Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

madanionline.org – Komitmen seseorang terhadap agama yang ia yakini dapat mencegah dan melindunginya dari penyakit. Orang yang sering melanggar komitmen yang telah ia tetapkan untuk dirinya sendiri, akan sering mengalami perasaan bersalah (berdosa). Rasa bersalah atau berdosa inilah yang membuatnya rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Lain halnya dengan orang yang memiliki komitmen yang mantap terhadap agama yang ia yakini. Ia akan selalu memiliki pikiran yang positif terhadap keadaan hidup yang bagaimana pun.

Saat ia miskin, ia bersabar. Maka dengan penyikapan ini ia terus menjalankan kewajibannya untuk bekerja dengan jujur. Tidak korupsi. Tidak curang. Tidak iri dengan berbagai jabatan yang dimiliki teman seprofesinya.

Saat kaya, ia bersyukur. Maka dengan pemilihan sikap seperti ini ia menjadi tidak sombong. Tidak lupa diri dan lupa daratan. Tidak foya-foya. Tetap tampil sederhana. Tetap menghargai siapa saja.

Orang yang berkomitmen kuat terhadap agamanya juga selalu memiliki kemampuan ekstra untuk mengatasi penyakitnya. Berkomitmen kuat terhadap agama bukan membuat dia tidak berusaha mencari jalan sembuh melalui terapi medis. Justru sebaliknya, ia terus berusaha menjalani berbagai macam kemungkinan kehendak Tuhan yang menjadi jalan bagi kesembuhannya.

Ia terus berusaha berobat. Tapi usaha berobat tidak membuat ia lupa bahwa tetap yang menyembuhkan penyakitnya adalah Tuhan Yang Maha Esa. Ia tetap berjuang tapi tetap menggantungkan harapan sembuhnya kepada Tuhan, bukan kepada terapi yang ia jalani.

Ini adalah kunci hidup sehat. Yaitu, keseimbangan berpikir antara usaha untuk berobat dan mengharap kesembuhan semata-mata kepada Allah SWT. Keseimbangan berpikir ini hanya bisa diraih oleh orang yang komitmen dengan agama.

Sedangkan orang yang tidak komitmen dengan agama menganggap bahwa yang menyembuhkannya adalah dokter, bukan Tuhan. Baginya dokter adalah Tuhan. Yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Baginya yang membuatnya sehat adalah obat. Bukan kekuatan yang sungguh-sungguh untuk bertobat.

Komitmen terhadap agama memang dapat mempercepat penyembuhan sakit kita, namun tetap dengan catatan kita tetap menjalani terapi medik sebagaimana mestinya.

Agama memiliki resep ampuh untuk melindungi dan mencegah kita terhadap berbagai macam penyakit. Bahkan terhadap penyakit yang sampai kita belum ditemukan obatnya.

Sebelum penyakit HIV/AIDS menyebar luas seperti sekarang, agama sudah melarang manusia untuk melakukan zina. Sebelum berbagai penyakit gangguan jiwa menyerang manusia modern seperti saat ini, agama sudah jauh-jauh hari melarang berbagai zat yang dapat menghilangkan akal sehat. Sebelum manusia modern merasakan krisis kepercayaan dan kepemimpinan, agama sudah mewanti-wanti sejak jauh-jauh hari, janganlah sekali-kali kita memberikan amanah berupa kepemimpinan itu kepada siapa saja yang memintanya. Apalagi sampai mengemis-ngemis. Apalagi sampai pasang iklan di berbagai macam media massa. Apalagi sampai menghalalkan berbagai macam cara!!!

1272 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +