Tiga Lapisan Hati

Tiga Lapisan Hati

Pembicara : Ust. Darmawan, S. Ag.

Kita tentu tahu apa itu hati. Hati adalah bagian dalam tubuh kita yang sangat penting. Dalam beberapa buku yang pernah saya baca dan yang saya pelajari dari guru saya, Almarhum KH. Toto tasmara, Allah membagi hati menjadi tiga lapisan.

Lapisan hati yang pertama adalah qolbu. Mungkin selama inibanyak sekali terjadi kekeliruan. Orang bilang qalbu adalah yang paling dalam. Ternyata kalau kita kaji dengan beberapa ayat, qolbu adalah bagian terluar hati.

Secara bahasa qalbu. Qollaba-Yuqollibu-Qolban. Yang berarti turun-naik atau bolak-balik.  Maka kita berdoa, “Ya muqollibal quluub. Tsabbit quluubanaa ‘alaa diinika wa tho’atika.” (Wahai Zat Yang Maha Membolak-balikan qolbu. Tetapkanlah qolbu-qolbu kami pada agama dan ketaatan kepada-Mu).

Selengkapnya…

Orang Beriman Laksana Lebah

Orang Beriman Laksana Lebah

Pembicara : Ust. Faisol Mandiraja, S. Pd. I.

Agama menggambarkan, kita sebagai seorang muslim hendaknya laksana seekor lebah. Masalul mukminin kamatsalin nahl. Perumpamaan orang-orang yang beriman adalah laksana lebah. Mengapa harus lebah? Inilah sampai Allah menamakan satu surat di dalam al Quran dengan nama surat an Nahl (Lebah).

Pertama sebagai ciri daripada lebah adalah yang dimakan hanya saripati bunga. Apa maksudnya? Sebagai seorang yang beriman sebaiknya mencontoh apa yang telah dilakukan oleh lebah. Lebah hanya makan saripati bunga.

Artinya, kita harus selektif terhadap makanan dan minuman. Halal atau haram harus bisa seleksi. Kalau halal silakan kita makan. Ketika haram jangan kita makan. Kita sudah diberikan satu pelajaran kehidupan penting oleh seekor lebah.

Selengkapnya…

Adiksi dan Perubahan Akal Pikiran

Adiksi dan Perubahan Akal Pikiran

Pembicara : Bro Indra Wirasetya

Banyak orang bertanya, apa itu adiksi? Adiksi adalah sebuah kecanduan yang dapat mengubah mental dan perilaku seseorang dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Hal inilah yang kemudian menjadikan adiksi termasuk ke dalam penyakit sosial.

Adiksi membuat kita tidak memiliki realitas dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian hendaknya kita tidak menjadi paranoid dengan penyakit adiksi ini. Terutama bagi kita yang awam dengan dunia adiksi.

Penyakit adiksi dapat disembuhkan dan dipulihkan. Dengan mengembalikan fungsinya di tengah masyarakat penderita adiksi dapat kembali menjadi manusia seutuhnya. Mereka yang selalu gagal dalam menjalani proses pemulihan dan rehabilitasi, hal tersebut dikarenakan belum tumbuh kesadaran dalam hati dan pikirannya bahwa sesungguhnya ia sedang berada dalam masalah.

Selengkapnya…

Peran Islam dalam Masyarakat Modern

Peran Islam dalam Masyarakat Modern

Pembicara : Ust. Samsuludin, MA., Si.

Saat ini kita hidup di zaman yang serba modern. Abad ke-21. Tantangan zaman dan beban kehidupannya pun terasa semakin berat. Mulai dari sektor pendidikan, pekerjaan, karir, dan berbagai macam masalah yang kita hadapi.

Disadari atau tidak pada akhirnya modernisme mengantarkan kita pada zaman yang teralienasi. Kita semakin merasa sendiri. Tak ada satu orang pun bersedia menemani. Apalagi saat kita sedang berada dalam kesulitan.

Kehidupan kita yang sebelumnya senantiasa berkelompok erat kini sudah mulai pudar. Ikatan keluarga besar berubah menjadi keluarga kecil. Yang tadinya rumah kita besar dengan berbagai macam dilematikanya kini menjadi rumah-rumah serba minimalis apartemen-apartemen yang terpisahkan satu dengan yang lain.

Selengkapnya…

Skizofrenia

Skizofrenia

Pembicara : Heria Widya Hernomo, SE (Pak Wid)

Terdapat sebuah keadaan. Di mana keadaan ini merupakan sebuah ujian atau cobaan dari Allah SWT. Di antara kita mungkin saja ada yang pernah mengalami sebuah peristiwa aneh, belum kita kenal sebelumnya, atau belum kita ketahui sebelumnya. Peristiwa atau keadaan ini disebut skizofrenia.

Skizofrenia merupakan sebuah nama/istilah yang disandangkan kepada manusia yang pernah mengalami gangguan halusinasi. Semua jenis halusinasi dapat menjadi gangguan bagi alam sadar, akal dan pikiran manusia yang pada gilirannya akan sangat memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Ada lima jenis halusinasi: 1) Halusinasi pendengaran, 2) Halusinasi pengelihatan, 3) Halusinasi penciuman, 4) Halusinasi kecap (rasa), dan 5) Halusinasi sentuh (raba). Kelima halusinasi ini bisa datang tiba-tiba yang dapat menimbulkan gangguan pada neuro-transmiternya.

Selengkapnya…

Wudhu (Waktu untuk Tawadhu)

Wudhu (Waktu untuk Tawadhu)

Pembicara : Ust. Arrizal Firdaus, S. Sy.

Rukun wudhu ada enam. Pertama niat. Kedua membasuh muka. Ketiga membasuh sebagian kepala. Keempat membasuh tangan sampai siku. Kelima membasuh kaki sampai mata kaki. Dan, keenam tertib.

Hal ini sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT pada surat al Maidah ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepalamu, dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki.”

Sebelum melaksanakan sholat, kita diwajibkan wudhu. Pengertian wudhu bukan hanya “izaalatun najaasah” (membersihkan najis/suci dari kotoran dan najis). Makna sebenarnya wudhu adalah kinclong atau bersinar.

Selengkapnya…

Puasa dan Beragam Peningkatan Rohani

Puasa dan Beragam Peningkatan Rohani

Pembicara : Ust. Yuki Andi Arpan, SS.

Allah berfirman dalam surat al Baqoroh ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu sekalian menjadi orang yang bertakwa.”

Secara bahasa puasa artinya adalah menahan. Secara syar`i puasa adalah menahan diri dari segala perkara yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada hakikatnya puasa merupakan sebuah metode untuk mendekatkan diri kita kepada Allah dengat sedekat-dekatnya.

Allah juga berfirman dalam surat al-Baqoroh ayat 186, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo'a kepada-Ku."

Selengkapnya…

Puasa dan Kesehatan Spiritual

Puasa dan Kesehatan Spiritual

Pembicara : Ust. Ahmad Jami Hw. S. Sos. I.

Dalam 12 bulan ada 1 bulan yang spesial yang Allah berikan kepada manusia. Nama bulan tersebut adalah Bulan Romadhon. Allah melipatgandakan ganjaran pahala di Bulan Romadhon. Pahala mubah di luar Romadhon jadi pahala sunah saat Romadhon. Pahala sunah di luar Romadhon jadi pahala wajib ketika Romadhon. Dan, pahala wajib di luar Romadhon dibalas dengan kelipatan yang tak terbatas jika terjadi pada Bulan Romadhon.

Bagi siapa saja yang mengharapkan cinta dan kasih sayang Allah, telah dilimpahkan pada 10 hari pertama Romadhon. Sedangkan pada 10 hari kedua Allah tebarkan ampunan. Karena memang sebagai manusia kita tidak akan pernah luput dari dosa. Dan, 10 hari ketiga Romadhon adalah saat di mana kita mendapatkan jaminan terbebas dari api neraka.

Selengkapnya…

Puasa dapat Meminimalisir Penyesalan

Puasa dapat Meminimalisir Penyesalan

Pembicara : Ust. Harid Isnaeni, S. Sos. I.

Al hamdulillah kita masih bisa menikmati bulan Romadhon tahun ini. Kita masih dapat menikmati keindahan Romadhon yang penuh berkah. Kita masih dapat menikmati suasana saat tutup puasa, berbagi, dan berbagai aktivitas yang kita lakukan selama Romadhon.

Tentunya dalam hidup ini kita harus senantiasa bersyukur. Termasuk dengan nikmatnya Romadhon ini. Sebab tidak ada jaminan kita dapat menikmati kembali Romadhon di tahun yang akan datang.

Mungkin tahun depan kita sudah terkubur dalam tanah. Bisa juga tahun depan wajah kita sudah menjadi “sampul surat Yasin”. Tidak mustahil tahun ini adalah kesempatan terakhir kita untuk berkumpul bersama. Karena bisa saja tahun depan nyawa kita sudah diambil oleh yang punya.

Selengkapnya…

“Nikmat Kepemimpinan Mana Lagi yang Kau Dustai?”

“Nikmat Kepemimpinan Mana Lagi yang Kau Dustai?”

Pembicara : Ust. Ade Cecep Hidayat

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan tentang kemungkaran. “Barang siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya (kekuasaan/kekuatan). Jika ia tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya (ucapan). Jika ia tidak mampu maka cukup dengan hatinya (doa). Itulah selemah-lemahnya iman.”

Setiap kita juga adalah pemimpin. Setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah atas apa yang berada di bawah kepemimpinannya. Maka menjaga kemungkaran harus dimulai dari diri kita sendiri sebelum kita berharap mampu mengubah kemungkaran yang ada di luar diri kita.

Jadilah pemimpin yang baik dan amanah bagi diri sendiri, keluarga, atau bagi jabatannya. Begitu besar tanggung jawab tugas kepemimpin yang Allah sedang titipkan kepada kita. Tanggung jawab kepada Allah dan masyarakat yang dibebankan kepada para pemimpin.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +