UJams, “Hidup Sehat dengan Metode Terpadu BPSS”

UJams, “Hidup Sehat dengan Metode Terpadu BPSS”

(Catatan 10, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Kalau kita ingin mencoba menjauhi dari hal-hal tersebut tentunya kita harus hidup sehat, lingkungan kita sehat, dan kita juga harus tahu informasi dan pengetahuan tentang apa saja masalah, gejala, atau faktor yang bisa menyebabkan itu terjadi pada diri kita.

Bagi mereka yang sudah tidak pernah mungkin melakukan hal-hal yang aneh-aneh juga bisa terkena dampaknya. HIV/AIDS bisa menular dikarenakan ada teman yang juga mungkin tidak diketahui secara asas tidak disengaja maupun disengaja.

Saya punya buku yang menarik. Buku karya dari Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater mengenai HIV/AIDS. Beliau sangat konsentrasi untuk masalah patologi sosial atau berbagai masalah yang ada di masyarakat seperti ini. Beliau juga sangat konsentrasi dalam membahas berbagai akibat dari terjadi HIV/AIDS.

Selengkapnya…

UJams, “HIV/AIDS Zaman Now”

UJams, “HIV/AIDS Zaman Now”

(Catatan 9, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Bismillahir rohmanir rohim. Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah wa barokatuh.

Sahabat Madani yang luar biasa. Pada hari ini saya ingin menyampaikan berkaitan dengan agenda di tanggal 1 Desember 2017. Kita akan memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS). Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi dan mencoba mengajak untuk bersama-sama mengintropeksi diri kita dan tentunya merencanakan apa yang harus kita lakukan ke depan.

Saudara-saudaraku sahabat Madani yang berbahagia. Mungkin teman-teman sudah banyak mengetahui bahwa HIV/AIDS adalah masalah yang tetap terjadi di Indonesia dan itu menjadi masalah kita secara keseluruhan.

Bangsa kita sampai saat kau masih mengalami berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah HIV/AIDS. Kita ingin mencoba melihat apa yang bisa kita lakukan sebagai anak bangsa. Kalau kita melihat masalah dan fenomena ini yang luar biasa dan sampai saat ini masih menghantui kita dengan berbagai macam risiko seseorang dengan virus HIV/AIDS.

Hal ini tentunya menggelitik sanubari kita. Kita adalah anak-anak, pemuda-pemuda, dan generasi yang tentunya tidak mau bangsa ini hancur gara-gara HIV/AIDS. Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini adalah salah satu masalah yang terjadi dikarenakan permasalahan yang dibuat oleh manusia.

Selengkapnya…

Prof. Dadang Hawari, “Pembodohan Kampanye Kondom”

Prof. Dadang Hawari, “Pembodohan Kampanye Kondom”

(Catatan 2, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Allah SWT menyatakan perzinaan itu dilarang tapi di dalam masyarakat modern kita malah disuruh memakai kondom untuk perzinaan. Jadi dilegalkan. Maka wajar jika kini semakin banyak penyakit yang muncul karena hubungan kelamin di luar nikah.

Dulu tahun 30-an penyakit sipilis merajalela. Saat itu belum ditemukan obatnya. Yang terkena mengalami kondisi yang sangat mengerikan. Sekarang sudah ditemukan obatnya. Penisilin. Sipilis bisa dilawan dengan Penisilin. Abis semua. Waktu wabah penyakit sipilis menyebar, orang takut berzina tapi sekarang sudah terbabat semua. Orang berani berzina lagi.

Sekarang ada virus HIV/AIDS yang berasal dari kelompok homoseksual. Mereka mengklaim itu hak asasi, asas demokrasi, asas kebebasan, dan macam-macamlah alasan politis lainnya. Yang terkena adalah negara-negara Barat yang tidak beragama. Sedangkan negara-negara Timur umumnya beragama sehingga dibohongi dan “dibantu” dengan segala macam cara.

Padahal waktu itu kita belum ada atau masih sedikit yang kena AIDS. Tapi malah digembar-gemborkan ada AIDS segala macam untuk menerima bantuan AIDS berupa paket kondom. Orang baik-baik pun menerima kondom sehingga membuat pikirannya menjadi negatif. Apalagi kondom sekarang selalu tersedia di dalam dompet anak-anak muda yang belum menikah.

Selengkapnya…

Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

(Catatan 1, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Sekilas sejarah mengenai asal mula penyakit AIDS. Penyakit tersebut pertama kali ditemukan pada 1980 di kota San Fransisco. Hampir semua penduduknya kala itu tertular. Penularan penyakit AIDS berasal dari infeksi komunitas Gay atau LGBT. Selanjutnya, direkomendasikan supaya komunitas Gay diawasi terutama perilaku seksualnya.

Peringatan dokter ini justru malah diprotes oleh mereka karena dianggap melanggar HAM. Jadi, dokter kalah karena nggak bisa berpolitik. Iya sudah akhirnya penderita AIDS sekedar diobatin. Dari kelompok homoseksual, ada yang heteroseksual. Yang heteroseksual ini kemudian menggauli wanita juga.

Akhirnya, si wanita kena AIDS juga. Jika si wanita ini berprofesi sebagai pelacur maka ia memiliki banyak langganan laki-laki.  Laki-laki “hidung belang” ini lalu kena AIDS. Mereka pulang ke rumah masing-masing kemudian berhubungan dengan istrinya. Istrinya akhirnya kena AIDS juga. Jadi semua kena.

Saat ini dalam satu menit sebanyak 250 orang di seluruh dunia terkena AIDS. Memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS) itu bagus. Pesan saya, jangan sampai hanya menjadi sekedar peringatan. Apalagi memeringatinya sambil melakukan kampanye kondom. Ini menyesatkan bagi Negara kita yang Berketuhanan Maha Esa dan menganut Pancasila. Masa melakukan kampanye kondom. Penelitian menunjukkan bahwa kondom tidak menjamin kita untuk tidak tertular berbagai penyakit kelamin terutama penyakit AIDS.

Selengkapnya…

“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

(Bagian 2)

Padahal kenyataannya tidak demikian. Kita bisa sewa kolam renang atau lapangan futsal sesuai dengan kebutuhan. Pokoknya ada pemondokan saja seperti kostan atau pesantren modern karena menggunakan terapi pengobatan atau medis.

Kadang-kadang kita bawa para klien untuk melaksanakan outbond ke Gunung Papandayan,  arum jeram, pantai, atau ke Pulau Seribu. Para klien pun bersosialisasi dan  gembira. Kita manusiakan mereka. Prinsip utama metode terpadu BPSS adalah memanusiakan manusia.

Mohon maaf kalau di rumah sakit jiwa atau panti rehabilitasi lain tidak begitu. Sedangkan di Madani sangat terbuka. Madani tidak memerlukan kerangkeng, tidak perlu diikat, tidak perlu direjeng, apalangi dipasung, nggak ada.

Para klien Madani biasa berkeliling di daerah sekitar. Masyarakatnya juga sudah beradaptasi. Para klien yang dibawa keluar, ke gunung, futsal, berenang, atau ke pulau seribu, satupun nggak ada yang lari atau kabur.

Selengkapnya…

Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

(Bagian 1)

Bagaimana awalnya Prof. menemukan metode terpadu BPSS dan apa sebenarnya metode tersebut?

Metode BPSS ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Setelah mendalami berbagai kajian, dimulai dari saya mendapat gelar doktor tahun `70 di Fakultas Kedokteran UI di bidang narkoba, saya tidak puas dengan metode saat itu.

Beberapa orang melakukan berbagai pengobatan macam. Saya melakukan banyak penelitian-penelitian dan terus-menerus. Akhirnya pada tahun `99, saya menemukan metode terpadu BPSS. Saya memberikan hak paten terhadap metode terpadu BPSS ini.

BPSS itu sebenarnya singkatan dari Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual. Dengan BPSS ini pasien kecanduan narkoba, gangguan jiwa, game online, pornografi, judi, dan semua bentuk kecanduan itu kita obati secara biologis, fisik, dan medis.

Dengan obat-obatan yang menggunakan ramuan tertentu, obat-obatnya tersedia, dan obat-obat golongan psikotik bisa mengobati gangguan yang terjadi akibat zat-zat narkoba, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Dalam otak itu terjadi berbagai perubahan fungsi dan transmisi akibat berbagai kecanduan. Nah obat ini membantu menormalkan kembali. Itu penjelasan terapi biologik.

Selengkapnya…

Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

(Bagian 5)

Bagaimana seandainya kita memiliki teman yang LGBT. Apa yang kita lakukan terhadapnya?

Banyak teman kantor atau teman pergaulan yang LGBT. Beberapa ada yang membawa temannya tersebut untuk berobat ke tempat saya. Ini hanya sebuah gambaran yang menunjukkan bahwa konsep HAM adalah tidak benar. Demokrasi tidak benar. Politik apa lagi segala macam.

LGBT adalah pure (murni) karena gangguan kejiwaan. Kemudian dianjurkan berobat. LGBT bisa diobati. Tentu berobat ini perlu waktu. Kadang-kadang suka nggak sabar. Dari segi agama, mereka sadar  bisa mengendalikan dorongan homoseksualnya. Sebenarnya laki-laki itu ada dua dorongan. Dorongan homoseksual dan dorongan heteroseksual.

Kesadaran ilmiah dan kesadaran agama inilah yang mampu menekan dan menetralisir dorongan LGBT. Bagaimana seseorang yang awalnya heteroseksual bisa berubah menjadi homoseksual?

Hal ini biasanya terjadi di berbagai penjara yang penghuninya seluruhnya laki-laki. Ada satu atau dua penghuni yang homo. Nah, inilah yang terkadang menularkan perilaku LGBT kepada para penghuni lainnya.

Selengkapnya…

“HTI Dibubarkan, LGBT Dibiarkan, Yakin Ini Kebebasan?”

“HTI Dibubarkan, LGBT Dibiarkan, Yakin Ini Kebebasan?”

(Bagian 4)

Kemudian apakah Prof. melihat ada kesungguhan dari pemerintah dalam menangani berbagai kasus tersebut?

Terus terang saja kalau saya bilang tidak ada kesungguhan. Ini kritik. Buktinya ada cukup banyak. Pemerintah masih mikirin ini dan itu. Coba mikirin masalah LGBT. Mereka pada nggak tahu bahwa LGBT adalah suatu gangguan jiwa.

Mereka terpaku pada konsep-konsep Barat. Bahwa LGBT merupakan termasuk HAM. Dari segi ilmiah katanya begitu. Buku LGBT diubah. Pendapat Asosiasi Psikiater Amerika yang menyatakan bahwa LGBT adalah salah satu gangguan jiwa juga diubah.

Secara politik, gerakan LGBT  juga dibiarkan. Semua orang dengan dalih demokrasi menjadi bebas memilih. Apakah pilihan menjadi LGBT sesuai dengan konsep Demokrasi Pancasila? Jangankan LGBT, pelacuran saja tidak diperbolehkan oleh Demokrasi Pancasila karena kita sepakat memakai sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Nah ini, penggagas kampanye Pancasila yang dilakukan oleh orang-orang itu nggak ngerti pancasila. Ini kesan saya iya. Kalau memang mereka mengerti pasti akan tahu bahwa mabuk-mabukan itu nggak boleh. Alkohol dilarang. Pelacuran dan perzinahan dihentikan.

Selengkapnya…

“Asal Ada Kemauan Gangguan Jiwa LGBT dapat Disembuhkan”

“Asal Ada Kemauan Gangguan Jiwa LGBT dapat Disembuhkan”

(Bagian 3)

Bagaimana metode terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari mampu mengobati gangguan jiwa pelaku LGBT?

Saya sudah sangat banyak menangani pasien LGBT. Jumlahnya sudah tidak terhitung. Pertama kalau ada kemauan dari yang bersangkutan bahwa “Saya ada kelainan. Saya ini bergaul sosialnya susah dan segala macam karena naluri saya menyimpang”. Itu bisa.

Nah kita tahu bahwa perilaku menyimpang itu karena ada gangguan di dalam susunan saraf pusat, yaitu di dalam sistim otak itu ada yang error. Titik-titik seksualnya ada yang error. Maka perlu diobati dengan terapi metode terpadu BPSS (Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritual) Prof. Dadang Hawari.

Nah itu kita kasih obat (Terapi Biologis/Medis). Kemudian dilakukan konseling keluarga (Terapi Psikologis). Sebab keluarga juga biasanya tahu tapi nggak ngerti bagaimana mengatasinya Ia tidak bisa sendirian. Sesudah itu terapi sosial berupa berbagai kegiatan sosial seperti umumnya.

Misalnya kalau di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care (MMHC) dilakukan kegiatan outbond ke gunung, arum jeram, futsal bersama, dan lain-lainnya dengan pengawasan atau bimbingan dari para ustad/konselor.

Selengkapnya…

“Di Mana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kalau LGBT Masih Merajalela?”

“Di Mana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kalau LGBT Masih Merajalela?”

(Bagian 2)

Apakah perilaku LGBT dapat diobati?

Oh bisa. Nah, sekarang ada anggapan bahwa LGBT itu karena gen. Nggak bener itu. Ayah-ibunya tidak ada begitu, anaknya kok ada kelainan. Ini bukan gen tapi karena pergaulan. Banyak sarjana-sarjana yang mengatakan, misalnya Albert Bandura (Penemu Teori Belajar Sosial) menyatakan, “Individu memahami sesuatu, tertarik, dan bahkan menunjukkan perilaku tertentu itu diinspirasi, dipengaruhi, dan difasilitasi oleh orang lain, terutama orang-orang yang dianggap penting oleh individu itu.”

Paul Cameron, PhD. juga mengatakan bahwa pengaruh lingkungan di antaranya pendidikan yang pro homoseksual, toleransi sosial, dan hukum terhadap perilaku homoseksual, serta adanya figur yang secara terbuka melakukan homoseksual. Inilah yang menyebabkan mengapa perilaku LGBT dapat menular kepada orang lain.

Banyak sarjana-sarjana lain seperti Prof. Dr. Gray Remafedi dari Universitas Minnesotta AS menyatakan , “Gay disebabkan karena trauma masa kanak-kanak. Trauma itu dalam bentuk kekerasan, pelecehan seksual, dan penelantaran. Oleh karena itu, orang yang mengalami trauma masa lalu amat rentan untuk berperilaku seksual menyimpang, antara lain pernah disodomi sewaktu kecil.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +