Perilaku Mo-Limo Telah Menghancurkan Kita

Perilaku Mo-Limo Telah Menghancurkan Kita

madanionline.org – Indonesia merupakan sebuah negara hukum. Namun, dalam praktik kehidupan sehari-harinya tidaklah demikian. Masih banyak orang yang terzalimi oleh pihak yang lebih berkuasa, bertahta, atau berharta.

Masih banyak manusia yang terlalu mencintai dunia (hubbud dunya). Golongan yang menjadikan dunia sebagai tujuan. Padahal dunia adalah alat untuk meraih tujuan. Dunia hanyalah sebuah tempat pengungsian sementara sebelum manusia melanjutkan perjalanan menuju Tuhan.

Masih banyak manusia yang melakukan berbagai perilaku yang halus maupun terang-terangan yang merugikan orang lain. Seorang ahli sosial menyebut, “Manusia itu sebagai serigala bagi sesamanya”.

Sudah selayaknya memang, orang yang mendapat rezeki berlimpah hendaknya berkurban sebagai tanda kesetiakawanan dan solidaritas kepada sesama manusia yang kurang mampu. Jika manusia yang berkelimpahan ini lupa untuk berbagai dengan sesama maka jangan heran akan turun berbagai macam bencana.

Selengkapnya…

Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

madanionline.org – Komitmen seseorang terhadap agama yang ia yakini dapat mencegah dan melindunginya dari penyakit. Orang yang sering melanggar komitmen yang telah ia tetapkan untuk dirinya sendiri, akan sering mengalami perasaan bersalah (berdosa). Rasa bersalah atau berdosa inilah yang membuatnya rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Lain halnya dengan orang yang memiliki komitmen yang mantap terhadap agama yang ia yakini. Ia akan selalu memiliki pikiran yang positif terhadap keadaan hidup yang bagaimana pun.

Saat ia miskin, ia bersabar. Maka dengan penyikapan ini ia terus menjalankan kewajibannya untuk bekerja dengan jujur. Tidak korupsi. Tidak curang. Tidak iri dengan berbagai jabatan yang dimiliki teman seprofesinya.

Saat kaya, ia bersyukur. Maka dengan pemilihan sikap seperti ini ia menjadi tidak sombong. Tidak lupa diri dan lupa daratan. Tidak foya-foya. Tetap tampil sederhana. Tetap menghargai siapa saja.

Selengkapnya…

Kenalan Yuk dengan Metode BPSS!

Kenalan Yuk dengan Metode BPSS!

madanionline.org — Kecenderungan terapi yang digunakan sekarang ini adalah terapi yang menggunakan metode BPSS. BPSS sendiri merupakan singkatan dari Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual.

 

Terapi biologik adalah terapi dengan obat-obatan. Terapi psikologik adalah terapi melalui konsultasi. Terapi sosial adalah terapi adaptasi. Dan, terapi spiritual adalah terapi agama.

 

Setiap terapi haruslah holistik, integratif, atau terpadu. Dengan kata lain, setiap terapi harus memuat unsur biologik, psikologik, sosial, dan spiritual. Jika dalam suatu terapi meninggalkan salah satu dari empat unsur tersebut, maka masa pemulihan yang dibutuhkan dari terapi tersebut akan lebih lama.

 

Integrasi agama dengan ilmu kedokteran jiwa (psychiatry') dan kesehatan jiwa (mental health) telah berkembang sejak 1984. Hal ini diprakarsai oleh WHO (World Health Organization). Lalu, diikuti oleh APA (American Psychiatric Association) pada 1992 dan WPA (World Psychiatric Association) pada 1993.

Selengkapnya…

Mengislamkan Momentum Pergantian Tahun

Mengislamkan Momentum Pergantian Tahun

Oleh: Mohamad Istihori

Saya merasa sangat prihatin melihat keadaan dan kondisi umat Islam saat ini. Mereka sangat sibuk mengurus pagar hukum boleh-tidak boleh, halal-haram (fiqih) dan melupakan untuk merawat luasnya kebun, ladang, atau sawah kebudayaan dan peradaban yang mereka miliki.

Beberapa hari menjelang pergantian tahun baru masehi, bertebaranlah berbagai informasi copas (copy-paste) di beberapa grup WA saya tentang ancaman Islam mengenai siapa saja dari umat Islam yang menyerupai agama lain.

Bagi saya, hadits larangan menyerupai agama lain itu masing sangat multitafsir. Kebanyakan kita malah menafsirkan secara dhohir hadits belaka. Masih sangat minim pihak yang menafsirkan hadits tersebut secara batiniah.

Selengkapnya…

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

212 Saatnya Ulama dan Umaro Bersatu

212 Saatnya Ulama dan Umaro Bersatu

4a273176-bcf2-4d9d-98dd-7987d3e86290
Alumni 212 dan Konselor Yayasan Madani Mental Health Care Jakarta Bersama Prof. Dadang Hawari
Oleh: Ahmad Jami HW (Alumni 212)

Fenomena Aksi 212 di sekitar Monas Jakarta telah mendunia dan membahana ke seantero bumi. Tidak hanya warga Jabodetabek yang berduyun-duyun datang ke Jakarta, beberapa  daerah di Indonesia datang, Kalimantan, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Yang mengagumkan meraka datang secara individu, kelompok, aliansi, dan institusi.

Beberapa kafilah yang saya tahu dipimpin oleh para ustadz  kondang seperti Aa Gym, Ust. Arifin Ilham, dan lain-lain. Para haji, kyai, dan ulama yang berpengaruh di beberapa daerah membawa para santri dan jama'ahnya dengan penuh semangat berkobar untuk satu tujuan memuliakan al Quran dan mencintai hukum yang adil dan tegak di bumi pertiwi Indonesia.

Penulis sangat bangga dan bahagia dengan berlangsungnya kegiatan tersebut, persaudaraan, ikatan emosional yang kental dan mengharukan. Pancaran keimanan yang tulus, murni, dan merdeka. Setiap langkah saya ditemani oleh senyum, sapa, salam, juga makanan dan minuman yang melimpah ruah. Maasya Allah. Kalau penulis boleh katakan Aksi  212 INDAH, ─░NDAH, ─░NDAH, DAN BERKAH.

Selengkapnya…

Penggerak Hati Yang Maha Dahsat

Penggerak Hati Yang Maha Dahsat

063d3b83-82fd-4243-a23b-b4b17bcd680bOleh: Ali Yahya Rambe, SE. Sy
(Konselor Madani Mental Health Care)

Sembari berkata, telah tertanam dalam diri yang terpancar secercah cahaya dihatinya untuk menggerakkan tubuhnya mengikuti aksi bela Islam di Ibu Kota. Aku bertanya pada diriku adakah aku termasuk golongan yang beriman. Namun pada dasarnya aku bukanlah termasuk kategori yang beriman. Akan tetapi kehadiranku di tengah-tengah ribuan ummat menimbulkan pertanyaan pada diriku. Kenapa aku ikut dalam golongan mereka? Sembari berpikir, ternyata ada yang mendorong untuk menggetarkan hatiku. Supaya mendorong tubuhku untuk ikut terlibat di dalamnya.

Pada saat hari H badanku terasa gemetar dan menggigil. Kepalaku pusing rasanya tidak sanggup untuk ikut terjun di dalamnya. Akan tetapi, karena niat yang kuat akhirnya aku datang bersama rombongan ummat muslim. Sesampainya di lokasi badan yang tadinya menggigil mendadak tiba-tiba sembuh. Timbul pertanyaanku kenapa bisa seperti ini?

Di tengah keramaian seperti ini bisa mengalahkan dan melawan ketidakpastian dalam diri kita. Apakah ini semata-mata karena diri kita. Ternyata ada yang menggerakkan. Siapa yang menggerakkan tersebut? Yang menggerakkan adalah Yang Maha Menggerakkan.

Dalam sisi rohaniah maupun spiritual masing-masing kepercayaan mempunyai satu tujuan yaitu mengagungkan Yang Maha Esa. Siapa itu Yang Maha Esa tentunya ialah Allah.

Selengkapnya…

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

12778860_10205290418931386_4945011756103008564_oOleh: Mohamad Istihori

Tiba-tiba kondisi pondok pesantren al Ijtihad menjadi heboh. “Mat Semplur kecebur semur, Kiai,” ujar salah satu santri.

“Biar saya yang menolongnya,” ujar santri yang lain.

“Badan kamu kecil. Badan Mat Semplur besar dan berat. Kalau kamu mau menolong seseorang yang sedang kecebur sumur, kamu harus memiliki perhitungan yang matang. Apakah kamu memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menarik korban yang kecebur sumur itu ke atas,” ujar Kiai Jihad.

“Kalau badan kamu kalah berat dengan korban, maka bukan hanya korban yang tidak tertolong, kamu pun bisa-bisa ikut jadi korban kecebur sumur juga.

Selengkapnya…

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

14100402_10205429307450962_8014127625397991359_nOleh: Yuki Andi Arpan

Teringat saat itu, ketika kabar dari rumah sakit aku terima bahwa aku positif HIV. Perasaan berkecamuk dan kepala seperti terpukul batu. Air mata tak kuat menahan tangis, seolah mata ini tak ada habisnya mengeluarkan air.

Pikiran ku saat itu bertanya dan berontak, "Tuhan sungguh tak adil! Mengapa keadaan ini bisa terjadi kepadaku, salahku apa? Pantaskah aku mendapatkan hukuman ini? Dunia seolah kiamat bagiku.” Sekian lama aku termenung meratapi nasib, hari demi hari seolah tak berarti, sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Aku adalah korban, korban dari betapa kejamnya hidup ini.

Realitas kehidupan memberiku pelajaran. Bahwa hidup adalah pilihan. Kenyataan memang tidak akan selalu sesuai harapan. Tapi, selama ada harapan akan ada kehidupan. Setelah sekian lama terpuruk akhirnya aku bangkit. Mengikuti penyuluhan tentang HIV, berobat ke rumah sakit dan meminum obat untuk menidurkan virus yang perlahan menggerogoti kekebalan tubuhku.

Selengkapnya…

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

pp-4Oleh: Ade C. Hidayat

Sebut saja pria itu bernama Irfan (25). Saya kenal dia ketika jenjang SMP. Ia telah  menggunakan narkoba sejak 12 tahun lalu saat kelas 1 SMP. Perjalananya menggunakan narkoba dimulainya dengan mengkonsumsi rokok. “Dulu saya diajak sama teman-teman, ya udah saya ikut saja saat itu,” kata Irfan

Perkenalan dengan rokok hanya berlangsung sebentar, setelah menggunakan rokok, ia kemudian langsung mengenal ganja dari temannya. Dan, dapat mengkonsumsi ganja secara cuma-cuma pun tak ia sia-siakan.

Hampir setiap kali kumpul/nongkrong, Irfan selalu menghisap ganja. Lambat laun Irfan menjadi adiksi dan penggunaan meningkat secara kompulsif.

Peningkatan pemakaian zat akan terus meningkat, dia mencoba dengan zat lain yaitu putaw. Awalnya Irfan ngeri dan tidak berani menggunakan putau karena disuntik (IV). 1-3 kali make baru dia mulai terbiasa menyuntikkan zat tersebut ke dalam aliran darahnya..

Orang tuanya sudah bosan menasehatinya. Suatu ketika orang tuanya sangat marah karena amplop gaji bapaknya hilang, tabung gas, laptop adiknya pun raib. Itu semua perbuatan Irfan.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +