Beda Anti Sosial dengan Phobia Sosial

Oleh: Mohamad Istihori

Kalau memang pelayanan yang selama ini dilakukan oleh mereka adalah tepat kenapa tidak juga kita gunakan. Sebagai contoh kemarin saya mendapatkan sebuah ilmu. Mengenai anti sosial. Ada yang tahu apa itu anti sosial?” tanya Bro Yudho.

USam coba menjawab, “Anti sosial adalah sebuah perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial. Contoh, di lingkungannya bukan lingkungan perokok tapi dia merokok.”

“Orang yang asyik dengan dunianya sendiri saja,” ujar UKie.

“Itu semua bukan anti sosial. Sementara ini kita menganggap orang yang diam lama di kamar terus, main game, kalau ada orang kumpul dia tidak ikutan, atau menghindar dari keramaian itu semua merupakan phobia sosial.

Anti sosial itu sebagaimana yang dikatakan oleh USam. Anti sosial itu adalah dia melakukan hal yang tidak sesuai dengan lingkungan. Misalnya, dia suka sekali berkelahi. Orang biasanya kalau berkelahi ada sebab tapi ini dia berkelahinya tanpa ada sebabnya.

Datang-datang dia nyenggol orang. Nyari gara-gara dan masalah dengan orang lain supaya ia bisa berkelahi. Atau, bisa juga dia sukanya mengendarai motor atau mobil di atas kecepatan rata-rata terus. Nggak bisa pelan.

Jadi, pemahaman kita mengenai anti sosial itu sebenarnya adalah phobia sosial (proses menarik diri dari lingkungan) bukan anti sosial. Bisa menyebabkan ia bunuh diri, psikopat, atau membunuh orang lain.”

(Jakarta, 9 Oktober 2017)

246 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +