Bersama Madani Menuju Masyarakat Tanpa Depresi agar Terhindar dari Perilaku Bunuh Diri

Bersama Madani Menuju Masyarakat Tanpa Depresi agar Terhindar dari Perilaku Bunuh Diri

Oleh : Mohamad Istihori

Perilaku akibat gangguan jiwa depresi kembali terjadi. Kali ini terjadi pada dua kakak-adik. Si kakak berumur 34 tahun  berinisial EP dan adiknya baru berumur 28 tahun dengan inisial ESP.

Mereka berdua nekat memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Keduanya lompat dari Apartemen Gateway, Jln. Ahmadyani, Bandung pada Senin sore, 24 Juli 2017. Pihak keluarga yang diwakili oleh Rionald Parubak menyampaikan keduanya memang sudah lama mengalami gangguan psikis selama kurang lebih delapan tahun.

Melalui peristiwa ini dan beberapa kasus bunuh diri yang terjadi sebelumnya, termasuk kasus bunuh diri yang belum lama terjadi yang menimpa Chester Bennington. Vokalis grup musik Linkin Park itu juga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat gangguan depresi karena sudah tidak kuat menahan kecanduan terhadap miras dan narkoba.

Kita sangat tidak berharap ada lagi saudara kita yang bunuh diri karena depresi. Kita harus terus memperkuat faktor psikologis agar terhindar dari perilaku ini. Berbagai jasa konseling di berbagai daerah untuk menanggulangi masyarakat yg semakin tertekan harus terus diperbanyak kualitas dan kuantiasnya.

Selengkapnya…

Ada “Surga” di Madani Dua

Ada “Surga” di Madani Dua

Oleh: Mohamad Istihori

Sungguh tinggal di desa memberikan kita kenikmatan tiada tara. Kehidupan bersama masyarakat desa memberikan berbagai kesan indah yang tidak mudah begitu saja untuk dilupakan. Belum lagi alamnya menyuguhkan kepada kita berbagai macam jenis keindahan.

Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care menawarkan semua “hidangan” yang menyehatkan jiwa dan menyegarkan pikiran itu melalui program kemandirian yang digelar sejak Selasa-Sabtu, 18-22 Juli 2017 kepada para klien (atau yang lebih dikenal di Madani dengan istilah “santri) di Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

Para santri Madani dua menjalankan berbagai program kemandirian. Mereka diberikan program berkebun, terapi sosial, terapi spiritual, dan berbagai program yang Madani desain untuk membantu proses pemulihan para santri Madani.

Waktu sekitar lima hari yang dirasakan para santri di Madani Dua di Desa Sipak, Jasinga, Bogor berjalan tak terasa. Semua bergembira menjalankan semua acara dan agenda di sana. Para santri juga diajak bersosialisasi dengan alam dan masyarakat sekitar.

Bukan hanya santri Madani yang bersentuhan langsung dengan “surga” di Madani Dua. Ust. Darmawan dan Ust. Jami juga diberikan peluang oleh Allah untuk merasakan “atmosfir surga” yang dimiliki Madani Dua.

Selengkapnya…

Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Oleh : Mohamad Istihori

Berbagai aksi bullying akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Perilaku yang melanggar hukum tersebut sering kita lihat lewat berbagai media terutama melalui sosial media (sosmed). Aksi tersebut tentu saja sangat berpotensi untuk memberikan dampak buruk bagi para korbannya terutama bagi kesehatan mental mereka.

Anak-anak kita menjadi enggan keluar untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Mereka menjadi ikut takut akan berbagai ancaman tersebut dapat menimpa mereka juga. Yang sangat tidak kita harapkan adalah mereka menjadi depresi meski masih tingkat awal namun hal ini dapat membuat proses belajar mereka terganggu.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa para korban perilaku bullying kerap berhalusinasi dan berperilaku paranoid.

Perilaku-perilaku yang bagaimanakah yang dapat dikategorikan ke dalam bullying? Berikut adalah lima perilaku yang dapat dikelompokkan ke dalam perilaku bullying:

  1. Kontak fisik langsung seperti memukul, mendorong, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang-barang yang dimiliki oleh korban.
  2. Kontak verbal langsung berupa mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi julukan yang buruk, sarkasme, merendahkan, mencela, mengejek, mengintimidsi, mengejek, dan menyebarkan gosip.
  3. Perlaku nonverbal langsung misalnya melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam.
  4. Perilaku non verbal tidak langsung contohnya mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, mengucilkan, mengabaikan, dan mengirimkan surat kaleng.
  5. Pelecehan seksual.

Selengkapnya…

Anak Nakal dan Rahasia Bapaknya

Anak Nakal dan Rahasia Bapaknya

Oleh: Mohamad Istihori

Mat Semplur, “Mengapa seorang anak dapat tumbuh  menjadi anak yang nakal iya, Pak Kiai?”

Kiai Jihad, “Nakal bagaimana dulu, Plur?”

Mat Semplur, “Susah banget dibilangin. Dinasehatin yang baik kagak pernah mau nurut. Bahkan kalau dia udah ngambek susah banget ditanya ini-itunya, Kiai.”

Kiai Jihad, “Kita sebagai orang tua yang hidup di zaman sekarang memang harus memiliki kesabaran yang sangat ekstra untuk menemani mereka belajar untuk menemukan kebenaran.

Orang tua harus memiliki waktu lebih banyak untuk mengenal karakter anak-anak mereka. Setiap anak memang memiliki kelebihan sekaligus kekurangan mereka masing-masing.

Kita orang tua juga sudah selayaknya mempunyai banyak pengetahuan agar bersikap dan berucap yang tepat saat mereka melakukan suatu kenakalan.”

Mat Semplur, “Tapi kadang saya suka kehilangan kesabaran, Kiai saat menghadapi kenakalan anak. Abisnya udah dibilangin berkali-kali masih saja dia mengulangi kenakalan tersebut.”

Selengkapnya…

Indonesia dalam Gempuran Narkoba dari Cina

Indonesia dalam Gempuran Narkoba dari Cina

Oleh: Mohamad Istihori

Sejak tahun 70-an Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa negara kita dalam keadaan darurat narkoba. Sekitar 47 tahun kemudian ternyata Pemerintah tidak mengubah status perkembangan narkoba di Indonesia, status keadaannya masih saja sama yaitu Indonesia darurat narkoba.

Padahal narkoba semakin menggempur kita dari segala penjuru nusantara. Terutama kini narkoba yang berasal dari Cina. Jumlah yang masuk bukan lagi dalam ukuran kg namun sudah dalam ukuran ton.

Ada apa gerangan dengan negara kita kini? Kita berkomitmen sebagai sebuah bangsa untuk berperang melawan narkoba. Kenyataannya melihat perkembangan kasus narkoba di berbagai media massa justru narkoba lah yang saat ini sedang memerangi Indonesia.

Ibarat sebuah rumah, kita dibuat saling bertengkar dengan sesama anggota keluarga kita sendiri. Dan, saat pertengkaran yang dibuat-buat itu terjadilah kemudian banyak tetangga kita yang masuk menyusup untuk mencuri berbagai barang berharga yang ada di dalam rumah kita tersebut.

Berbagai peristiwa pertengkaran sesama saudara sebangsa terus terjadi akhir-akhir ini. Semua tentunya sangat menguras energi dan pemikiran kita. Sudah saatnya kita mengakhiri ini semua.

Selengkapnya…

Ganja Berbahaya Bagi Generasi Muda sampai Generasi Tua

Ganja Berbahaya Bagi Generasi Muda sampai Generasi Tua

Oleh: Mohamad Istihori

Josiane Bourque seorang mahasiswa doktoral dari Universite de Montreal (UdeM), Kanada mengatakan bahwa para pemakai ganja yang rutin semasa muda sangat berisiko mengalami berbagai gejala psikotik.

Gejala psikotik ini sangat berhubungan dengan pengalaman penyimpangan persepsi. Hal tersebut yang kemudian menjadikan para pecandu ganja menganggap sesuatu yang ada di luar tubuh menjadi bagian dari mereka.

Bourque menambahkan bahwa para pemakai ganja sangat terkait dengan berbagai masalah kesehatan mental serta kognitif. Para pecandu ganja ini juga sangat rentan mengalami depresi misalnya berprasangka buruk pada keadaan atau seseorang dan memiliki mood yang sangat labil. Kalau memakai bahasa anak muda zaman sekarang “mereka itu jadi gampang nggak mood”.

Hasil penelitian Bourque tersebut sangatlah masuk akal karena ganja berbahaya karena memiliki atau mengandung THC (Tetra Hidro Cannabinol) yang mengakibatkan dampak perubahan keadaan hati dan perasaan pecandunya serta merusak sel penghantar dalam sistem saraf manusia.

Selengkapnya…

Penolak Kebenaran dan Peremeh Kemanusiaan

Penolak Kebenaran dan Peremeh Kemanusiaan

Oleh: Mohamad Istihori

“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” ~HR. Muslim

Rekaman seorang wanita berbaju hitam dan berkaca mata hitam kini tengah menjadi bahan perbincangan hangat. Bagaimana tidak, wanita yang kemudian diketahui bernama Joice Warouw (JW), 46 tahun melakukan penamparan terhadap salah seorang petugas keamanan bandara di Manado pada Rabu, 5 Juli 2017.

Istri dari Brigadir Jenderal (Brigjen) Polri Sumampouw (yang saat ini mengemban amanahnya di Lemhanas) itu menolak melepaskan jam tangannya saat dilakukan pemeriksaan di XRay.

Dengan sombong dan arogannya ia pun serta-merta mendaratkan tamparannya ke pipi petugas yang sedang menjalani pekerjaannya yang sesuai dengan prosedur tersebut.

Petugas menyatakan akan melaporkan tindakan tidak menyenangkan tersebut ke Polisi #eh JW malah membalasnya dengan melaporkan balik petugas yang ia tampar tersebut.

Selengkapnya…

Prasangka Kita, Derita Mereka

Prasangka Kita, Derita Mereka

Oleh: Mohamad Istihori

Sebuah peristiwa yang sangat menakutkan telah terjadi di India. Sekumpulan orang mengikat seorang wanita berkebutuhan khusus di sebuah traktor. Mereka menuduh wanita tersebut akan menculik seorang anak.

Nasib naas. Wanita itu dipukuli, dihakimi oleh massa hanya berdasarkan prasangka dan dugaan yang belum terbukti kebenarannya sampai meninggal dunia.

Hal ini tentunya bukan hanya terjadi di India. Di Indonesia juga kerap terjadi kekerasan fisik sampai meniggalkan kematian terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus ini hanya karena berlandaskan berita yang tidak terbukti kebenarannya.

Di antara berita hoax mengenai penculikan anak yang pernah meramaikan media sosial di Indonesia adalah sebagai berikut:

PERHATIAN !!!
Waspada ada Penculik Anak-anak yang berumur 1-12 tahun
Bapak-bapak Ibu-ibu Harus Menjaga Anak kita dengan hati-hati
Penculik sering ada dalam kampung-kampung dan menyamar sebagai:

Selengkapnya…

Konsep HAM Telah Menghancurkan Kehidupan Manusia

Konsep HAM Telah Menghancurkan Kehidupan Manusia

Oleh: Mohamad Istihori

Tuhan berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia”. Ternyata kehancuran akibat ulah manusia ini bukan hanya berupa kehancuran fisik namun yang lebih menakutkan adalah hancurnya tatanan kehidupan dan moral kehidupan manusia di dunia.

Salah satu faktor utama kehancuran moral manusia saat ini adalah munculnya konsep HAM yang dilontarkan manusia Barat kepada manusia Timur. Orang Barat menuntut orang Timur untuk menegakkan HAM sementara mereka sendiri melanggar HAM.

Manusia Timur dipaksa untuk hidup toleran untuk menghargai perbedaan, sementara manusia Barat menolak masuk sesuatu yang berbeda dengannya.

Yang utama pada manusia adalah kewajiban bukan hak. Manusia adalah hamba bukan Tuhan. Semua yang dimiliki manusia adalah hak guna pakai bukan milik manusia sesungguhnya.

Banyak orang melakukan perbuatan semaunya dengan memakai alasan HAM. Dan, lebih banyak lagi orang yang melarang orang menjadi dirinya sendiri juga dengan landasan konsep HAM.

Selengkapnya…

Memilih Menikah dengan Hewan Peliharaan

Memilih Menikah dengan Hewan Peliharaan

Oleh: Mohamad Istihori

Pada tulisan sebelum, saya menyajikan artikel berjudul, “Memilih Menikah dengan Boneka Seks”. Kali ini kita bahas kasus penyimpangan seks manusia modern yang hampir sama yaitu kasus pernikahan manusia dengan hewan peliharaannya.

Kita mungkin tidak pernah membayangkan bagaimana kok ada manusia yang dilantik oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi malah memilih menikah dengan hewan. Tapi memang demikianlah manusia. Ketika sudah sesat, maka manusia dapat lebih sesat daripada hewan.

Di Sudan ada CT yang menikah dengan kambing. Di India terdapat SK yang menikah dengan anjing bernama Selvi. Di Jerman ada UM yang menikah dengan kucing bernama Cecilia. Di Denmark ada seorang pengacara cantik yang memutuskan untuk menikah dengan seekor kuda Spanyol bernama Thorgen.

Gangguan jiwa yang dimiliki orang seperti ini termasuk dalam golongan gangguan jiwa schizoid. Yaitu gangguang jiwa yang berlandaskan kepada minimnya kepedulian sosial, enggan bergaul dengan lingkungan sekitar, serta lebih nyaman ketika sendiri dan merasa ketakutan ketika berada di tengah keramaian.

Biasanya penderita gangguan jiwa schizoid ini lebih memilih untuk mengalihkan minat kepedulian sosial mereka dengan yang selain manusia seperti dengan hewan peliharaan. Awalnya mereka hanya memberikan dan mencurahkan kasih sayang, namun seiring waktu berjalan mereka pun memutuskan untuk menikah dan berhubungan seks dengan hewan peliharaan mereka sendiri.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +