“Mamah Ada Salam dari Edelweiss”

“Mamah Ada Salam dari Edelweiss”

(Catatan 8, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Kami menyempatkan diri untuk mengambil air di Tegal Alund sebagai perbekalan turun. Di tengah kelelahan tubuh mendaki dan menuruni Gunung Papandayan, asupan air putih tidak boleh kurang.

Ketika sampai di Wilayah Konservasi, Tim Madani Press (Mapress) melakukan wawancara ekslusif dengan Ibu Latri dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Paparan wawancara tersebut akan dihadirkan dalam sebuah tulisan tersendiri.

#

Menyelusuri Hutan Mati

Hutan Mati di sini
Bukan sebuah ilusi
Berawal dari ulah manusia sendiri
Sembarangan membuang puntung yang mengundang kobaran api

(Moeis, Gunung Papandayan, 23 Agustus 2017)

25 UKie saat menyelusuri Hutan Mati
(UKie saat menyelusuri Hutan Mati)

#

Menyelusuri hutan mati membutuhkan nafas panjang seperti mengikuti perlombaan lari marathon. Setiap peserta yang kelelahan disarankan untuk istirahat dalam keadaan berdiri sambil menghirup nafas panjang melalui hidup lalu membuangnya secara perlahan-lahan melalui mulut.

Selengkapnya…

Dalam Dekapan Edelweiss yang Manis dan Romantis

Dalam Dekapan Edelweiss yang Manis dan Romantis

(Catatan 7, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Beberapa peserta sudah nampak terbangun untuk menunaikan salat Tahajud. Mereka berjuang melawan udara yang sangat dingin. Kalau bukan karena iman dan takwa yang kuat maka mereka akan lebih memilih untuk menarik kembali sleeping bag dan tertidur lagi.

04.30 WIB. Kini jumlah peserta yang terbangun sudah lebih banyak dari jam sebelumnya. Beberapa panitia juga sudah mulai membangunkan peserta yang masih tidur. Sebagian kecil berkata, “Dingin banget Ustadz, saya nggak kuat!” dengan kembali bersembunyi di kantung tidur mereka sambil menggigil.

Usai berjama’ah Shubuh kami melaksanakan senam pagi ditemani dengan pemandangan bunga Edelweiss yang indah. Para peserta sangat bersemangat dan antusias menjalani senam pagi. Mereka dipersilakan maju satu per satu untuk menjadi instruktur senam sesuai dengan gaya, kemampuan, dan satu gerakan yang berbeda dengan peserta yang lainnya.

21 Senam pagi di tengah Edelweiss yang indah
(Senam pagi di tengah Edelweiss yang indah)

#

Selengkapnya…

Kalau Kita Yakin, Tak Ada yang Tak Mungkin

Kalau Kita Yakin, Tak Ada yang Tak Mungkin

(Catatan 6, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Semua pemberi kata sambutan sudah menyampaikan pesan, kesan, nasihat, dan berbagai ungkapan lain mengenai kegiatan Madani Adventure kali ini. Ust. Haridz (Uharidz) dan Bro Yudho bertugas menjadi pemandu jalan acara selanjutnya yaitu Sesi Kelompok.

Dalam prakatanya Ust. Haridz menyampaikan, “Kalau kita yakin dan dengan disertai dengan usaha, apapun yang kita inginkan, walaupun lingkungan sekitar kita meremehkan tapi kita yakin, tak ada yang tak mungkin.

18 Ust. Haridz sedang memandu acara Sesi Kelompok
(Ust. Haridz sedang memandu acara Sesi Kelompok)

Saya yakin teman-teman ketika mendaki pasti mengalami berbagai kesulitan, halangan, dan rintangan. Tapi dengan keyakinan, kita semua mampu mencapai puncak Gunung Papandayan. Kita semua memiliki keyakinan bahwa kita akan sampai di sini.Jadi, apapun cita-cita teman-teman, selama itu baik maka janganlah pernah ragu sedikit pun untuk menggapai dan meraihnya.”

Ust. Haridz kemudian mempersilahkan kepada para peserta untuk memperkenalkan diri, asal, dan alasan utama mengapa saat ini mereka berada di Madani. Waktu yang disediakan hanya beberapa menit.

Selengkapnya…

Sebuah Perkemahan di Bawah Bintang-Bintang yang Bertaburan

Sebuah Perkemahan di Bawah Bintang-Bintang yang Bertaburan

(Catatan 5, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – UsDar mengajak seluruh peserta Madani Adventure untuk membacakan lafadz Basmalah sebagai kalimat pembuka yang resmi bagi.

“Dengan mengucapkan, ‘Bismillahir rohmaanir rohiim’ maka kegiatan Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017 dengan ini saya nyatakan dibuka,” ujar UsDar.

Para peserta sontak bertepuk tangan bergembira menyambut dibukanya acara Madani Adventure tersebut.

Pemberian kata sambutan lalu berlanjut kepada Ketua Panitia, Bro Yudho. Sebelum memulai sambutannya, Bro Yudho meminta semua lampu yang sedang menyala sementara dipadamkan.

15 Yudho – Oke
(Ketua Panitia Bro Yudho)

Ia lalu berkata, “Tanpa kita disadari, bintang perlahan namun pasti bergeser dan saat ini bintang gemintang itu sudah berada tepat di bawah kita semua. Ini bisa menjadi pertanda bahwa acara Madani Adventure kita kali ini diberkahi oleh Allah SWT.”

Selengkapnya…

Semakin Malam Suara Alam Semakin Beragam

Semakin Malam Suara Alam Semakin Beragam

(Catatan 4, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Kami pun sampai di Pondok Saladah. Rombongan terakhir tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Waktu yang dibutuhkan dari parkiran sampai perkemahan menghabiskan waktu kira-kira 2-3 jam untuk menaklukkan Gunung berketinggian kurang lebih 2.666 mdpl itu.

11 Di Pondok Saladah kami berkemah
(Di Pondok Saladah kami berkemah)

Usai istirahat sejenak, kami mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat Maghrib berjamaa’ah. Tak terbayang bagaimana terasa dinginnya kalau kami harus mandi sore ini. Untuk berwudhu saja hawa dingin sudah masuk sampai tulang rusuk.

Ust. Samsul (USams) berinisiatif untuk memandu program salat Maghrib berjama’ah. Acara pembagian kelompok dan tenda berlangsung dibacakan oleh Bro Indra (Bro Ind) usai salat berjama’ah.

12 Bro Ind memandu pembagian kelompok dan tenda
(Bro Ind memandu pembagian kelompok dan tenda)

Selengkapnya…

Diiringi Pengamen Sholawatan Menuju Gunung Papandayan

Diiringi Pengamen Sholawatan Menuju Gunung Papandayan

(Catatan 3, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Usai makan siang kami langsung menuju ke sebuah masjid yang letaknya tak jauh dari tempat kami makan siang. Kami berjama’ah menunaikan sholat Dzhuhur yang dijamak takdim dengan Ashar.

Kewajiban pada Tuhan usai ditunaikan. Kami pun masuk ke bus dan melanjutkan perjalanan menuju Gunung Papandayan. Tiba-tiba saja masuk seorang pengamen berbaju kemeja panjang berwarna biru.

Para peserta di bus pun disuguhi berbagai lantunan sholawat dan lagu-lagu religi yang ia iringi dengan sebuah gitar. Kami sangat terhibur dengan kehadirannya. Kami pun berdendang sholawat bersama-sama.

8 Pengamen sholawatan
(Pengamen sholawatan)

Seorang penumpang bus memberinya saweran Rp. 50.000,-. Pengamen itu senang sekaligus kaget. Sangat jarang ada penumpang bus yang memberinya uang sebesar itu. Belum lagi ada beberapa penumpang yang juga memberinya uang. Meski nominalnya setingkat di bawah uang sebelumnya yang ia terima.

Selengkapnya…

Karokean Sepanjang Perjalanan

Karokean Sepanjang Perjalanan

(Catatan 2, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Pukul 07.00 WIB para peserta Madani Adventure berangkat berjalan kaki menuju lokasi parkir kendaraan yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan. Satu bus dan dua mobil Madani sudah parkir di Lapangan Parkir Kuburan Cina.

4 Berjalan ke parkiran
(Berjalan ke parkiran)

Sambil berjalan mereka melantunkan Mars Madani :

Madani yang gagah perkasa
Berjuang di Indonesia Raya
Dengan penuh harapan di dalam hati
Tuk menjadi Madani sejati

Berdzikir tiap hari
Bersholat lima waktu
Dengan penuh harapan membara

Hidup para Madani
Madani… Madani…
Enam huruf membawa berkah bagi semua

Selengkapnya…

“Manusia Jadi-Jadian” di Atas Gunung Papandayan

“Manusia Jadi-Jadian” di Atas Gunung Papandayan

(Catatan 1, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Kesibukan dan keramaian di Madani terjadi sebelum Shubuh hari ini, Selasa, 22 Agustus 2017. Memang hal tersebut bukan merupakan hal yang langka, tapi sudah terbiasa dilakukan setiap hari, setiap pagi di Madani.

Yang berbeda adalah hari ini merupakan hari pertama agenda, program, atau kegiatan Madani Adventure. Kegiatan ini berlangsung dari 22-24 Agustus 2017 di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat.

Tim “Penakluk” Gunung Papandayan dari Madani ini segera menyantap sarapan usai Shubuh berjama’ah. Acara pembukaan dilaksanakan di depan Pendopo Madani. Seksi Acara Ust Yuki (UKie) mengarahkan seluruh peserta.

1 Acara pembukaan di depan Pendopo Madani
(Acara pembukaan di depan Pendopo Madani)

Ia juga memberikan sedikit terapi permainan untuk melepas ketegangan dan mengajak seluruh peserta menyanyikan “Mars Madani” serta yel-yel Madani Adventure: “Hidup Sehat, Melepas Penat, Jauhi Maksiat!”.

2 Terapi Permainan sebelum berangkat ke Gunung Papandayan
(Terapi Permainan sebelum berangkat ke Gunung Papandayan)

Dalam sambutan, Ketua Yayasan Madani Ust. Darmawan (UsDar) menyampaikan kepada seluruh peserta dan panitia, “Perjalanan kita cukup panjang, kurang lebih akan memakan waktu enam jam.”

3 Sambutan dari UsDar
(Sambutan dari UsDar)

UsDar meminta kepada semua peserta untuk senantiasa menjaga kekompakan. Ia juga berkata, “Nanti di atas gunung sana, akan tampak dan keluar seluruh sifat asli kita masing-masing.”

Selengkapnya…

Kunjungan dr. Joni ke Prof. Dadang Hawari

Kunjungan dr. Joni ke Prof. Dadang Hawari

(Catatan 1, Kunjungan dr. Joni ke Prof. Dadang Hawari, 21 Agustus 2017)

madanionline.org – Perjuangan melawan miras dan narkoba bukan sebuah perjuangan yang mudah. Semakin hari miras dan narkoba semakin menyebar luas di segenap penjuru nusantara.

Entah berapa persen keberhasilan perjuangan tersebut bukan merupakan hal yang penting. Yang terpenting saat ini adalah seberapa serius dan sungguh-sungguh kita memerangi miras dan narkoba tersebut.

Pun pertemuan dua pejuang kemerdekaan Indonesia atas candu narkoba hari ini, Senin, 21 Agustus 2017. dr. Joni berkunjung ke kediaman Prof. dr. Dr. H. Dadang Hawari, Psikiater di kawasan Tebet, Jakarta.

“Jadi kunjungan ke saya ini maksudnya?” tanya Prof. Dadang Hawari kepada dr. Joni.

“Saya sudah sangat lama tidak bersilaturahmi kepada Prof. Sejak saya menjadi pimpinan di Rumah Sakit Duren Sawit sampai saat ini pensiun saya belum pernah berkunjung lagi. Namun selama saya menjalankan tugas di sana saya sangat sering menjadikan buku-buku Prof. sebagai rujukan,” ujar dr. Joni.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +