Buku untuk “Manca”

(Catatan 4, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Ust. Rambe menyampaikan beberapa aturan mengenai jajan dan penekanan bahwa setiap peserta harus selalu didampingi oleh panitia ketika hendak pergi ke mana pun saja.

“Tata tertib yang ada di Madani sama dengan tata tertib di sini. Hanya saja di sini bedanya kita bergaul dan bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan yang berbeda dengan sebelumnya,” ujar Ust. Rambe.

(Foto 11 : Ust. Rambe)

Acara berlanjut pada program keliling pulau, mengunjungi penangkaran penyu. Dilanjutkan dengan pemberian buku kepada Taman Baca “Manca” Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ust. Harid sebagai Divisi Acara mengajak kepada para peserta dengan adanya program berbagi buku ini untuk terus produktif dalam berbagai dan membaca buku.

Penyerahan buku secara simbolis dilakukan oleh salah satu peserta outbond kepada penjaga perpustakaan Taman Buku “Manca”. Adapun jadwal Taman Baca “Manca” adalah pada Senin – Jum`at dibuka mulai pukul 07.30 s/d 16.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Ahad buka pukul 09.00 – 12.00 WIB. Dengan waktu istirahat pada pukul 12.00 – 12.30 WIB.

(Foto 12 : Penyerahan Simbolis Buku untuk "Manca")

“Manca” sudah beroperasional sejak 11 bulan yang lalu. Buku-buku yang terdapat di dalamnya berasal dari sumbangan sekolah setempat, pemerintah, dan beberapa pengunjung yang memiliki kepedulian terhadap Taman Baca tersebut.

Seperti kondisi di Indonesia pada umumnya, minat baca di Pulau Pramuka ini juga masih sangat rendah. Penjaga perpustakaan menjelaskan bahwa yang lebih sering datang ke tempat tersebut kebanyakan anak-anak usia SD.

Ia juga menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak mencari buku-buku bertema sejarah untuk menyelesaikan tugas yang mereka dapatkan dari sekolah. Pada kesempatan kali ini, Madani memberikan beberapa buku bergenre anak-anak, beberapa novel, dan buku-buku bertema keagamaan.

Selanjutnya kami kembali ke villa. Istirahat sebentar kemudian melaksanakan sholat Ashar berjama’ah. Kemudian para peserta menuju pantai untuk menaiki banana boat. Beberapa peserta ada yang begitu menikmati, beberapa peserta ada yang ragu, dan sedikit peserta dikalahkan rasa takutnya sendiri sehingga sampai selesai tidak merasakan sensasi ketegangan menaiki banana boat.

(Foto 13 : Bermain Banana Boat)

(Mohamad Istihori)

120 Total Views 9 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +