Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

10 Tips Menjauhkan Anak dari Bahaya Narkoba

10 Tips Menjauhkan Anak dari Bahaya Narkoba

Oleh : Kang Ginanjar Maulana

Sampai detik ini, pemakaian dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahkan setiap tahunnya, jumlah pecandu narkoba di kalangan anak muda di Indonesia terus bertambah.

Sebenarnya, tingkat pengetahuan masyarakat tentang bahaya narkoba sudah cukup baik, hanya saja pemahaman tentang bagaimana upaya pencegahan narkoba masih tergolong rendah. Dengan demikian, perlu adanya upaya komunikasi, edukasi, dan informasi yang lebih maksimal tentang cara melakukan pencegahan efektif dari ancaman bahaya narkoba.

Dalam hal ini, peran orang tua memiliki andil sangat besar dalam melindungi anak-anak dari ancaman barang haram dan berbahaya tersebut.

Berikut ini 10 tips bagi para orang tua untuk membantu melindungi anak-anak dari paparan obat terlarang. Simak ya Dads dan Moms!

1. Jalin komunikasi sejak dini soal bahaya  narkoba

Hal terbaik yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, alkohol, termasuk rokok pada anak-anak adalah dengan cara melakukan komunikasi sejak dini pada sang anak. Bicarakan dengan anak-anak tentang bagaimana zat ini berbahaya bagi mereka. Jelaskan efeknya bagi tubuh, psikologis, bahkan masa depannya.

2. Fokus pada hal positif

Diskusikan pada buah hati, bagaimana cara mengambil keputusan yang bertanggung jawab tanpa terpengaruh dari perilaku teman sebaya.

Jangan lupa untuk memuji prestasi yang dilakukan anak agar membangun harga dirinya. Biarkan mereka aktif terlibat dalam kegiatan positif seperti olahraga, seni lukis, dan kegiatan lain yang disukainya. Selain itu selalu luangkan waktu bersama anak, untuk sekedar bicara dan mengetahui kegiatannya seharian. Selengkapnya…

NARKOBA GILAAA

NARKOBA GILAAA

Oleh : Prayudho Utomo

Narkoba memang gila
Yang pake jadi gila
Yang jual lebih gilaaaa
Narkobaaa memang gila

Kau pemakai narkoba
Hidupmu jadi sengsara
Bila sudah sekarat
Apapun engkau sikat

Lepas dari saudara
Hilang dari keluarga
Nikmat hanya sesaat
Siksa sampai akhirat

Penuh rasa curiga dan paranoia
Euforiamu sementara belaka
Jika merasa kentang
Kutangpun kau lelang

Narkoba memang gila
Yang pake jadi gila
Yang jual lebih gilaaaa
Narkobaaa memang gila

Sadarlah…. bangunlah
Untuk hidup yang cerah
Tidak ada kata terlambat
Untuk Indonesia yang lebih hebat

Prestasi Anak di Sekolah Menurun

Prestasi Anak di Sekolah Menurun

(Jangan Baca Tulisan ini)

Oleh : Yanto Abdul Latif, S. Thi.

“Loh kok nilai rapot kamu pada jelek gini sih?”

“Ya Allah, kok kamu bolos banyak sekali, kan tiap pagi kamu pamit ma Ayah dan Bunda ke sekolah.”

“Akhir-akhir ini Bunda lihat kamu sering emosi kalau dikasih tau ma Bunda.”

Mungkin kalimat di atas pernah bapak/ibu lontarkan pada anak atau bahkan mendengar dari teman kerja, rekanan bisnis, atau kolega yang curhat pada Anda.

Terus apa yang bapak/ibu lakukan? Menasihati? Itu sudah pasti selaku orang tua. Apakah dengan menasehati prestasi anak di sekolah atau kampus meningkat?

Mudah-mudahan dengan langkah ini anak-anak bisa meraih prestasi di sekolah atau kampus sesuai dengan harapan bapak dan ibu.

Namun, saran saya, dan ini berdasarkan pengalaman, ada satu hal yang perlu bapak/ibu lakukan lebih kongkrit lagi untuk bisa mengetahui kenapa prestasi di sekolah/kampus anak Anda menurun, bahkan sering alpa dari sekolah.

Salah satu tanda bahwa anak-anak menggunakan miras dan narkoba adalah mengalami penurunan nilai akademik (prestasi sekolah/kampus). Miras dan narkoba membuat fungsi otak bekerja tidak maksimal sehingga mengurangi fokus saat anak-anak menerima materi di sekolah atau kampus.

So, mulai sekarang, sering-seringlah memeriksa tas anak Anda, apakah menemukan barang-barang yang bapak/ibu tidak tahu sebelumnya. Juga jangan ragu untuk cek isi percakapan anak Anda di HP miliknya, jika menemukan istilah-istilah yang bapak/ibu tidak tahu, jangan sungkan bertanya atau browsing untuk mengetahui istilah tersebut.

Semoga bermanfaat bagi Anda yang membacanya.

Rehabilitasi Sebagai Upaya Depenalisasi Bagi Pecandu Narkoba

Rehabilitasi Sebagai Upaya Depenalisasi Bagi Pecandu Narkoba

Oleh : Andriyan Lutfi Arif

Upaya penanggulangan masalah narkoba menuntut langkah dan kebijakan yang tepat agar angka penyalahgunaan narkoba di negeri ini bisa menurun.

Penanganan narkoba dengan penegakan hukum rupanya belum menghasilkan solusi yang sesuai dengan pencegahan.

Kebijakan Depenalisasi penyalahgunaan narkoba telah sesuai dengan Arahan Presiden Republik Indonesia. Para korban penyalahgunaan narkoba dapat diberikan upaya rehabilitasi dan pembimbingan menuju kehidupan yang lebih baik. Solusi ini lebih tepat dibandingkan dengan menempatkan korban penyalahgunaan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Peraturan bersama Nomor 01/PB/MA/III/2014-03 TAHUN 2014-II/TAHUN 2014-PER-005/A/JA/03/2014-1 TAHUN 2014 PERBER/01/III/2014/BNN Tentang “Penanganan pecandu narkoba dan untuk penyalahgunaan narkoba dalam Lembaga Rehabilitasi” yang bertujuan untuk mewujudkan koordinasi dan kerjasama secara optimal penyelesaian permasalahan narkoba dalam rangka menurunkan jumlah pecandu narkoba melalui program pengobatan, perawatan, dan pemulihan dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

Rehabilitasi terhadap pecandu atau penyalahgunaan narkoba adalah suatu proses pengobatan untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkoba. Rehabilitasi terhadap pecandu narkoba juga merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang mengintegrasikan pecandu narkoba ke dalam tertib sosial agar dia tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkoba. Selengkapnya…

Singkirkan Narkoba dari Generasi Muda Penerus Bangsa

Singkirkan Narkoba dari Generasi Muda Penerus Bangsa

Oleh : Ridwan Nudin

Di dunia ini, kita senantiasa mencoba menjalani hidup dengan kebaikan. Tetapi, pada dasarnya ada saja manusia yang tidak peduli dengan masa depan kehidupannya.

Masa depan kehidupannya sudah dianggap tidak berguna lagi bagi dirinya, sehingga ia mencoba untuk melakukan hal-hal yang tidak layak dan pantas bahkan melanggar hukum negara dan agama.

Salah satu perbuatan yang tak layak itu ialah mengonsumsi barang yang sama sekali tidak berguna dan hukumnya dinilai haram oleh agama. Contoh barang tersebut adalah narkoba.

Katakan tidak pada narkoba” atau “Say No To Drugs” adalah kata-kata yang sangat bijak dan mempunyai makna yang sangat dalam. Kata tersebut juga memiliki arti yang sangat teoritis. Mengatakan tidak pada narkoba, berarti Anda pun harus berjanji untuk menjauhi barang haram ini dan tidak pula sekali-kali berani mencobanya.

Tidak ada kata terlambat. Bagi setiap usaha pasti ada hasil. Bagi yang sudah terlanjur mengonsumsi narkoba tentunya bisa pulih dengan tekad yang kuat dan keinginan yang mantap.

Salah tempat yang bisa dijadikan untuk mewujudkan tekad tersebut adalah dengan menjalani proses rehabilitasi. Salah satu panti rehabilirasi narkoba bisa kita temui di Jln. Panca Warga 3 RT. 03 RW. 04 Kecamatan Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur.

Panti rehabilitasi narkoba tersebut bernama PUSAT REHABILITASI MADANI MENTAL HEALTH CARE yang bergerak dalam pemulihan ketergantungan narkoba dengan menggunakan metode terpadu BPSS (Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritual) ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater.

Sejarah dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Sejarah dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Oleh : Didik Supriyanto

(1). Sejarah Obat
Pada zaman purba, manusia sering berburu binatang, menangkap ikan, memetik daun, dan menebang pohon untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan.

Berdasarkan pengalamannya, manusia kemudian mengenal bagian-bagian tanaman atau hewan tertentu yang memiliki khasiat untuk mengobati bila mereka sakit. Misalnya ramuan untuk menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan demam, dan mengobati luka.

Itulah bentuk penggunaan obat atau zat yang paling primitif untuk tujuan pengobatan. Oleh karena itu dalam ilmu kedokteran masih digunakan obat-obatan yang asalnya dari tanaman atau hewan walaupun jumlahnya tidak banyak lagi, misal reserpin (obat untuk penyakit tekanan darah tinggi) berasal dari tanaman Rauwolfia serpentina, efedrin (obat asma bronkiale) berasal dari tanaman efreda trifurka, morfin (penghilang rasa nyeri yang kuat) berasal dari tanaman Papaver somneferum. Pada masa kini, obat dibuat sintesis atau semisintesis di pabrik-pabrik.

Berdasarkan pengalamannya pula, manusia mulai mengenal tanaman atau bahan lain yang bila digunakan dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, kesadaran, pikiran, dan perasaan seseorang. Bahan atau zat tersebut dinamakan psikoaktif.

Sejak itu, manusia mulai menggunakan bahan-bahan psikoaktif tersebut untuk tujuan menikmati karena dapat menimbulkan rasa nyaman, rasa sejahtera, euforia, dan mengakrabkan komunikasi dengan orang lain. Sebagai contoh, orang yang menikmati kopi dan teh (yang mengandung kafein), minuman berakohol, dan rokok tembakau (yang mengandung nikotin).

Sejak dekade 1960-an, banyak remaja dan mereka yang tergolong dewasa dan muda menderita gangguan penggunaan zat. Selengkapnya…

Narkoba Menenggelamkan Cita-Cita Anak Bangsa

Narkoba Menenggelamkan Cita-Cita Anak Bangsa

Oleh : Muhammad Ikbal

Seperti kita ketahui bahwa barang haram yang bernama narkoba saat ini sudah beredar di mana-mana bahkan ke pelosok-pelosok Nusantara.

Narkoba sudah menjelma menjadi musuh besar kita semua. Narkoba bukan hanya menjangkit orang dewasa. Faktanya sekarang di negeri kita tercinta ini banyak korban narkoba dari golongan anak-anak dan remaja.

Efek buruk narkoba tidak hanya berlaku pada si pengonsumsi melainkan keluarga terutama orang tua dan keluarganya ikut merasakan dampak buruk narkoba.

Penyebab utama seseorang terjerumus ke dalam lembah hitam narkoba adalah akibat bergaul, berteman, bersosialisasi, berinteraksi dengan orang yg salah. Manusia yang memiliki iman yang lemah juga akan sangat rentan terperosok menjadi pecandu narkoba.

Selain dampak psikologis, anak yang mengalami kecanduan narkoba juga akan terancam mengalami kehancuran pendidikan, karir, cita-cita, dan masa depan. Semua akan menjadi basi jika kita terlambat mengantisipasi.

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tempat rehabiltasi untuk orang yang terkena narkoba. Salah satunya yaitu di Pusat Rehabilitasi Narkoba Madani Mental Health Care (MMHC). Panti narkoba ini terdapat di wilayah DKI Jakarta.

Metode yang dipilih Madani adalah metode terpadu BPSS (Biologis,Psikologis,Sosial, dan Spritual) dari Prof. Dr.dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Prof. Dadang yang ilmu sudah tidak diragukan lagi juga sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun dalam menangani berbagai pasien yang mengalami gangguan kecanduan dan penyalahgunaan narkoba. Masalah gangguan kejiwaan lainya pun dapat di rehabilitasi di Madani.

Anda bisa searching web resmi Madani di www.madanionline.org.

Dekadensi Moral Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Dekadensi Moral Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Oleh : Nurhasanuddin, Sos. I.

Di era zaman globalisasi ini kemerosatan akhlak sudah sangat nampak di hadapan kita. Anak sudah tidak lagi patuh dan taat kepada orang tua. Murid pun demikian, sudah tidak ada rasa tawadhu (rendah diri) bahkan sering kita lihat baik di media massa atau secara langsung bagaimana murid memperlakukan guru dengan tidak sopan.

Perubahan perilaku pada pemuda-pemudi zaman sekarang tidak lepas akibat dari pemakaian obat-obatan terlarang, tidak hanya pada perilaku bahkan mental merekapun akan tergannggu akibat narkoba (Napza).

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 90, “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman khamar (minuman keras), berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

Kita semua mempunyai kewajiaban dalam membantu menangani para korban penyalahgunaan narkoba (Naza) dan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda-pemudi di sekitar kita.

Dengan adanya penyuluhan dan edukasi tentang narkoba (Naza) di kalangan pemuda-pemudi baik di sekolah, kampus, dan lingkungan tempat tinggal sangat membantu dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Tidak hanya kepada anak-anak muda, orang tuapun terbantu dalam mengawasi anak-anaknya. Oleh karenanya mari sama-sama kita bantu para pemuda untuk hidup sehat tanpa narkoba (Naza).

Kita tingkatkan kualitas spiritual. Kita kuatkan ukhuwah. Kita tenangkan jiwa dengan positif thingking. Dengan demikian kita akan terjaga dari penyalahgunaan narkoba (Naza).

NAPZA Dekat dengan Kematian

NAPZA Dekat dengan Kematian

Oleh : Ali Yahya Rambe, SE. Sy.

Penggunaan NAPZA sangat dekat dengan kematian. Kenapa pengguna NAPZA sangat dekat dengan kematian?

Penyalahgunaan NAPZA membawa risiko pada kematian. Kematian disebabkan over dosis, kecelakaan, komplikasi penyakit, atau bunuh diri. Penggunaan NAPZA merupakan salah satu penyakit yang bersifat kambuhan. Jika penyakit ini tidak segera diobati dan dihentikan pemakaiannya, maka akan terjadi depresi bagi penggunanya.

Di kalangan pecandu, pada umumnya suka menutupi perilaku adiksi yang dialaminya. Mereka cenderung bersifat baik di kalangan sosialnya. Pengguna mengetahui bahwa pemakaian dan penyalahgunaan NAPZA sangat berisiko pada kematian.

Solusi bagi para pengguna ialah harus diobati. Karena ini merupakan salah satu penyakit kronis. Metode yang paling tepat untuk mengobati penyakit tersebut ialah Metode BPSS ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Berbicara BPSS menimbulkan satu pertanyaan mendasar. Apa yang dimaksud BPSS dan di mana lembaga yang memakai metode tersebut?

BPSS merupakan singkatan dari Biologis, Pisikologis, Sosial, Spiritual. Lembaga yang memakai metode BPSS ialah PUSAT REHABILITASI MENTAL MADANI atau yang lebih dikenal dengan MADANI MENTAL HEALTH CARE (MMHC).

MMHC memakai metode BPSS langsung dari pencipta Metode tersebut yaitu Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Yayasan MMHC berada di Jln. Panca Warga III RT/RW. 003/004 No. 34 Cipinang Besar Selatan Kec. Jatinegara DKI Jakarta.

Yayasan MMHC tidak perlu diragukan lagi dalam penanganan dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Insya Allah dengan usaha dan doa menciptakan generasi melenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia emas.

Madani Siap Mengobati Caleg Stres dengan Metode Terbaik

Madani Siap Mengobati Caleg Stres dengan Metode Terbaik

Oleh : Samsuludin, MA.Si (Deputi Rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur)

Pesta demokrasi lima tahunan untuk menjadi Anggota Dewan “yang terhormat” di DPRD kabupaten, provinsi, dan DPR RI sedang hangat diperbincangkan di berbagai media.

Banyak kisah sukses yang mengharukan hingga kisah pilu calon anggota dewan yang gagal dan terkena gangguan mental perilaku seperti stres dan depresi.

Hal ini terjadi karena tidak semua calon anggota dewan memiliki kesiapan mental menghadapi dan menerima hasil dari kontestasi politik yang sangat berat dan menanggung biaya politik yang sangat mahal.

Banyak calon anggota dewan yang harus merubah pola hidupnya demi meraih suara.  Dari mulai terganggunya pola istirahat, pola makan, dan memporsir pikiran untuk meraih simpati massa. Bahkan ada kasus untuk menutupi kelelahan fisik dan psikisnya memilih untuk menggunakan narkoba.

Di kasus yang lain, para calon anggota dewan dibebani dengan biaya politik yang sangat mahal. Untuk calon anggota dewan di sebuah kabupaten atau kota saja minimal harus menyiapkan dana minimal Rp. 1 Milyar. Tentu ini menjadi tantangan yang berat bagi mereka yang tidak memiliki modal dan jaringan sehingga harus melakukan apapun untuk kesuksesan pencalonannya itu. Bahkan ada kasus calon anggota dewan yang menggadaikan rumah tinggalnya sendiri untuk modal kampanye. Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +