Kunjungan dr. Joni ke Prof. Dadang Hawari

Kunjungan dr. Joni ke Prof. Dadang Hawari

(Catatan 1, Kunjungan dr. Joni ke Prof. Dadang Hawari, 21 Agustus 2017)

madanionline.org – Perjuangan melawan miras dan narkoba bukan sebuah perjuangan yang mudah. Semakin hari miras dan narkoba semakin menyebar luas di segenap penjuru nusantara.

Entah berapa persen keberhasilan perjuangan tersebut bukan merupakan hal yang penting. Yang terpenting saat ini adalah seberapa serius dan sungguh-sungguh kita memerangi miras dan narkoba tersebut.

Pun pertemuan dua pejuang kemerdekaan Indonesia atas candu narkoba hari ini, Senin, 21 Agustus 2017. dr. Joni berkunjung ke kediaman Prof. dr. Dr. H. Dadang Hawari, Psikiater di kawasan Tebet, Jakarta.

“Jadi kunjungan ke saya ini maksudnya?” tanya Prof. Dadang Hawari kepada dr. Joni.

“Saya sudah sangat lama tidak bersilaturahmi kepada Prof. Sejak saya menjadi pimpinan di Rumah Sakit Duren Sawit sampai saat ini pensiun saya belum pernah berkunjung lagi. Namun selama saya menjalankan tugas di sana saya sangat sering menjadikan buku-buku Prof. sebagai rujukan,” ujar dr. Joni.

Selengkapnya…

Madani dan Obat Otak Generasi Terkini

Madani dan Obat Otak Generasi Terkini

(Catatan 2 Sosialisasi Psikofarmaka bagi Konselor Madani dari PT. Actavis Indonesia, 16 Agustus 2017, Kediaman Prof. Dadang Hawari)

Ketua Yayasan Madani Mental Health Care Ust. Darmawan (Usdar) menyampaikan bahwa pelatihan kali ini dihadiri sekitar 90 % SDM Madani. Usdar menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan yang dialami Prof. Dadang Hawari.

Beliau juga menyampaikan salam dari para mitra kerja, BNN, beberapa psikiater, dan pejabat Kemensos yang tidak dapat menjenguk karena berbagai keterbatasan waktu dan hanya mampu menyampaikan doa dan salam buat Prof. Dadang Hawari melalui Usdar.

“Madani merupakan pusat panti rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa yang bisa dikatakan paling lengkap karena memiliki SDM yang komplit. Mulai dari psikiater, psikolog, konselor, perawat, ustadz, dan berbagai instruktur yang mampu memperkaya program pemulihan di Madani.”

Usdar melanjutkan, “Di Indonesia ada banyak pusat rehabilitasi. Baik milik pemerintah maupun swasta. Baik yang berada di bawah Kemensos atau BNN , dari sekian banyak lembaga rehabilitasi hanya beberapa yang memiliki psikiater.”

“Alhamdulillah sampai saat ini Madani memberikan obat generasi terbaru bagi para kliennya,” demikian Usdar menambahkan.

Selengkapnya…

Manusia Mengobati, Allah Menyembuhkan

Manusia Mengobati, Allah Menyembuhkan

(Catatan 1 Sosialisasi Psikofarmaka bagi Konselor Madani dari PT. Actavis Indonesia, 16 Agustus 2017, Kediaman Prof. Dadang Hawari)

madanionline.org – Pusat Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care memberikan sebuah kesempatan bagi para konselor, perawat, dan psikolog Madani untuk mengikuti pelatihan dan sosialisasi psikofarmaka pada Rabu, 16 Agustus 2017.

Pelatihan kali ini berlangsung di kediaman Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater di Kompleks Tebet Mas Indah, Blok E, No. 5, Jln. Tebet Barat 1, RT. 14 / RW. 02, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Ust. Ginanjar (UGyn) bertindak sebagai pembawa acara. Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater memberikan sambutan bagi para peserta pelatihan.

Beliau juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Madani dan seluruh rekan sejawat yang senantiasa berdoa bagi kesembuhan beliau selama beliau kurang sehat dan dirawat selama empat hari yang lalu.

Sekaligus Prof. Dadang Hawari juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang hendak menjenguk selama beliau sakit namun tidak tercapai karena kondisi yang memang tidak mengizinkan.

Berkenaan dengan pelatihan psikofarmaka, Prof. Dadang Hawari berkata, “Perilaku manusia itu sangat bergantung pada kondisi otaknya. Kalau kondisi otaknya bagus, perilakunya akan bagus. Jika keadaan otaknya error, maka perilakunya otomatis akan error juga.”

Selengkapnya…

HDC, Madani Dua, dan Mapress

HDC, Madani Dua, dan Mapress

(Catatan 2, Madani Menjenguk Prof. Dadang Hawari, 26 Juli 2017)

madanionline.org – Usdar pun meminta doa dan izin dari Prof. Dadang Hawari untuk kelancaran pembangunan Hawari Drugs Centre (HDC) di Desa Sipak, Jasinga, Bogor. Program pembangunan HDC termasuk program jangka panjang maka usaha untuk mewujudkannya sudah dimulai sejak empat tahun ke belakang.

Salah satu rencana yang kini sudah terwujud di antaranya adalah pembangunan Mushollah Madani Dua yang diperkirakan mampu menampung sekitar 60 jamaah. Mushollah inipun kini sudah nampak lebih cantik dengan hiasan kaligrafi yang ditulis oleh Ust. Faisal Mandiraja.

Berkenaan dengan program kemandirian di Madani Dua, Usdar menyampaikan dari sekian banyak santri (klien) Madani yang ikut terdapat dua santri Madani yang memiliki kesugguhan dalam bidang bertani dan berkebun.

Yayasan Madani Mental Health Care pun kini sudah memiliki instruktur dan tim panah yang siap menambah dan memperkaya kemampuan dan program para klien Madani. Latihan memanah ini juga diharapkan dapat memulihkan dan memperbaiki daya fokus serta konsentrasi yang bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya…

Madani Menjenguk Prof. Dadang Hawari

Madani Menjenguk Prof. Dadang Hawari

(Catatan 1, Madani Menjenguk Prof. Dadang Hawari, 26 Juli 2017)

madanionline.org – Begitu mendengar kabar Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari dalam keadaan sakit segenap staf, karyawan, deputi, dan petinggi Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC) segera menjenguk beliau.

Rabu, 26 Juli 2017 beberapa perwakilan yang sudah diputuskan bersama pun berangkat menuju kediaman Prof. Dadang Hawari di Kompleks Tebet Mas Indah Blok E No. 5, Jl. Tebet Barat 1, RT. 14 / RW. 02, Tebet Barat, Tebet, Jakarta.

Prof. Dadang Hawari kini sudah berumur 77 tahun. Dengan umur yang sudah lebih dari setengah abad tersebut, beliau nampak tetap bersemangat untuk melayani para klien yang datang untuk berkonsultasi meski beliau tidak sedang dalam keadaan yang fit.

Setelah melayani beberapa klien untuk berkonsultasi, beliau mempersilahkan kami masuk. Biasanya Prof. Dadang Hawari memakai peci namun kali ini beliau lebih memilih “topi pelukis”.

Pertemuan Madani dengan Prof. Dadang Hawari, seperti biasa, selalu diselingi dengan ngobrol santai sambil membahas perkembangan Madani terkini dan obrolan mengenai beberapa kasus hangat yang tengah hangat di tengah masyarakat terutama berbagai kasus tentang miras, narkoba, dan gangguan jiwa.

Selengkapnya…

Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani

Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani

madanionline.org – Pada hari Sabtu, 29 Juli 2017, saya memiliki kesempatan untuk meliput acara reuni di Desa Agro Wisata Madani, Desa Sipak, Jasinga, Bogor. Para peserta reuni tersebut adalah alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9 Jakarta, angkatan 1991.

Para alumnus sudah tidak bertatap muka selama sekitar 26 tahun. Di antara mereka turut serta mengajak pasangan, anak, bahkan cucu masing-masing. Para peserta berangkat dari kediaman mereka langsung menuju Desa Agro Wisata Madani dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Setiba di lokasi, mereka langsung dihidangkan menu makan siang ala pedesaan. Sambil bercengkraman dan melepas kangen mereka menikmati masakan berupa jengkol, sate, pecak ikan, ikan asin, tempe, tahu, dan tak luput pula berbagai lalapan hijau yang dipetik langsung dari perkebunan Desa Agro Wisata Madani.

Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani (21)
Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani (20)
Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani (19)
Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani (18)
Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani (17)
Menikmati Reuni di Desa Agro Wisata Madani (16)

Selengkapnya…

Bersama Madani Menuju Masyarakat Tanpa Depresi agar Terhindar dari Perilaku Bunuh Diri

Bersama Madani Menuju Masyarakat Tanpa Depresi agar Terhindar dari Perilaku Bunuh Diri

Oleh : Mohamad Istihori

Perilaku akibat gangguan jiwa depresi kembali terjadi. Kali ini terjadi pada dua kakak-adik. Si kakak berumur 34 tahun  berinisial EP dan adiknya baru berumur 28 tahun dengan inisial ESP.

Mereka berdua nekat memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Keduanya lompat dari Apartemen Gateway, Jln. Ahmadyani, Bandung pada Senin sore, 24 Juli 2017. Pihak keluarga yang diwakili oleh Rionald Parubak menyampaikan keduanya memang sudah lama mengalami gangguan psikis selama kurang lebih delapan tahun.

Melalui peristiwa ini dan beberapa kasus bunuh diri yang terjadi sebelumnya, termasuk kasus bunuh diri yang belum lama terjadi yang menimpa Chester Bennington. Vokalis grup musik Linkin Park itu juga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat gangguan depresi karena sudah tidak kuat menahan kecanduan terhadap miras dan narkoba.

Kita sangat tidak berharap ada lagi saudara kita yang bunuh diri karena depresi. Kita harus terus memperkuat faktor psikologis agar terhindar dari perilaku ini. Berbagai jasa konseling di berbagai daerah untuk menanggulangi masyarakat yg semakin tertekan harus terus diperbanyak kualitas dan kuantiasnya.

Selengkapnya…

Ada “Surga” di Madani Dua

Ada “Surga” di Madani Dua

Oleh: Mohamad Istihori

Sungguh tinggal di desa memberikan kita kenikmatan tiada tara. Kehidupan bersama masyarakat desa memberikan berbagai kesan indah yang tidak mudah begitu saja untuk dilupakan. Belum lagi alamnya menyuguhkan kepada kita berbagai macam jenis keindahan.

Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care menawarkan semua “hidangan” yang menyehatkan jiwa dan menyegarkan pikiran itu melalui program kemandirian yang digelar sejak Selasa-Sabtu, 18-22 Juli 2017 kepada para klien (atau yang lebih dikenal di Madani dengan istilah “santri) di Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

Para santri Madani dua menjalankan berbagai program kemandirian. Mereka diberikan program berkebun, terapi sosial, terapi spiritual, dan berbagai program yang Madani desain untuk membantu proses pemulihan para santri Madani.

Waktu sekitar lima hari yang dirasakan para santri di Madani Dua di Desa Sipak, Jasinga, Bogor berjalan tak terasa. Semua bergembira menjalankan semua acara dan agenda di sana. Para santri juga diajak bersosialisasi dengan alam dan masyarakat sekitar.

Bukan hanya santri Madani yang bersentuhan langsung dengan “surga” di Madani Dua. Ust. Darmawan dan Ust. Jami juga diberikan peluang oleh Allah untuk merasakan “atmosfir surga” yang dimiliki Madani Dua.

Selengkapnya…

Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Oleh : Mohamad Istihori

Berbagai aksi bullying akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Perilaku yang melanggar hukum tersebut sering kita lihat lewat berbagai media terutama melalui sosial media (sosmed). Aksi tersebut tentu saja sangat berpotensi untuk memberikan dampak buruk bagi para korbannya terutama bagi kesehatan mental mereka.

Anak-anak kita menjadi enggan keluar untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Mereka menjadi ikut takut akan berbagai ancaman tersebut dapat menimpa mereka juga. Yang sangat tidak kita harapkan adalah mereka menjadi depresi meski masih tingkat awal namun hal ini dapat membuat proses belajar mereka terganggu.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa para korban perilaku bullying kerap berhalusinasi dan berperilaku paranoid.

Perilaku-perilaku yang bagaimanakah yang dapat dikategorikan ke dalam bullying? Berikut adalah lima perilaku yang dapat dikelompokkan ke dalam perilaku bullying:

  1. Kontak fisik langsung seperti memukul, mendorong, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang-barang yang dimiliki oleh korban.
  2. Kontak verbal langsung berupa mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi julukan yang buruk, sarkasme, merendahkan, mencela, mengejek, mengintimidsi, mengejek, dan menyebarkan gosip.
  3. Perlaku nonverbal langsung misalnya melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam.
  4. Perilaku non verbal tidak langsung contohnya mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, mengucilkan, mengabaikan, dan mengirimkan surat kaleng.
  5. Pelecehan seksual.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +