Game Online Membunuhmu!

Game Online Membunuhmu!

(Catatan Kasus Fenomena Kecanduan Game Online)

Dulu kalau tidak ada teman, kita tidak bisa bermain. Kini kalau ada teman justru akan menghalangi waktu bermain kita.

Dulu permainan menuntut adanya teman yang nyata. Kini kita bisa bermain dengan teman cukup di dunia maya.

Permainan dulu menuntut kebersamaan. Permainan anak sekarang malah mengharuskan kesendirian.

Dengan kemajuan teknologi, kini semua jenis permainan berpindah dari dunia nyata ke dunia maya.

Permainan anak yang dulu penuh dengan unsur sosialisasi dan interaksi, dengan modal internet dan ponsel pintar berbasis android membuat anak malah jadi terisolasi.

Apalagi dengan adanya sistem upgrade. Baik itu upgrade skill, power, senjata, bangunan, base camp, dan berbagai fitur lainnya menuntut para gamers untuk terus nongkrongin gawai mereka.

Selengkapnya…

10 Tips Melatih “Jiwa Anak-Anak dalam Diri”Menjadi Positif

10 Tips Melatih “Jiwa Anak-Anak dalam Diri”Menjadi Positif

madanionline.org – Masihkah kita memiliki anggota keluarga, sahabat, murid, atau siapa saja yang kita kenal, atau bisa juga diri kita sendiri yang masih berlaku kekanak-kanakan.

Bagaimana mendewasakan mereka? Berikut “oleh-oleh” Tim Mapress (Madani Press) untuk sidang pembaca dari seminar bertajuk “Memahami Inner Child” bersama Rivalino Shaffar untuk melatih bocah yang terperangkap dalam tubuh agar menjadi positif:

1. Minta mereka mengukur (beri nilai 1-100) perasaan marah, sedih, malu, kecewa, atau takut terhadap kejadian atau orang tersebut.

2. Bantu mereka mengingat kejadian di masa lalu yang serupa dan sangat membekas.

3. Bimbing mereka menghadapinya sebagai orang dewasa, “Kalau orang yang berbuat jahat pada kamu dulu, sekarang ada di depan, apa yang akan kamu katakan padanya?”

Selengkapnya…

Anak Kecil dalam Tubuh Orang Dewasa

Anak Kecil dalam Tubuh Orang Dewasa

(Catatan Seminar “Memahami Inner Child”, 25 Maret 2017)

madanionline.org – Dua mobil dan sebuah sepeda motor berhenti di pintu gerbang suatu sekolah. Sekolah tersebut bernama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 92 Jakarta. Sayang pintunya masih terkunci rapat.

Beberapa menit kemudian sang juru kunci datang. Para panitia dan beberapa peserta seminar yang sudah datang pun segera masuk. Hari ini, Sabtu, 25 Maret 2017, Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC) menggelar sebuah seminar bertajuk “Memahami Inner Child (Meningkatkan Dampak dalam mendidik dan Konseling Melalui Pemahaman Inner Child)” bersama pembicara Rivalino Shaffar.

Seminar dimulai sesuai waktu yang telah ditetapkan, pukul 08.00 WIB. UGyn sebagai pembawa acara mengantar sejenak para peserta mengenai bahasan seminar.
Lantunan Kalam Illahi yang dibawakan Ust. Rambe menyejukkan ruang seminar. Acara kemudian beranjak pada sambutan dari UsDar sebagai Ketua Yayasan Madani MHC.

Selengkapnya…

Generasi Kurang Perhatian, Nyawa Jadi Taruhan

Generasi Kurang Perhatian, Nyawa Jadi Taruhan

(Catatan Kasus Choking Game, Skip Challenge, atau Pass Out Challenge)

madanionline.org – Remaja, anak muda, bocah sekolah, atau apapun istilah untuk mereka yang sedang dalam masa mencari jati diri yang sejati. Mereka meraba ke sana-ke mari. Coba ini-itu.

Anak muda boleh saja suka akan tantangan. Namun, sebelum melakukan hal tersebut hendaknya kita mengamati, mempelajari, merenungkan, bertanya kanan-kiri, sebelum akhirnya kita putuskan untuk melakukan atau meninggalkan sebuah tantangan tersebut.

Jangan sampai kita menjadi generasi yang pendek akal. Mencoba sebuah tantangan tanpa terlebih dahulu berpikir panjang. Seperti sebuah permainan bernama Choking Game, Skip Challenge, atau Pass Out Challenge.

Permainan ini sekarang sedang menjadi perbincangan hangat. Banyak remaja yang mencoba tanpa mengetahui bahaya yang mengancam. Bahkan, nyawa menjadi taruhan bagi siapa saja yang mencobanya.

Dalam permainan ini, dada kita akan ditekan sekeras mungkin dalam waktu sekian detik. Akibatnya, kita akan pingsan karena tubuh mengalami pasokan oksigen yang sangat sedikit.

Selengkapnya…

Obat untuk Kebutuhan Bukan Ketergantungan

Obat untuk Kebutuhan Bukan Ketergantungan

(Ngopi -Ngobrol Bareng Prof. Dadang Hawari- Tentang Farmakoterapi)

madanionline.org – Komponen obat Prof. Dadang Hawari sangat mudah dipahami, tapi kenapa banyak dokter yang tidak mengikuti jejak Anda?

Obat untuk narkoba tidak ada juknis yang baku, maka setiap dokter hanya berdasarkan keilmuan dasar saja, tanpa melakukan penelitian dan pengalaman. Akhirnya, para dokter berjalan sendiri tanpa memiliki keberanian.

Kenapa ada obat antipsikotik hingga tiga macam dalam satu resep?

Setiap obat memiliki kelebihan dan kekurangan. Selama ini, banyak dokter hanya mengikuti  aturan dari pabrik.  Tidak melakukan penelitian dan improvisasi.

Apakah dokter umum dapat memberikan resep obat seperti Prof.?

Sangat bisa, tapi kebanyakan mereka tidak berani dan tidak mengerti  karena takut efek samping (tidak punya pengalaman).

Apakah dokter spesialis syaraf bisa memberikan penanganan terhadap narkoba?

Selengkapnya…

Atasi Depresi Dapat Cegah Bunuh Diri

Atasi Depresi Dapat Cegah Bunuh Diri

(Catatan Kasus Bunuh Diri Live di Media Sosial)

madanionline.org – Indonesia dikagetkan oleh sebuah kejadian yang amat mengerikan. Mendengar kata “bunuh diri” saja mungkin kita sudah ngeri, apalagi jika prosesi bunuh diri tersebut direkam dan disiarkan secara langsung melalui media sosial (medsos).

Aksi tersebut memang benar-benar terjadi. Peristiwa tersebut baru-baru ini dilakoni oleh sesama saudara kita di negeri ini dengan inisial PI (35 tahun). PI merasa dikhianati oleh sang istri. PI sakit hati. Dan akhirnya, PI memutuskan untuk bunuh diri.

Kita patut prihatin atas peristiwa ini. Secara psikologi, PI mengalami gangguan psikologis depresi. Penelitian terkini menjelaskan bahwa gangguan psikologis depresi terjadi akibat tubuh kekurangan adrenalin serta dopamin, dan tidak seimbangnya sorotonin.

Pada orang yang seperti ini, kita hanya cukup menjadi teman yang baik, dan mencoba mengerti setiap kata curahan hati. Bukannya malah menasihati. Kedua, kita juga harus membantunya dalam memilih mana yang kebutuhannya dan mana yang merupakan keinginannya.

Selengkapnya…

Memelihara Kehidupan dari Narkoba yang Menghancurkan

Memelihara Kehidupan dari Narkoba yang Menghancurkan

(Catatan Seminar Bahaya, Mencegah, dan Mengatasi Narkoba, Tasikmalaya-Jawa Barat, Rabu, 22 Maret 2017)

madanionline.org – Tim Madani yang terdiri dari empat orang, Usdar, Bro Yudho, Taufik, dan Istihori sedang bersiap menuju Tasikmalaya, Jawa Barat. Madani diundang oleh Pusat Studi Agama & Demokrasi (PUSAD) Paramadina untuk menjadi narasumber diskusi bertajuk “Seminar Hak Kewarganegaraan, Narkoba, dan Cara Mengatasinya.”

PUSAD Paramadina bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tasikmalaya. Para peserta yang hadir dalam seminar antara lain perempuan GOW, perempuan lintas agama, dan para murid SMA.

Tim Madani berangkat dari Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB pada Selasa, 21 Maret 2017. Tiba di Tasikmalaya, Jawa Barat sekitar pukul 21.54 WIB. Kami menginap semalam di Hotel Asri. Keesokan paginya pada Rabu, 22 Maret 2017, pukul 08.22 WIB, kami berangkat ke lokasi seminar di Pendopo Lama, Kota Tasik.

Sesampainya di Pendopo Lama, kami lihat ibu-ibu berjilbab sedang mengantri di meja penerimaan tamu. Ada juga beberapa murid berseragam “putih-abu-abu” ikut sibuk mengisi buku daftar tamu sebelum masuk dalam pendopo.

Selengkapnya…

Kakak Semplur Ngelantur

Kakak Semplur Ngelantur

madanionline.org – Terjadi kehebohan pagi ini di kediaman Semplur. Para tetangga yang sedang siap-siap berangkat kerja menyempatkan diri untuk melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.

 

“Wah kakak Semplur kesurupan,” ujar Bongkar.

 

“Segera lu jemput Mbah Dani sono, Plur,” usul Peang.

 

Semplur segera ngacir ke rumah Mbah Dani. Setelah salam dan dipersilahkan masuk, Semplur menceritakan peristiwa “kesurupan” kakaknya, “Mbah kakak saya ‘kesurupan’ dari malam Jum`at kemarin. Awalnya kena di tempat kerjanya. Jum`at dan Sabtu sempat normal.

Selengkapnya…

Definisi Sehat dalam Paradigma Metode Terpadu BPSS

Definisi Sehat dalam Paradigma Metode Terpadu BPSS

madanionline.org – Bagaimana mungkin dokter dan ilmu kedokteran dapat berjalan tanpa agama. Dokter dengan ilmu yang ia miliki hanya menjalankan kewajiban untuk mengobati orang yang sakit.

Sedangkan yang menyembuhkan hanya Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. Apalagi kalau kita sudah bicara cabang ilmu kedokteran jiwa (psikiatri) dan kesehatan jiwa (mental health).

Bahkan untuk mencapai level kesehatan yang lebih luas yaitu kondisi sejahtera (well being) pada diri seseorang, harus ada titik temu antara psikiatri/psikologi/kesehatan jiwa dengan agama.

Menurut pandangan dunia psikiatri, kesehatan jiwa adalah kondisi yang dapat meningkatkan secara maksimal perkembangan:

Selengkapnya…

Hidup Berjuang atau Mati Tanpa Usaha

Hidup Berjuang atau Mati Tanpa Usaha

Oleh: Ali Yahya Rambe, SE. Sy.

Banyak contoh yang bisa dijadikan pelajaran. Pembangunan karakter yang menjadi dilema dalam keseharian. Hukum yang menjadi penguasa di Indonesia. Sementara hukum di Indonesia akan bisa dipatahkan oleh uang.

Di Indonesia hukum bersifat runcing ke bawah tumpul ke atas. Ini yang menandakan simbol kehancuran anak bangsa. Sehingga pendidikan karakter dimanjakan dengan hukum dan dihancurkan oleh hukum itu sendiri.

Aturan hukum dilanggar oleh para pembuatnya. Sehingga akan menjadi figur yang tidak pantas diperlihatkan ke publik yang menjadikan acuan anak-anak di masa mendatang dan terkadang dibenarkan  oleh hukum.

Hidup hanya sebatas hidup, ancaman akan semakin terlihat tetapi ancaman itu diabaikan tanpa pencegahan. Kehidupan bergerak tanpa arah dan tujuan.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +