Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Puasa dan Beragam Peningkatan Rohani

Puasa dan Beragam Peningkatan Rohani

Pembicara : Ust. Yuki Andi Arpan, SS.

Allah berfirman dalam surat al Baqoroh ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu sekalian menjadi orang yang bertakwa.”

Secara bahasa puasa artinya adalah menahan. Secara syar`i puasa adalah menahan diri dari segala perkara yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada hakikatnya puasa merupakan sebuah metode untuk mendekatkan diri kita kepada Allah dengat sedekat-dekatnya.

Allah juga berfirman dalam surat al-Baqoroh ayat 186, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo'a kepada-Ku."

Selengkapnya…

Puasa dan Kesehatan Spiritual

Puasa dan Kesehatan Spiritual

Pembicara : Ust. Ahmad Jami Hw. S. Sos. I.

Dalam 12 bulan ada 1 bulan yang spesial yang Allah berikan kepada manusia. Nama bulan tersebut adalah Bulan Romadhon. Allah melipatgandakan ganjaran pahala di Bulan Romadhon. Pahala mubah di luar Romadhon jadi pahala sunah saat Romadhon. Pahala sunah di luar Romadhon jadi pahala wajib ketika Romadhon. Dan, pahala wajib di luar Romadhon dibalas dengan kelipatan yang tak terbatas jika terjadi pada Bulan Romadhon.

Bagi siapa saja yang mengharapkan cinta dan kasih sayang Allah, telah dilimpahkan pada 10 hari pertama Romadhon. Sedangkan pada 10 hari kedua Allah tebarkan ampunan. Karena memang sebagai manusia kita tidak akan pernah luput dari dosa. Dan, 10 hari ketiga Romadhon adalah saat di mana kita mendapatkan jaminan terbebas dari api neraka.

Selengkapnya…

Puasa dapat Meminimalisir Penyesalan

Puasa dapat Meminimalisir Penyesalan

Pembicara : Ust. Harid Isnaeni, S. Sos. I.

Al hamdulillah kita masih bisa menikmati bulan Romadhon tahun ini. Kita masih dapat menikmati keindahan Romadhon yang penuh berkah. Kita masih dapat menikmati suasana saat tutup puasa, berbagi, dan berbagai aktivitas yang kita lakukan selama Romadhon.

Tentunya dalam hidup ini kita harus senantiasa bersyukur. Termasuk dengan nikmatnya Romadhon ini. Sebab tidak ada jaminan kita dapat menikmati kembali Romadhon di tahun yang akan datang.

Mungkin tahun depan kita sudah terkubur dalam tanah. Bisa juga tahun depan wajah kita sudah menjadi “sampul surat Yasin”. Tidak mustahil tahun ini adalah kesempatan terakhir kita untuk berkumpul bersama. Karena bisa saja tahun depan nyawa kita sudah diambil oleh yang punya.

Selengkapnya…

“Nikmat Kepemimpinan Mana Lagi yang Kau Dustai?”

“Nikmat Kepemimpinan Mana Lagi yang Kau Dustai?”

Pembicara : Ust. Ade Cecep Hidayat

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan tentang kemungkaran. “Barang siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya (kekuasaan/kekuatan). Jika ia tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya (ucapan). Jika ia tidak mampu maka cukup dengan hatinya (doa). Itulah selemah-lemahnya iman.”

Setiap kita juga adalah pemimpin. Setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah atas apa yang berada di bawah kepemimpinannya. Maka menjaga kemungkaran harus dimulai dari diri kita sendiri sebelum kita berharap mampu mengubah kemungkaran yang ada di luar diri kita.

Jadilah pemimpin yang baik dan amanah bagi diri sendiri, keluarga, atau bagi jabatannya. Begitu besar tanggung jawab tugas kepemimpin yang Allah sedang titipkan kepada kita. Tanggung jawab kepada Allah dan masyarakat yang dibebankan kepada para pemimpin.

Selengkapnya…

Betapa Mulianya Orang yang Berpuasa

Betapa Mulianya Orang yang Berpuasa

Pembicara : Kang Gyn

Romadhon adalah bulan berkah. Kapan pun Ramadhan itu datang. Tahun sekarang, tahun lalu, atau tahun depan. Senantiasa keberkahan menyertai bulan tersebut. Ampunan, keberkahan, dan begitu banyak lagi keutamaan bulan Romadhon.

Banyak hadits yang menerangkan bahwa di bulan Romadhon banyak pintu surga yang terbuka dan pintu neraka tertutup. Lalu, apakah motivasi tersebut memberikan efek terhadap diri kita? Seringkali kita menikmati Romadhon hanya “kulitnya” (sekedar menahan haus dan lapar).

Padahal puasa juga adalah juga menahan segala hawa nafsu yang tersembunyi. Keinginan. Syahwat. Syahwat berbelanja. Syahwat untuk berhubungan badan dengan pasangan. Syahwat menahan emosi dan lain sebagainya yang sangat sering kita lupa untuk menahan dan mengendalikannya.

Selengkapnya…

UJams, “Hidup Sehat dengan Metode Terpadu BPSS”

UJams, “Hidup Sehat dengan Metode Terpadu BPSS”

(Catatan 10, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Kalau kita ingin mencoba menjauhi dari hal-hal tersebut tentunya kita harus hidup sehat, lingkungan kita sehat, dan kita juga harus tahu informasi dan pengetahuan tentang apa saja masalah, gejala, atau faktor yang bisa menyebabkan itu terjadi pada diri kita.

Bagi mereka yang sudah tidak pernah mungkin melakukan hal-hal yang aneh-aneh juga bisa terkena dampaknya. HIV/AIDS bisa menular dikarenakan ada teman yang juga mungkin tidak diketahui secara asas tidak disengaja maupun disengaja.

Saya punya buku yang menarik. Buku karya dari Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater mengenai HIV/AIDS. Beliau sangat konsentrasi untuk masalah patologi sosial atau berbagai masalah yang ada di masyarakat seperti ini. Beliau juga sangat konsentrasi dalam membahas berbagai akibat dari terjadi HIV/AIDS.

Selengkapnya…

UJams, “HIV/AIDS Zaman Now”

UJams, “HIV/AIDS Zaman Now”

(Catatan 9, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Bismillahir rohmanir rohim. Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah wa barokatuh.

Sahabat Madani yang luar biasa. Pada hari ini saya ingin menyampaikan berkaitan dengan agenda di tanggal 1 Desember 2017. Kita akan memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS). Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi dan mencoba mengajak untuk bersama-sama mengintropeksi diri kita dan tentunya merencanakan apa yang harus kita lakukan ke depan.

Saudara-saudaraku sahabat Madani yang berbahagia. Mungkin teman-teman sudah banyak mengetahui bahwa HIV/AIDS adalah masalah yang tetap terjadi di Indonesia dan itu menjadi masalah kita secara keseluruhan.

Bangsa kita sampai saat kau masih mengalami berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah HIV/AIDS. Kita ingin mencoba melihat apa yang bisa kita lakukan sebagai anak bangsa. Kalau kita melihat masalah dan fenomena ini yang luar biasa dan sampai saat ini masih menghantui kita dengan berbagai macam risiko seseorang dengan virus HIV/AIDS.

Hal ini tentunya menggelitik sanubari kita. Kita adalah anak-anak, pemuda-pemuda, dan generasi yang tentunya tidak mau bangsa ini hancur gara-gara HIV/AIDS. Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini adalah salah satu masalah yang terjadi dikarenakan permasalahan yang dibuat oleh manusia.

Selengkapnya…

Prof. Dadang Hawari, “Pembodohan Kampanye Kondom”

Prof. Dadang Hawari, “Pembodohan Kampanye Kondom”

(Catatan 2, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Allah SWT menyatakan perzinaan itu dilarang tapi di dalam masyarakat modern kita malah disuruh memakai kondom untuk perzinaan. Jadi dilegalkan. Maka wajar jika kini semakin banyak penyakit yang muncul karena hubungan kelamin di luar nikah.

Dulu tahun 30-an penyakit sipilis merajalela. Saat itu belum ditemukan obatnya. Yang terkena mengalami kondisi yang sangat mengerikan. Sekarang sudah ditemukan obatnya. Penisilin. Sipilis bisa dilawan dengan Penisilin. Abis semua. Waktu wabah penyakit sipilis menyebar, orang takut berzina tapi sekarang sudah terbabat semua. Orang berani berzina lagi.

Sekarang ada virus HIV/AIDS yang berasal dari kelompok homoseksual. Mereka mengklaim itu hak asasi, asas demokrasi, asas kebebasan, dan macam-macamlah alasan politis lainnya. Yang terkena adalah negara-negara Barat yang tidak beragama. Sedangkan negara-negara Timur umumnya beragama sehingga dibohongi dan “dibantu” dengan segala macam cara.

Padahal waktu itu kita belum ada atau masih sedikit yang kena AIDS. Tapi malah digembar-gemborkan ada AIDS segala macam untuk menerima bantuan AIDS berupa paket kondom. Orang baik-baik pun menerima kondom sehingga membuat pikirannya menjadi negatif. Apalagi kondom sekarang selalu tersedia di dalam dompet anak-anak muda yang belum menikah.

Selengkapnya…

Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

(Catatan 1, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Sekilas sejarah mengenai asal mula penyakit AIDS. Penyakit tersebut pertama kali ditemukan pada 1980 di kota San Fransisco. Hampir semua penduduknya kala itu tertular. Penularan penyakit AIDS berasal dari infeksi komunitas Gay atau LGBT. Selanjutnya, direkomendasikan supaya komunitas Gay diawasi terutama perilaku seksualnya.

Peringatan dokter ini justru malah diprotes oleh mereka karena dianggap melanggar HAM. Jadi, dokter kalah karena nggak bisa berpolitik. Iya sudah akhirnya penderita AIDS sekedar diobatin. Dari kelompok homoseksual, ada yang heteroseksual. Yang heteroseksual ini kemudian menggauli wanita juga.

Akhirnya, si wanita kena AIDS juga. Jika si wanita ini berprofesi sebagai pelacur maka ia memiliki banyak langganan laki-laki.  Laki-laki “hidung belang” ini lalu kena AIDS. Mereka pulang ke rumah masing-masing kemudian berhubungan dengan istrinya. Istrinya akhirnya kena AIDS juga. Jadi semua kena.

Saat ini dalam satu menit sebanyak 250 orang di seluruh dunia terkena AIDS. Memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS) itu bagus. Pesan saya, jangan sampai hanya menjadi sekedar peringatan. Apalagi memeringatinya sambil melakukan kampanye kondom. Ini menyesatkan bagi Negara kita yang Berketuhanan Maha Esa dan menganut Pancasila. Masa melakukan kampanye kondom. Penelitian menunjukkan bahwa kondom tidak menjamin kita untuk tidak tertular berbagai penyakit kelamin terutama penyakit AIDS.

Selengkapnya…

“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

(Bagian 2)

Padahal kenyataannya tidak demikian. Kita bisa sewa kolam renang atau lapangan futsal sesuai dengan kebutuhan. Pokoknya ada pemondokan saja seperti kostan atau pesantren modern karena menggunakan terapi pengobatan atau medis.

Kadang-kadang kita bawa para klien untuk melaksanakan outbond ke Gunung Papandayan,  arum jeram, pantai, atau ke Pulau Seribu. Para klien pun bersosialisasi dan  gembira. Kita manusiakan mereka. Prinsip utama metode terpadu BPSS adalah memanusiakan manusia.

Mohon maaf kalau di rumah sakit jiwa atau panti rehabilitasi lain tidak begitu. Sedangkan di Madani sangat terbuka. Madani tidak memerlukan kerangkeng, tidak perlu diikat, tidak perlu direjeng, apalangi dipasung, nggak ada.

Para klien Madani biasa berkeliling di daerah sekitar. Masyarakatnya juga sudah beradaptasi. Para klien yang dibawa keluar, ke gunung, futsal, berenang, atau ke pulau seribu, satupun nggak ada yang lari atau kabur.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +