Welcome Drink dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Welcome Drink dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

(Catatan 2, Madani Outbond Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 16-18 Mei 2017)

madanionline.org – Sesampai di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu kami berkumpul di depan Villa Mutiara untuk menikmati welcome drink (minuman selamat datang) dan mengikuti acara pembukaan pada pukul 11.30 WIB.

Ust. Harid (UHarid) yang menjabat sebagai Seksi Acara dalam kepanitiaan Outbond kali ini memandu acara pembukaan Madani Outbond.

Satu demi satu acara dibawakan oleh UHarid. Untuk acara pembukaan, seperti biasa, membacakan surat al Fatihah bersama.

(UHarid)
Sebelum beranjak pada acara berikut, sambutan Ketua Madani Outbond, UHarid mempersilahkan Bro Yudho untuk membawakan ice breaking.

Hal ini dimaksudkan untuk melemaskan kembali otot-otot yang tegang setelah mengarungi dan menyeberangi lautan Pulau Seribu.

Materi ice breaking dari Bro Yudho salah satunya adalah simulasi di mana para peserta Madani Outbond saling memijat pundak teman mereka yang ada di depan.

Selengkapnya…

Jadilah Petugas Asesmen yang TEN (Tulus, Empati, dan Netral)

Jadilah Petugas Asesmen yang TEN (Tulus, Empati, dan Netral)

(Catatan Ke-3 Pelatihan Asesmen Konselor Madani bersama UGin di Studio Madani, Selasa, 9 Mei 2017)

madanionline.org – 5. Menegakkan diagnosa
Hasil asesmen berupa resume, penilaian petugas asesmen, pada akhirnya ditentukan klien kita ini idealnya mendapatkan konseling apa saja. Yang harus diperhatikan petugas asesmen juga adalah harus dapat membedakan antara asesmen dengan introgasi. Jangan sampai awalnya kita mau asesmen malah terjebak ke dalam proses introgasi.

6. Memotivasi perubahan perilaku
Dalam asesmen, petugas asesmen tidak hanya bertanya dan mendengarkan jawaban dari klien, ada kalanya juga petugas asesmen memberikan berbagai motivasi untuk menguatkan klien agar tidak kembali mengulang kesalahan yang pernah ia perbuat.

7. Menyusun rencana terapi yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi klien.
Hasil asesmen harus dijadikan pedoman dasar bagi petugas asesmen untuk menyusun rencana intervensi dan rujukan yang dibutuhkan oleh klien.

Selengkapnya…

Menjadi Serendah-rendahnya Manusia karena Narkoba

Menjadi Serendah-rendahnya Manusia karena Narkoba

(Catatan Ke-6 Penyuluhan Bahaya Narkoba Madani & Peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad Saw di Masjid al Bina Apartment Casablanca East Residence, 6-5-2017)

madanionline.org – Usai memberikan beberapa ilmu penyuluhan mengenai bahaya narkoba, Ust. Samsul kemudian mempersilahkan kepada para pendengar untuk bertanya.

Penanya pertama, “Saya ingin menanyakan kiat apa yang paling efektif dalam menangani narkoba? Terima kasih.”

Penanya kedua, “Apa saja ciri-ciri seorang anak terkena narkoba?”

Penanya ketiga, “Bagaimana hukumnya orang yang berpuasa, ketika membatalkan puasa dan sahurnya memakai narkoba?”

Ust. Samsul memberikan analogi untuk menjawab pertanyaan pertama, bahwa  pemberantasan masalah narkoba yang terbaik adalah seperti memberantas penyakit malaria.

Penyakit malaria adalah sebuah penyakit yang berasal dari nyamuk. Maka nyamuknya harus benar-benar dimatikan. Kalau nyamuk sudah diberantas maka selanjutnya adalah membersihkan sarangnya.

Selengkapnya…

Beberapa Dampak Buruk Penggunaan Narkoba

Beberapa Dampak Buruk Penggunaan Narkoba

(Catatan Ke-2 Penyuluhan Bahaya Narkoba Madani & Peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad Saw di Masjid al Bina Apartment Casablanca East Residence, 6-5-2017)

madanionline.org – Ust. Samsul menyampaikan bahwa narkoba memiliki banyak dampak buruk bagi pemakainya.

Di antara dampak buruk tersebut antara lain orang yang tadinya rajin sholat jadi malas sholat. Yang tadinya jujur jadi banyak bohong. Yang tadinya semangat kerja jadi malas kerja.

Yang tadinya anak baik jadi korban bahkan pelaku kekerasan seksual. Jadi berani melawan kedua orang tua bahkan berantem dengan keduanya. Itulah akibat orang yang memakai narkoba.

Patut juga diingat bahwa yang namanya minuman keras (miras)/alkohol itu juga termasuk ke dalam golongan narkoba.

Maka kalau kita punya pemimpin yang pro miras artinya kita memiliki pemimpin yang secara sadar atau tidak sadar bahwa ia sedang menghancurkan masa depan kita dan generasi muda kita.

Kalau anak kita sudah kecanduan miras atau narkoba berarti mereka sudah menjadi pengikut setan. Kalau saraf otak mereka sudah terkontaminasi oleh setan narkoba maka dinasihati juga bakal masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Selengkapnya…

Habis Titik Baru Koma, Hujan Rintik-Rintik Bisa Buat Kembali Pake Narkoba?

Habis Titik Baru Koma, Hujan Rintik-Rintik Bisa Buat Kembali Pake Narkoba?

(Catatan Forum Silaturahmi Keluarga Madani 3 Bagian Ke-16  Bersama Bunda Meilani Hermanto di Studio Madani, Kamis, 4 Mei 2017)

madanionline.org – Bunda Meilani, “Hujan rintik-rintik saja bisa jadi trigger bagi seorang mantan pecandu untuk kembali memakai narkoba. Kalau buat kita mah apaan sih cuma suara air rintik-rintik di atap rumah?

Tapi buat dia itu cakung (cuaca mendukung) yang dapat mengembalikan memori dia dulu saat masih berada dalam alam penagihan. Hujan rintik-rintik bisa membuat mereka merinding. Bukan karena kedinginan tapi karena muncul sugesti untuk make narkoba lagi.

Orang (people) dan cara berpikir (think) juga bisa jadi pemicu seseorang kembali terjebak dalam lubang hitam narkoba.

Mimpi juga bisa jadi trigger. Ada loh mantan pecandu yang gara-gara mimpi make narkoba membuat dia jadi sakaw lagi. Tugas kita memang berat untuk menjaga pemulihan dia karena prioritas hidup kita sekarang adalah dia.

Saya baru pulang dari Kuala Lumpur kemarin. Saya bertemu dengan mantan pecandu yang sudah 25 tahun clean. Tapi tetap masalahnya juga sama seperti yang tadi kita bicarakan di atas. Selama mereka hidup maka trigger, pemicu, atau sugesti akan selalu ada pada dirinya.

Selengkapnya…

Empat Kunci Sukses Proses Pemulihan Keluarga dan Korban Pecandu Narkoba

Empat Kunci Sukses Proses Pemulihan Keluarga dan Korban Pecandu Narkoba

(Catatan Forum Silaturahmi Keluarga Madani 3 Bagian Ke-11  Bersama Bunda Meilani Hermanto di Studio Madani, Kamis, 4 Mei 2017)

madanionline.org – Bunda Meilani, “Kemudian, problem yang dimiliki para mantan pecandu ini biasanya adalah masalah pekerjaan. Saya juga membina kegiatan di after care, mencarikan pekerjaan bagi mereka ini memang sulit akibat stigma tadi.

Saya sudah coba dan berusaha meminta kepada beberapa teman dan rekan yang punya posisi tinggi di beberapa perusahaan. Teman saya sih setuju aja. Tapi begitu dia bawa ke manajemen selalu ada penolakan terhadap para calon karyawan yang juga adalah seorang mantan pecandu narkoba. Berkali-kali mereka mendapatkan penolakan yang sama.

Kemudian, muncul juga permasalahan di lingkungan sekitar tempat dia tinggal. Saya menemukan beberapa klien saya sudah tidak boleh lagi ke rumah karena ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri. Itu karena stigma dan juga trauma dari keluarga terhadap kehadirannya.

Para pecandu narkoba ini sering pula menghadapi masalah ekonomi. Karena ia juga sudah tidak lagi memiliki pekerjaan. Kehidupan ekonomi mereka menjadi carut-marut. Maka saya percaya di setiap tempat rehab mereka diajarkan untuk menghadapi berbagai macam kemungkinan masalah tersebut agar mereka tetap survive dan form.

Selengkapnya…

“Hilang Satu Nggak Apa-Apa Deh, Bu!”

“Hilang Satu Nggak Apa-Apa Deh, Bu!”

(Catatan Forum Silaturahmi Keluarga Madani 3 Bagian Ke-6  Bersama Bunda Meilani Hermanto di Studio Madani, Kamis, 4 Mei 2017)

madanionline.org – Bunda Meilani, “Kita, orang tua, atau keluarga dan anak kita yang terkena masalah narkoba adalah sama-sama menjalankan proses pemulihan.

Dalam proses tersebut terkadang kita tidak mampu bilang ‘tidak’ atau juga tidak bisa bilang ‘iya’ sama anak kita. Hal tersebut sebenarnya menandakan kita masih kecanduan terhadap anak kita.

Begitu juga dengan anak, tidak mampu berkata jujur terhadap kedua orang tuanya. Kadang juga kita tahu dia pakai narkoba, dan dia juga tahu bahwa kita tahu bahwa dia pakai narkoba namun kedua-duanya pura-pura tidak tahu.

Kedua belah pihak mengalami powerless (tidak memiliki kekuatan) untuk sama-sama duduk kemudian berbicara dan saling mengakui bahwa kedua belah pihak sedang memiliki masalah.

Masalah berkomunikasi ini membutuhkan proses. Saya sendiri pernah juga mengalami, anak saya semua tujuh, yang enam anak ini meminta saya untuk menyudahi perhatian saya terhadap satu anak yang bermasalah dengan narkoba ini.

Selengkapnya…

Belajar dari Acara Wisuda di Malaysia Bagi Para Mantan Pengguna Narkoba

Belajar dari Acara Wisuda di Malaysia Bagi Para Mantan Pengguna Narkoba

(Catatan Forum Silaturahmi Keluarga Madani 3 Bagian Ke-1  Bersama Bunda Meilani Hermanto di Studio Madani, Kamis, 4 Mei 2017)

madanionline.org – Bunda Meilani, “Ini adalah pertemuan kita yang ketiga. Pada pertemuan kedua saya berhalangan hadir karena harus menghadiri sebuah kegiatan di Kuala Lumpur, di Rumah Pengasih.

Sebuah acara graduation. Sebuah acara wisudanya anak-anak recovery person. Wisudanya saudara-saudara kita, teman-teman kita yang sudah menjalani pemulihan selama minimal dua tahun.

Dari Indonesia memang cukup banyak yang diwawancarai, dia benar-benar dua tahun sudah clean, walaupun di rumah saja. Jadi anak baik-baik. Yang penting nggak make. Yang tidak bisa kita wisuda adalah mereka yang masih minum alkohol/miras (minuman keras) walaupun jarang.

Ada 12 orang dari Indonesia yang lulus dari wawancara dan akhirnya mereka ikut diwisuda. Ini adalah untuk yang kelima kalinya yang diselenggarakan oleh Rumah Pengasih. Wisuda ini mereka buat setiap empat atau lima tahun sekali.

Selengkapnya…

“Kedua Orang Tua Harus Seiya dan Sekata dalam Membantu Pemulihan Anak Pecandu Narkoba”

“Kedua Orang Tua Harus Seiya dan Sekata dalam Membantu Pemulihan Anak Pecandu Narkoba”

(Forum Silaturahmi Keluarga Madani 2 Bagian Ke-17  Bersama Bunda Rostina di Studio Madani, Kamis, 20 April 2017) – Selesai

madanionline.org – Bunda Rostina, “Dulu anak saya kerja. Tiba-tiba perusahaannya berhenti beroperasi. Di situ saya juga timbul kembali kekhawatiran dia bakal kambuh lagi karena masalah tersebut. Makanya bohong kalau kita sudah tidak khawatir lagi.

Hanya kalau kita sudah sering melakukan latihan di FSKM ini kita akan lebih banyak memiliki pilihan dan cara untuk mengendalikan diri kita terlebih dahulu baru sebisa mungkin membantu menenangkan anak kita itu.

Kita jalin hubungan komunikasi antara orang tua dengan anak secara harmonis. Kita bisa membuka dan memulai percakapan dengan banyak hal. Misalnya dengan bertanya kabar dan keadaan pekerjaannya hari ini, apa ada kejadian yang menyenangkan yang bisa ibu/bapak dengar, dan lain sebagainya.

Jangan langsung memulai dengan pembicaraan yang berat dan serius. Jangan lupa kita libatkan juga anak-anak kita yang lain untuk merangkul anak kita yang telah kena narkoba ini. Terkadang anak-anak yang lain meremehkannya. Mereka menganggap harta keluarga habis gara-gara kelakuannya.

Selengkapnya…

Pentingnya Mengisi Setiap Ruang Kosong pada Jiwa Mantan Pecandu Narkoba dengan Unsur Spiritual

Pentingnya Mengisi Setiap Ruang Kosong pada Jiwa Mantan Pecandu Narkoba dengan Unsur Spiritual

(Forum Silaturahmi Keluarga Madani 2 Bagian Ke-16  Bersama Bunda Rostina di Studio Madani, Kamis, 20 April 2017)

madanionline.org – Bro T, “Saya sering bilang sama teman-teman saya bahwa bukan kita pecandu narkoba yang sedang direhab doang yang sedih, orang tua kita di rumah juga sama sedihnya seperti kita saat ini.

Orang kita di rumah bahkan lebih sedih daripada kita yang sedang menjalani program rehabilitasi karena merasa kehilangan diri kita selama beberapa lama. Maka saya tekankan lagi kepada mereka bahwa perjalanan dan proses pemulihan ini masih sangat panjang.

Sebagai orang tua kita juga sebaiknya tidak perlu terlalu bersedih karena di Madani, anak-anak kita punya adik, kakak, teman, dan guru baru yang selalu mendampingi dan menghibur kesedihan mereka selama menjalani program rehabilitasi di Madani.

Yang namanya feeling memang selalu seperti itu. Ada good feeling, ada juga bad feeling. Yang saya yakin kalau kita mau berbuat baik Allah akan selalu membantu kita bagaimanapun caranya.

Keinginan untuk memakai lagi bagi setiap mantan pecandu itu pasti selalu ada karena itu sudah tertanam sedemikian rupa di alam bawah sadar mereka. Maka itulah diadakan family support group seperti ini agar kita bisa saling menguatkan sehingga kita semakin memiliki peluang yang besar untuk dapat membantu proses pemulihan mereka.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +