi lebih terarah dan terukur.

dr. Diah (Mantan Direkur Bidang Rehabilitasi BNN) menyampaikan, telah terjadi perubahan signifikan dalam dunia rehabilitasi narkoba. Perubahan dari jenis zat, alasan penggunaan, dan model pendekatan terapi. Ia menyampaikan, “Jika konselor Adiksi tidak mampu menyesuaikan, maka siap-siaplah menjadi “DINOSAURUS” yang punah ditelan zaman.

Perubahan yang terjadi dalam treatment rehabilitasi yang saat ini menjadi arah baru rehabilitasi di Indonesia dan di dunia. Rehabilitasi dengan pendekatan INDIVIDUAL TREATMENT menjadi pembaharu program dengan layanan yang TERPADU, sehingga berbagai kebutuhan masalah yang dihadapi klien dapat terbantu. Bahkan ke depan REHABILITASI BERBASIS KELUARGA dirancangan menjadi pendekatan unggulan.

Kesimpulan materi Metode Motivasi Interviewing. Bahwa metode ini dapat dilakukan pada sesi konseling untuk memberikan penilaian dan meningkatkan motivasi klien untuk merencanakan program terapinya.

Adapun CBT dapat efektif digunakan untuk dijalankan dalam program rawat inap (ranap) atau program rawat jalan (rajal). Sebagai upaya untuk membantu klien menemukan masalah dan membantu klien untuk mengambil keputusan-keputusan dalam proses pemulihan dan menjaga dari trigger (pemicu) kekambuhan dengan berbagai macam teknik dan latihan.

Dengan Pelatihan ini, MADANI MENTAL HEALTH CARE, yang telah lama menerapkan sebagian prinsip INDIVIDUAL TREATMENT menjadi lebih kaya dalam ragam terapi dan menjadi pemacu untuk menggaungnya LAYANAN KONSULTASI TERPADU MADANI, yang menawarkan pilihan-pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan Klien.

Oleh SAMSULUDIN, MA.Si

Penelitian Cepat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Kemensos RI di Madani

Penelitian Cepat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Kemensos RI di Madani

madanionline.org – Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Kementrian Sosial Republik Indonesia mengadakan kunjungan ke Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MMHC) pada Rabu, 8 Agustus 2018.

Sebagai salah satu IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) unggulan di Indonesia, Madani menjadi wadah penelitian cepat (quick research) mengenai keberfungsian sosial penyalahgunaan napza (narkoba) pasca rehabilitasi sosial.

Dengan adanya kegiatan tersebut Madani pun mendelegasikan salah Staf Divisi Rehabilitasi dan salah satu kliennya. Mereka mendapatkan penerimaan manfaat dan menuntaskan program pasca rehabilitasi (after care).

Selain itu, penelitian ini juga bertujuan sebagai uji validitas dan uji ukur alat yang digunakan Pusat Penelian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Kementrian Sosial Republik Indonesia tersebut. (Bro Indra Wirasetya)

21 Siswa PAUD Asy Syifa Diwisuda

21 Siswa PAUD Asy Syifa Diwisuda

madanionline.org – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Asy Syifa mewisuda 21 siswa angkatan 2017/2018 di Desa Sipak, Jasinga, Bogor pada Selasa 19 Juni 2018.

Acara wisuda digelar di halaman PAUD Asy Syifa. Para peserta wisuda turut menyemarakan acara dengan busana daerah yang mereka kenakan. Hal ini sekaligus menjadikan pembelajaran langsung bagi mereka untuk mengenal keragaman pakaian daerah di Indonesia.

Para orang tua siswa, Ketua Himpaudi Jasinga, Ketua gugus, pengelola, tutor dari PAUD lain, dan masyarakat setempat turut menghadari acara wisuda kali ini.

Siswa terbaik dilihat dari Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) dan kerajinan anak dari kehadiran. Salah seorang wali siswa memberikan pesan, “Untuk ke depannya PAUD As Syifa semoga lebih baik lagi dari tahun sekarang dan lebih banyak  muridnya.”

Ia juga memberikan kesan bahwa wisuda kali ini lebih kental jalinan kekompakan antara orang tua siswa dengan para gurunya. (Moeis)

Proses Penguatan Kompetensi SDM Madani Gelombang Pertama

Proses Penguatan Kompetensi SDM Madani Gelombang Pertama

madanionline.org – Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah pelayanan yang ada di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care (MMHC), maka semakin diperlukan pula peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)-nya.

Kang Gyn didaulat menjadi narasumber kegiatan penguatan kompetensi ini. Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang digelar Madani. Untuk itulah Deputi SDM Madani kembali berinisiatif menggelar penguatan kompetensi SDM dan staf pemberi layanan (konselor dan peksos) di Madani.

Acara digelar di Studio Madani pada Selasa, 10 Juli 2018 dengan materi penilaian (assessment) Addiction Severity Index (ASI) atau Indeks Keparahan Kecanduan dan komunikasi efektif.

Acara penguatan kompetensi ini dibagi dua gelombang. Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan tugas dan kehadiran para staf Madani. Seluruh peserta mengikuti gelombang pertama kali ini dengan penuh semangat dan partisipasi aktif.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para konselor Madani dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh klien sekaligus menjadi ladang dakwah bagi para Mujahid Madani dalam menjalani pengabdiannya kepada masyarakat luas. (Moeis)

Kegembiraan Tingkat Tinggi dalam FG Madani di South Lake, Bekasi

Kegembiraan Tingkat Tinggi dalam FG Madani di South Lake, Bekasi

madanionline.org -Berkumpul merupakan sebuah acara yang begitu menggembirakan. Ditambah lagi jika berkumpulnya bersama orang-orang yang kita cintai. Bersama keluarga. Keluarga yang bukan hanya karena berdasarkan keturunan namun juga berdasarkan nilai-nilai perjuangan.

Plus lagi acara kumpul (gathering) tersebut diadakan di sebuah tempat yang sudah sejak awal dimodifikasi sedemikian rupa untuk menampung berbagai event-event kumpul bersama.

Kegembiraan bertingkat itulah yang begitu terasa dalam acara bertajuk Family Gathering (FG) Keluarga Besar Madani. Tahun ini, FG Madani digelar di South Lake, Mutiara Gading City, Bekasi pada Sabtu, 23 Juni 2018.

Sebagian besar peserta sudah berkumpul di aula pertemuan sebelum acara dimulai. Ada peserta yang membawa keluarganya dengan lengkap (suami, istri, dan anak-anak), ada juga suami yang membawa anaknya tanpa didampingi istri, dan beberapa pejuang Madani yang hidupnya masih belum dipertemukan Allah oleh jodoh mereka masing-masing.

Selengkapnya…

Berkunjung ke PAUD as Syifa

Berkunjung ke PAUD as Syifa

madanionline.org – Sudah agak lama Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care tidak mengajak para pasiennya untuk berkunjung ke PAUD asy Syifa di Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

Tiga pasien Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care dengan didampingi Konselor Madani berkunjung ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) asy Syifa di Desa Sipak, Jasinga, Bogor pada Jum’at (15/12). Mereka berbaur dengan anak-anak tersebut.

Tiga santri tengah berbagi
Dalam kunjungan tersebut mereka diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi cerita serta kepada para murid PAUD asy Syifa. Ust. Hasan selaku koordinator kunjungan tersebut sebelumnya berkoordinasi dengan Kepala Sekolah PAUD, Ibu Ciah sesuai arahan Ketua Yayasan Madani Mental Health Care. PAUD asy Syifa usai proses belajar-mengajarnya sekitar pukul 10.00 atau 11.00 WIB.

Usai kunjungan ini para pasien tersebut mempersiapkan makan siang mereka sendiri. Selanjutnya, mereka pun bergegas ke masjid terdekat untuk melaksanakan ibadah wajib salat Jum’at berjama’ah.

Program ini sudah jauh-jauh hari dipersiapkan Madani sebelum kunjungan tersebut. Selanjutnya, program tersebut menunjukkan bahwa Madani merupakan sebuah panti rehabilitasi tanpa dinding yang membatasi para pasiennya. Meski dalam proses pemulihan pasien tetap memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar.

Mereka tetap diberikan pelatihan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama manusia. Belajar untuk terus memberikan manfaat bagi orang lain yang ada di sekitarnya. Selain dengan manusia, mereka juga dapat sekaligus menikmati keindahan dan kesejukan alam Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

(Mohamad Istihori)

Melembutkan Hati dan Ingat Mati

Melembutkan Hati dan Ingat Mati

(Catatan 6, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Tak terasa hari ini adalah hari kedua Madani Outbond Pulau Seribu. Seperti budaya pagi di Madani, pukul 04.00 WIB para santri Madani sudah ada yang terbangun untuk bersiap-siap melaksanakan sholat Shubuh berjama’ah.

Usai Shubuh Ust. Jami (UJams) memberikan kuliah Shubuh. UJams menjelaskan perihal gelar al Musthofa yang disematkan kepada Rosulullah Muhammad Saw. “Nabi Muhammad merupakan makhluk pilihan. Beliau sudah dijamin masuk surga. Namun pun demikian, beliau tetap menunjukkan ungkapan rasa syukurnya kepada Allah SWT sepanjang hidupnya,” ujar UJams.

(Foto 17 : Kuliah Shubuh dari UJams)

Selain pandai bersyukur, Nabi Muhammad Saw juga senantiasa memanjatkan istighfar (permohonan ampun) atas dosa yang pernah dilakukan. Padahal beliau sudah dijamin oleh Allah SWT dengan sifat al Ma`shum (terjaga dari perbuatan dosa).

Lalu, bagaimana dengan kita? Kita yang tidak memiliki jaminan masuk surga dan juga tak memiliki jaminan perlindungan dari dosa akan sangat mengherankan jika kita masih memiliki rasa malas untuk bersyukur dan beristighfar.

Maka sekalipun Rosulullah sudah meninggal dunia namun sunah beliau harus tetap dilakukan oleh manusia zaman now. Beliau pula yang harus menjadi tokoh idola utama dalam kehidupan kita di dunia.

UJam juga bercerita mengenai kisah singkat sahabat Nabi yang bernama Umar bin Khottab. UJams mengajak para jama`ah Shubuh untuk juga melembutkan hati dan selalu ingat mati. Setelah Shubuh acara dilanjutkan dengan senam pagi bareng Sabam Dindin.

(Foto 18 : Sabam Dindin)

Sarapan menjadi sebuah hal yang amat dinantikan sebagian peserta. Perut yang kosong sedari bangun tidur membuat panitia tidak perlu terlalu repot untuk mengajak mereka mengantri di meja makan yang sudah disediakan.

Usai mandi pagi dan berkemas, para peserta bergegas menuju dermaga untuk menjalani agenda berikutnya yaitu wisata keliling pulau pada pukul 09.00 WIB. Perjalanan wisata keliling pulau dimulai dengan menempuh perjalanan menuju Pulau Semak Daun yang ditemani oleh ombak besar. Kondisi ini sontak membuat jantung semua penumpang kapal menjadi berdebar-debar.

(Mohamad Istihori)

Mengkaji Diri Bareng Kang Gyn

Mengkaji Diri Bareng Kang Gyn

(Catatan 5, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Matahari perlahan tenggelam. Udara semakin dingin. Kami bergegas mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat Maghrib berjama’ah. Usai melaksanakan Maghrib berjama`ah, Sabam Dindin mengajak para peserta untuk melakukan beberapa gerakan pelemasan otot.

(Foto 14 : Sabam Dindin)

Kini para peserta lebih segar dan lebih siap untuk menerima ilmu yang akan disampaikan oleh Kang Gyn. Ia mengawali sesinya dengan mengajak para peserta untuk terapi teriak. Terapi ini bertujuan agar kita mampu melepas segala hal yang menjadi unek-unek dalam pikiran. Kita sering pula melihat orang yang melampiaskan emosi negatif yang sedang ia rasakan dengan berteriak.

“Sudahkah kita mengenal diri kita masing-masing?” tanya Kang Gyn.

“Kamu siapa?” Kang Gyn bertanya lagi.

Salah seorang peserta langsung menjawab dengan memberitahukan namanya.

(Foto 15 : Kang Gyn)

“Itu nama kamu. Kalo kamu siapa. Saya tanya kamu siapa. Bukan nama kamu siapa. Sama nggak kita dengan nama kita? Kalau ketika lahir orang tua kita memberi nama kepada kita dengan nama “Semplur”, apakah nama kita sekarang Semplur atau nama yang kita sebut barusan?” ujar Kang Gyn.

“Siapa kita sebenarnya?”

“Manusia!”

Selanjutnya Kang Gyn meminta kepada peserta untuk menunjuk manusia. “Coba silakan tunjuk oleh semua mana manusia?”

Kang Gyn menjelaskan dalam berbagai forum yang ia isi dan termasuk pada kesempatan kali ini, “Banyak di antara kita ketika ditanya, “Mana manusia?”, lebih banyak yang menunjuk ke arah orang lain dan lupa untuk menunjuk dirinya sendiri.”

Demikian pula ketika kita berbuat salah, kita memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain dan enggan untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Pembelajaran diri oleh Kang Gyn berakhir pada pukul 22.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan rapat evaluasi panitia hingga larut malam.

(Foto 16 : Panitia Punya Gaya)

(Mohamad Istihori)

Buku untuk “Manca”

Buku untuk “Manca”

(Catatan 4, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Ust. Rambe menyampaikan beberapa aturan mengenai jajan dan penekanan bahwa setiap peserta harus selalu didampingi oleh panitia ketika hendak pergi ke mana pun saja.

“Tata tertib yang ada di Madani sama dengan tata tertib di sini. Hanya saja di sini bedanya kita bergaul dan bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan yang berbeda dengan sebelumnya,” ujar Ust. Rambe.

(Foto 11 : Ust. Rambe)

Acara berlanjut pada program keliling pulau, mengunjungi penangkaran penyu. Dilanjutkan dengan pemberian buku kepada Taman Baca “Manca” Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ust. Harid sebagai Divisi Acara mengajak kepada para peserta dengan adanya program berbagi buku ini untuk terus produktif dalam berbagai dan membaca buku.

Penyerahan buku secara simbolis dilakukan oleh salah satu peserta outbond kepada penjaga perpustakaan Taman Buku “Manca”. Adapun jadwal Taman Baca “Manca” adalah pada Senin – Jum`at dibuka mulai pukul 07.30 s/d 16.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Ahad buka pukul 09.00 – 12.00 WIB. Dengan waktu istirahat pada pukul 12.00 – 12.30 WIB.

(Foto 12 : Penyerahan Simbolis Buku untuk "Manca")

“Manca” sudah beroperasional sejak 11 bulan yang lalu. Buku-buku yang terdapat di dalamnya berasal dari sumbangan sekolah setempat, pemerintah, dan beberapa pengunjung yang memiliki kepedulian terhadap Taman Baca tersebut.

Seperti kondisi di Indonesia pada umumnya, minat baca di Pulau Pramuka ini juga masih sangat rendah. Penjaga perpustakaan menjelaskan bahwa yang lebih sering datang ke tempat tersebut kebanyakan anak-anak usia SD.

Ia juga menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak mencari buku-buku bertema sejarah untuk menyelesaikan tugas yang mereka dapatkan dari sekolah. Pada kesempatan kali ini, Madani memberikan beberapa buku bergenre anak-anak, beberapa novel, dan buku-buku bertema keagamaan.

Selanjutnya kami kembali ke villa. Istirahat sebentar kemudian melaksanakan sholat Ashar berjama’ah. Kemudian para peserta menuju pantai untuk menaiki banana boat. Beberapa peserta ada yang begitu menikmati, beberapa peserta ada yang ragu, dan sedikit peserta dikalahkan rasa takutnya sendiri sehingga sampai selesai tidak merasakan sensasi ketegangan menaiki banana boat.

(Foto 13 : Bermain Banana Boat)

(Mohamad Istihori)

Cipratan Nikmat Dunia dan Limpahan Nikmat Surga

Cipratan Nikmat Dunia dan Limpahan Nikmat Surga

(Catatan 3, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – URizal memberikan penjelasan bahwa dalam Madani Outbond ini juga dapat melatih dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan para pesertanya. “Karena kita semua adalah pemimpin. Baik pemimpin di sekolah, kampus, kantor, dan terutama kita semua adalah pemimpin atas diri kita masing-masing,” kata URizal.

Sambutan berikutnya dari Ketua Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC), Darmawan, SAg. Beliau menyampaikan bahwa villa yang digunakan saat ini pada beberapa tahun yang lalu belum apa-apa. Namun, sungguh luar biasa kini sudah berdiri dengan megah dan indah.

(Foto 8 : UsDar Sedang Memberikan Sambutan)

“Hal ini memberikan pelajaran yang amat berharga bahwa pembangunan sebuah gedung harus terus berjalan dan senantiasa bersemangat sehingga tidak berhenti pada sebuah tahap. Selain itu, saat dalam perjalanan menuju Pulau Pramuka ini mungkin ada di antara kita yang mukanya terciprat air laut.

Itulah gambaran nikmat Allah di dunia. Sedangkan nikmat Allah yang di akhirat ibarat samudera yang luas. Dari analogi ini kita dapat bayangkan betapa dahsyatnya nikmat yang Allah persiapkan bagi orang-orang beriman kelak di surga.

Kegembiraan UsDar (demikian beliau biasa disapa) bertambah karena ia juga melihat tiga orang peserta yang juga merupakan peserta Outbond Madani di Gunung Papandayan, Garut yang digelar pada 22-24 Agustus 2017.

“Ikutilah semua program pada Madani Outbond Pulau Seribu kali ini insya Allah akan banyak manfaatnya. Outbond kali ini memiliki program baru yaitu program berbagi buku yang akan kita berikan kepada perpustakaan setempat,” ujar UsDar.

Madani Outbond dibuka secara resmi oleh UJams (Ust. Jami) melalui pembacaan kalimat basmalah bersama dan dengan kode tiga kali ketukan mix. Selanjutnya, pengarahan dari Ust. Yanto sebagai Divisi Konsumsi yang menjelaskan kepada para peserta mengenai beberapa aturan untuk menikmati kopi, susu, dan beberapa minuman instan lainnya.

(Foto 9 : UJams Membuka Outbond Madani Pulau Seribu)

“Panitia nanti akan memberikan gelas dan sendok kepada setiap peserta. Jagalah baik-baik gelas dan sendok tersebut. Segera cuci setelah digunakan dan letakkan di kamar masing-masing sehingga hal ini akan mengurangi sampah yang mungkin ditimbulkan jika kita tidak memiliki gelas dan sendok sendiri-sendiri,” kata Uye (sapaan Ust. Yanto).

(Foto 10 : UYe Sebagai Divisi Konsumsi)

UYe juga menjelaskan ketika waktu makan tiba ambillah lauk satu atau secukupnya saja. Ingat teman-teman kita yang lain juga membutuhkan makanan tersebut. Hal yang demikian dapat menumbuhkan kebersamaan dan semangat kekeluargaan kita semua.

(Mohamad Istihori)

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +