Artikel MMHC

“Di Mana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kalau LGBT Masih Merajalela?”

(Bagian 2) Apakah perilaku LGBT dapat diobati? Oh bisa. Nah, sekarang ada anggapan bahwa LGBT itu karena gen. Nggak bener itu. Ayah-ibunya tidak ada begitu, anaknya kok ada kelainan. Ini bukan gen tapi karena pergaulan. Banyak sarjana-sarjana yang mengatakan, misalnya Albert Bandura (Penemu Teori Belajar Sosial) menyatakan, “Individu memahami sesuatu, tertarik, dan bahkan menunjukkan perilaku tertentu itu diinspirasi, dipengaruhi,

Penyimpangan Orientasi Seksual Kaum LGBT

(Bagian 1) Pihak yang pro LGBT berpikir bahwa perbuatan mereka adalah bentuk kebebasan individu. Bagaimana tanggapan Prof. Dadang? Pertama, kebebasan individu, kebebasan HAM, boleh saja mereka berkilah dengan berbagai alasan tapi yang Allah sudah menyatakan bahwa LGBT itu diharamkan. Jadi, apakah kita berpegang pada Allah atau tidak? Kalau tidak berpegang pada Allah akan sangat beragam alasannya. Kalau yang kita

Pesan Prof. Dadang Hawari untuk Anies-Sandi (2)

(2 dari 2 tulisan) Bagaimana kondisi penyalahgunaan narkoba di Jakarta saat ini? Gubernur tentunya juga bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah ini. Tapi yang kena warga Jakarta. Itu tanggung jawab siapa sebetulnya. Pemberantasan narkoba kalau saya katakan berhasil ya berhasil tapi belum memuaskan. Kami mendapatkan informasi bahwa di salah satu SMA di Jakarta, pemakaian narkoba sudah sangat masif. Hampir 50

Pesan Prof. Dadang Hawari untuk Anies-Sandi (1)

(1 dari 2 tulisan) Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin, 16 Oktober 2017. Anies-Sandi mendapatkan amanah dari segenap warga Jakarta untuk melayani mereka selama 2017-2022. Bagaimana tanggapan Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater atas terpilihnya Anies-Sandi? Berikut kutipan lengkap wawancara reporter Mohamad Istihori

Motif “Pok-Pok Coy” di Balik Aplikasi Kencan Online

Oleh: Mohamad Istihori Sejatinya manusia itu diciptakan Tuhan berpasang-pasangan. Nabi Adam yang oleh Allah ditempatkan di dalam sumber kenikmatan (surga) saja merasa bete jika harus menghabiskan waktunya di surga tanpa ada pasangan hidup. Apalagi saat di dunia, maka kebutuhan manusia untuk mendapatkan pasangan hidup menjadi sebuah hal yang tak akan bisa dihindarkan. Sayangnya kondisi manusia saat ini tidak seperti

« Newer EntriesOlder Entries »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +