Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

“Innamal Khomru bukan Innamaa Shabu-Shabu?”

“Innamal Khomru bukan Innamaa Shabu-Shabu?”

(Menangkal Pikiran Keliru Tentang Shabu-Shabu)

Oleh : Mohamad Istihori

Al Quran secara gamblang dan jelas mengharamkan khomar. Namun, untuk berbagai jenis narkoba termasuk misalnya Shabu-Shabu tak terdapat dalil yang tersurat yang mengharamkannya.

Inilah yang menjadi celah bagi seorang pengajar ilmu Syariah dan Bahasa Arab bernama Ahmad Marzuki (46 tahun) untuk memengaruhi para santrinya bahwa Shabu-Shabu adalah halal. Boleh dikonsumsi.

Selama 10 tahun peristiwa tersebut terjadi. Dalam rentang waktu itu Marzuki mengelabuhi banyak orang sambil berdalih, “Dalam Al Quran kan yang dilarang ‘khomar’ bukan shabu-shabu atau jenis narkoba yang lain. Firman Allah itu berbunyi, ‘Innamal khomru…’ bukan ‘Innamaa shabu-shabu…’ Ayat tersebut bercerita tentang khomar. Khomar itu cairan anggur. Lalu, kenapa Shabu-Shabu ikut haram?”

Padahal jelas bahwa mayoritas ulama mengharamkan Shabu-Shabu dan jenis narkoba yang lain melalui qiyas. Hukum agama tertinggi adalah Al Quran. Kedua, Hadits. Ketiga, ijma. Dan keempat, qiyas.

Dari Al Quran, Hadits, dan Ijma memang tidak ada dalil mengenai haramnya Shabu-Shabu. Jika kita telaah memang dari Surat Al Fatihah sampai An Naas tidak akan kita temukan satu pun ayat yang menerangkan bahwa Shabu-Shabu dan jenis narkoba yang lain itu adalah haram.

Tapi jika ditinjau berdasarkan dalil qiyas terdapat sebuah hadits yang dikemukakan Umar bin Khottob RA, “Khomar adalah segala sesuatu yang menutup akal.” (HR Bukhari Muslim).

Jika khomar dapat menutup atau melemahkan akal sehingga kita tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Shabu-Shabu pun dapat menutup atau melemahkan akal. Maka Shabu-Shabu diqiyaskan dengan khomar hukumnya dalam Islam adalah haram karena sama-sama melemahkan dan melenyapkan akal manusia seperti yang diungkapkan Umar bin Khottob RA. Dalam hadits tersebut.

~Jum`at, 24 Januari 2020, 19:33 WIB

Keluarga Besar Mujahid Madani, Berkumpul dan Bergembira dengan Sepenuh Cinta

Keluarga Besar Mujahid Madani, Berkumpul dan Bergembira dengan Sepenuh Cinta

(Catatan Sobekan Family Gathering Yayasan Madani Mental Health Care di Buni Ropes Ciputat Tangerang Selatan pada Sabtu, 11 Januari 2020)

Oleh : Mohamad Istihori

Salah satu momen penting dalam sebuah perusahaan, yayasan, atau komunitas adalah kumpul keluarga (family gathering). Untuk itulah Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC) menggelar sebuah agenda bertajuk Family Gathering Yayasan Madani Mental Health Care 2020 di Buni Ropes Ciputat Tangerang Selatan pada Sabtu, 11 Januari 2020 mulai pukul 09.00 sampai dengan 15.00 WIB.

Dalam momen tersebut yang berkumpul bukan hanya keluarga inti. Namun, para Mujahid Madani juga ada yang mengajak mertua, keponakan, adik ipar, dan anggota keluarga yang lainnya.

Family Gathering (FamGath) juga sangat penting untuk refreshing (penyegaran). Di tengah kesibukan Mujahid Madani melayani tugas pelayanan pemulihan bagi para korban penyalahgunaan narkoba dan gangguan jiwa, FamGath dapat menyegarkan pikiran sehingga diharapkan dapat bekerja kembali di Madani secara optimal.

Apalagi acara dibawakan oleh Ust. Harid Isnaini dengan sangat cair dan mengalir sehingga acara berjalan dengan penuh keceriaan dan kegembiraan. Acara saling ejek dan ceng-cengan menambah kesemarakan FamGath sehingga mampu mengendorkan kembali ketegangan urat syaraf tanpa ada satu pun pihak yang “baper”. Selengkapnya…

Program Tes VCT untuk Pencegahan Virus HIV

Program Tes VCT untuk Pencegahan Virus HIV

madanionline(dot)org – VCT adalah Voluntary Counselling and Testing. Diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS). Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi individu yang terpapar virus HIV/AIDS.

VCT bisa dilakukan di puskesmas, rumah sakit, maupun klinik penyedia layanan VCT. HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan global yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang. Adanya VCT sangat berperan dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah meluncurkan panduan VCT yang berguna dalam mendeteksi dan menangani HIV secara global. Pedoman tersebut kemudian diterapkan di berbagai negara, khususnya negara berkembang.

Pada prinsipnya VCT bersifat rahasia dan dilakukan secara sukarela. Artinya, hanya dilakukan atas inisiatif dan persetujuan seseorang yang datang pada penyedia layanan VCT untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan pun terjaga kerahasiaannya.

Tes VCT selalu dilakukan di Yayasan Pusat Rehabilitas Madani Mental Health Care, dilakukan hanya pada santri-santri dengan Diagnosa Naza, karena dengan pemakaian dan perilaku yang menyimpang selalu terjadi pada pasien-pasien NAZA.

Madani selalu rutin melakukan tes VCT selama masa program, biasanya dilakukan pada santri yang sudah menjalani tiga bulan masa rehabilitasi atau sedang menjalani masa rehabilitasi. Dilakukan dengan sukarelawan dan persetujuan antara pasien dan keluarga klien. Karena tes VCT merupakan program dari Madani.

Madani melakukan tes VCT untuk mencegah penyebaran virus pada klien-klien yang terindikasi terkena HIV pada klien dengan diagnosa NAZA.

Penulis : Andriyan Lutfi Arif. S. Kep
Editor : Mohamad Istihori

Meningkatkan Efektivitas Panti Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Meningkatkan Efektivitas Panti Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

madanionline(dot)org – Kegiatan Uji Publik Hasil Penelitian PUSLITDATIN (Pusat Penelitian, Data, dan Informasi) BNN (Badan Narkotika Nasional) digelar pada 05 Desember 2019 di Hotel Kartika Chandra bekerjasama dengan LIPI memaparkan antara lain hasil survei 2018 di 13 ibukota provinsi.

Pertama, angka prevalensi penyalahguna narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dalam satu tahun terakhir adalah 3,2% (2,297,492 orang) dan pekerja 2,1% ( 1.514.037 orang).

Kedua, lima jenis narkoba terbanyak dikonsumsi satu tahun terakhir : Ganja (65%), Shabu (38%), Ekstasi (18,7%), pil koplo (14,6%), dan dextro (6,4%).

Madani sebagai salah satu dari lima lembaga masyarakat yang diundang dalam kegiatan ini menyampaikan pandangannya dalam sesi tanya-jawab tentang perlunya peningkatan efektivitas tempat rehabilitasi masyarakat.

Selain itu, Panti Rehabilitasi narkoba Madani Mental Health Care mengharapkan agar BNN mampu mengatur para “mafia” rehabilitasi yang memeras dan memanfaatkan klien atau anggaran untuk kepentingan pribadi.

Berikut adalah kesimpulan lengkapnya:

  1. Angka prevalensi pengguna narkoba setahun terakhir sebesar 1,8%.
  2. Lima provinsi penyalahguna narkoba tertinggi: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, dan DI Yogyakarta.
  3. Kebiasaan merokok, nongkrong malam, dan bermain game merupakan perilaku paling berisiko terhadap penyalahgunaan narkoba.
  4. Angka penyalahgunaan narkoba laki-laki lebih besar daripada perempuan.
  5. Kelompok responden penyahguna yang terbesar berasal dari kelompok yang bekerja dan yang menganggur.
  6. Usia pertama kali menggunakan narkoba berkisar 17-19 tahun.
  7. Pengguna narkoba terbanyak berada di usia produktif (35-44) tahun.
  8. Lima jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi selama satu tahun terakhir yaitu: ganja, shabu, pil koplo, dan dextro.
  9. Hubungan pertemanan menjadi sumber utama perolehan narkoba.
  10. Alasan pertama kali memakai narkoba terutama karena coba-coba dan ajakan atau bujukan teman.
  11. Ceramah/penyuluhan dianggap cara paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.
  12. Televisi dan media sosial merupakan media yang dianggap paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.
  13. Rehabilitasi merupakan cara utama yang dianggap paling tepat dalam penanganan penyalahguna narkoba.

Dalam rundown acara, kegiatan dimulai pukul 08.30 sampai 14.00 WIB.

Penulis : Ginanjar Maulana
Editor : Mohamad Istihori

Belajar Bersama Keutamaan Sholat Dhuha di Madani

Belajar Bersama Keutamaan Sholat Dhuha di Madani

Madanionline(dot)org – Pagi ini, Kamis, 5 Desember 2019 sebanyak 11 santri (pasien) di Panti Rehabilitasi Narkoba Madani Mental Health Care (MMHC) mengadakan sholat sunnah Dhuha dan Tobat secara berjama’ah mulai pukul 09:00 WIB sampai selesai.

Sehabis sholat, para santri

Madani mendapatkan ilmu tentang keutamaan sholat sunnah Dhuha dan Tobat. Di pagi hari ini keutamaan sholat sunnah Dhuha menjadi tema utama.

Hikmah melaksanakan Sholat Dhuha. Antara lain, setiap tulang sendi menjelang pagi itu memerlukan sedekah, maka untuk itu tasbih itu sedekah, tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, dan setiap takbir itu adalah sedekah maka semua perbuatan itu sama halnya dengan dua roka’at sholat Dhuha.

Diceritakan di sebuah hadist  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat”.

Beliau bersabda, “Kerjakanlah shalat Shubuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru shalatlah. Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan (Malaikat), sampai bayangan tombak mengecil”.
(HR. Muslim)

Jadi sebagai penutup dan inti dari sholat Dhuha ini ialah kerjakanlah sholat Dhuha. Insya Allah akan jadi kunci rezeki sepanjang hari.

Penulis : Rudi Pardomuan Dongoran
Editor : Mohamad Istihori

Sehat Bersama Gadget

Sehat Bersama Gadget

Oleh : dr. Kartika Muchtar SpKJ.

Ilustrasi Kasus I

Anak 15 tahun, SMP kelas 3.

Keluhan : marah-marah, banting barang, dan mengancam dengan pisau.

Sebelum kecanduan HP : pendiam, sedikit teman, pintar di sekolah, dan rajin bantu orang tua.

Ketika mengalami kecanduan HP : Malas sekolah, asik main HP, marah bila dilarang, memukul ibu.

Ilustrasi Kasus II

Laki-laki, 22 tahun, staf admin.

Keluhan : tidak bisa tidur sejak tiga bulan terakhir, sejak satu tahun yang lalu membeli HP canggih, sering bermain game sampai lupa waktu, mengganggu pekerjaan (terancam PHK).

Pengertian Gadget

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Selengkapnya…

Man Ana? Siapa Saya?

Man Ana? Siapa Saya?

Oleh : Arrizal Firdaus

Sangat mudah kita mengatakan, “Siapa saya?”

Gampang kita mengatakan, “Siapa saya?”

Akan tetapi sulit untuk memahami, “Siapa saya?”

Orang lain tidak seutuh dan sepenuhnya mengenal diri saya akan tetapi yang memahami yang mengenal diri saya sendiri yaitu saya, ketika kita bertanya kepada keluarga kita, saudara kita, teman kita, dan orang lain mengenai siapa saya? Terkadang orang itu menjawab dengan menertawakan kita, ada yang menjawab dengan candaan, dan ada pula yang menjawab dengan serius.

Kalau kita resapi arti dari “siapa saya” secara mendalam makna dan tujuannya dan itu banyak orang yang tidak mengerti dan tidak paham maksud pertanyaan “siapa saya”. Marilah kita pahami kita perdalam mengenai pertanyaan, “Siapa saya?”

Saya dilahirkan dari air yang hina dan Allah menciptakan nenek moyang kita yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa turun-temurun dan sampai pada tahun 1992 M saya dilahirkan ke dunia ini. Empat bulan Allah meniupkan ruh kepada saya kemudian 9 bulan saya dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci kemudian orang tua saya merawat saya dengan kasih dan sayang kemudian menjaga dan merawat saya dari kecil hingga sebesar ini, sampai saat ini saya masih menyulitkan orang tua dan keluarga saya. Selengkapnya…

Gangguan Gadget, Pemulihan, dan Madani Sebagai Solusinya

Gangguan Gadget, Pemulihan, dan Madani Sebagai Solusinya

Oleh : Prayudho Utomo Endarto

(Direktur Madani Training Center, Konselor Adiksi Madani Mental Health Care, dan Konselor Adiksi Kementerian Sosial RI)

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan sangat minimnya pengawasan dari keluarga atau pemerintah, gangguan kejiwaan baru mulai banyak dialami oleh masyarakat.

Bentuk gangguan kejiwaan ini lebih merusak mental dan perilaku, salah satunya adalah kecanduan terhadap gadget, baik itu game online, judi online, maupun sosial media.

Penderitanya  baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Banyak di antara mereka tidak paham atau tidak merasakan efek yang terjadi dengan perubahan mental dan perilaku mereka. Adapun mereka yang menyadari tapi mereka tidak tahu cara penanggulangannya, ke mana, dan bagaimana mereka harus berobat.

Kecanduan gawai atau gadget dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri di leher, sulit beraktivitas, kurangnya tidur, hingga penyakit tertentu. Seseorang dapat dikatakan kecanduan gawai apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gawai, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable game divice.

Menurut para ahli, kecanduan gawai ini menyebabkan efek euforia yang sama seperti dengan kecanduan lainnya, antara lain narkoba, judi, atau melihat tontonan pornografi. Berdasarkan penelitian kecanduan gadget ini dapat merubah zat kimia otak yang akhirnya memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan perilaku.

Anda dapat mengukur tingkat kecanduan terhadap gadget dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Selengkapnya…

Menjaga Idealisme Para Lebah Kehidupan

Menjaga Idealisme Para Lebah Kehidupan

Oleh : Samsuludin, MA.Si.

Setengah dari perjalanan Madani adalah perjalanan hidupku.

Bagi saya mengenal Madani adalah sebuah perjalanan penuh makna. Pada saat masih di Madrasah Ibtidaiyah saya menemukan buku kecil tentang panduan terapi dan rehabilitasi NAZA. Tapi yang saya ingat bukan sosok penulisnya atau isi bukunya tapi sebuah kata-kata ditulisan tangan untuk pemilik buku itu, mungkin dari pacarnya.

Kira-kira tulisannya seperti ini, “Sayang, kamu tidak akan bisa menyayangi aku, Sebelum kamu dapat menyayangi dirikamu sendiri”. Seiring berjalannya waktu ternyata buku itu menjadi referensi utama untuk memenuhi tugas pada mata kuliah konseling mikro di Jurusan Bimbingan Konseling Islam.

Dari sanahlah  saya mulai mengagumi sosok Prof. Dr. dr. H Dadang Hawari, Psikiater  seorang dokter, ilmuwan juga sebagai seorang da`i yang sering tampil di media menanggapi berbagai masalah mental dan perilaku masyarakat modern, khususnya para artis. Akhirnya, kekaguman itu mengantarkan pada sebuah pertemuan dalam kunjungan studi bersama Ibu Prof. Dr. Zakiyah Darajat ke tempat praktek beliau dan dilanjutkan berkunjung ke Madani.

Pada tahun 2009, setelah lulus kuliah saya ikut  membantu menjadi Tim Auditor Eksternal di Kementerian KUKM, di sanalah saya mengenal kehidupan pekerjaan birokrasi penuh intrik dan entertain demi lolos dari jeratan hukum dan membahagiakan atasan. Kegalauan atas pekerjaan itulah menghantarkan saya bergabung di Madani sebagai seorang konselor. Pada saat itu hanya satu pemikiran, aktivitas seperti di Madani yang bisa dikerjakan sambil mencari peluang untuk melanjutkan kuliah dan Alhamdulillah harapan itu terwujud pada masa kerja di tahun ke dua. Bahkan tidak hanya itu kemudahan menikah hingga ibadah umrohpun atas wasilahnya Madani. Selengkapnya…

Sebuah Catatan Konselor

Sebuah Catatan Konselor

Oleh : Ginanjar Maulana

Adalah sebuah catatan diary seorang konselor di Madani ;

Hari ini, 01/04/09 @ Goedang Futsal Ridho Slank..

Gue mengawali awal April di 2009 ini dengan berfutsal ria bersama pasien-pasien dual diagnosis. Teman teman terhebat yang pernah gue temuin, kenapa hebat, yup karena mereka mampu bertahan dan berjuang melawan “rasa” yang sangat mengganggu mereka, baik bisikan yang terasa nyata di telinga mereka, atau perasaan aneh yang juga terasa sangat nyata, atau penglihatan mereka yang melihat halhal indah atau seram yang setia menemani mereka setiap saat.

Mereka berjuang melawan sakit yang tidak semua orang paham. Hebatnya mereka berlatar belakang orang-orang hebat dan jenius (ada mantan direktur perusahaan, staf menteri, pejabat, ilmuwan, mahasiswa terbaik di  sebuah universitas paling keren di negeri ini, akuntan, pelajar jenius baik tingkat SMP maupun SMU ), saudaraku, dual diagnosis tidak mengenal latar belakang. Mereka butuh kita. Mereka butuh dipahami, bukan dinasehati, apalagi dipasung.

Kembali ke lapangan, di tengah pertandingan yang semakin seru, mereka asyik nendang sendiri, tertawa, umpan tembok, gue nggak dioper oper!! Emosi gue!! Oper donk!! Gue marah,, dibales dengan senyuman manis. Gue tendang bola ke badannya, gue hajar kakinya. Kalo elu yang normal pasti MARAH dan SEWOT, TAPI..Mereka enggak bro! Mereka TERSENYUM MANIS! LUAR BIASA!! LUE, GUE, APA MEREKA YANG SAKIT ??”

#

10 tahun lalu, catatan konselor tersebut sebenarnya mengingatkan kita betapa banyak orang dengan gangguan dual diagnosis berada di sekitar kita, salah satunya dimungkinkan disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba yang semakin massif. Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +