Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Sehat Bersama Gadget

Sehat Bersama Gadget

Oleh : dr. Kartika Muchtar SpKJ.

Ilustrasi Kasus I

Anak 15 tahun, SMP kelas 3.

Keluhan : marah-marah, banting barang, dan mengancam dengan pisau.

Sebelum kecanduan HP : pendiam, sedikit teman, pintar di sekolah, dan rajin bantu orang tua.

Ketika mengalami kecanduan HP : Malas sekolah, asik main HP, marah bila dilarang, memukul ibu.

Ilustrasi Kasus II

Laki-laki, 22 tahun, staf admin.

Keluhan : tidak bisa tidur sejak tiga bulan terakhir, sejak satu tahun yang lalu membeli HP canggih, sering bermain game sampai lupa waktu, mengganggu pekerjaan (terancam PHK).

Pengertian Gadget

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Selengkapnya…

Man Ana? Siapa Saya?

Man Ana? Siapa Saya?

Oleh : Arrizal Firdaus

Sangat mudah kita mengatakan, “Siapa saya?”

Gampang kita mengatakan, “Siapa saya?”

Akan tetapi sulit untuk memahami, “Siapa saya?”

Orang lain tidak seutuh dan sepenuhnya mengenal diri saya akan tetapi yang memahami yang mengenal diri saya sendiri yaitu saya, ketika kita bertanya kepada keluarga kita, saudara kita, teman kita, dan orang lain mengenai siapa saya? Terkadang orang itu menjawab dengan menertawakan kita, ada yang menjawab dengan candaan, dan ada pula yang menjawab dengan serius.

Kalau kita resapi arti dari “siapa saya” secara mendalam makna dan tujuannya dan itu banyak orang yang tidak mengerti dan tidak paham maksud pertanyaan “siapa saya”. Marilah kita pahami kita perdalam mengenai pertanyaan, “Siapa saya?”

Saya dilahirkan dari air yang hina dan Allah menciptakan nenek moyang kita yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa turun-temurun dan sampai pada tahun 1992 M saya dilahirkan ke dunia ini. Empat bulan Allah meniupkan ruh kepada saya kemudian 9 bulan saya dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci kemudian orang tua saya merawat saya dengan kasih dan sayang kemudian menjaga dan merawat saya dari kecil hingga sebesar ini, sampai saat ini saya masih menyulitkan orang tua dan keluarga saya. Selengkapnya…

Gangguan Gadget, Pemulihan, dan Madani Sebagai Solusinya

Gangguan Gadget, Pemulihan, dan Madani Sebagai Solusinya

Oleh : Prayudho Utomo Endarto

(Direktur Madani Training Center, Konselor Adiksi Madani Mental Health Care, dan Konselor Adiksi Kementerian Sosial RI)

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan sangat minimnya pengawasan dari keluarga atau pemerintah, gangguan kejiwaan baru mulai banyak dialami oleh masyarakat.

Bentuk gangguan kejiwaan ini lebih merusak mental dan perilaku, salah satunya adalah kecanduan terhadap gadget, baik itu game online, judi online, maupun sosial media.

Penderitanya  baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Banyak di antara mereka tidak paham atau tidak merasakan efek yang terjadi dengan perubahan mental dan perilaku mereka. Adapun mereka yang menyadari tapi mereka tidak tahu cara penanggulangannya, ke mana, dan bagaimana mereka harus berobat.

Kecanduan gawai atau gadget dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri di leher, sulit beraktivitas, kurangnya tidur, hingga penyakit tertentu. Seseorang dapat dikatakan kecanduan gawai apabila sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggunakan gawai, seperti smartphone, tablet, laptop, atau portable game divice.

Menurut para ahli, kecanduan gawai ini menyebabkan efek euforia yang sama seperti dengan kecanduan lainnya, antara lain narkoba, judi, atau melihat tontonan pornografi. Berdasarkan penelitian kecanduan gadget ini dapat merubah zat kimia otak yang akhirnya memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan perilaku.

Anda dapat mengukur tingkat kecanduan terhadap gadget dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Selengkapnya…

Menjaga Idealisme Para Lebah Kehidupan

Menjaga Idealisme Para Lebah Kehidupan

Oleh : Samsuludin, MA.Si.

Setengah dari perjalanan Madani adalah perjalanan hidupku.

Bagi saya mengenal Madani adalah sebuah perjalanan penuh makna. Pada saat masih di Madrasah Ibtidaiyah saya menemukan buku kecil tentang panduan terapi dan rehabilitasi NAZA. Tapi yang saya ingat bukan sosok penulisnya atau isi bukunya tapi sebuah kata-kata ditulisan tangan untuk pemilik buku itu, mungkin dari pacarnya.

Kira-kira tulisannya seperti ini, “Sayang, kamu tidak akan bisa menyayangi aku, Sebelum kamu dapat menyayangi dirikamu sendiri”. Seiring berjalannya waktu ternyata buku itu menjadi referensi utama untuk memenuhi tugas pada mata kuliah konseling mikro di Jurusan Bimbingan Konseling Islam.

Dari sanahlah  saya mulai mengagumi sosok Prof. Dr. dr. H Dadang Hawari, Psikiater  seorang dokter, ilmuwan juga sebagai seorang da`i yang sering tampil di media menanggapi berbagai masalah mental dan perilaku masyarakat modern, khususnya para artis. Akhirnya, kekaguman itu mengantarkan pada sebuah pertemuan dalam kunjungan studi bersama Ibu Prof. Dr. Zakiyah Darajat ke tempat praktek beliau dan dilanjutkan berkunjung ke Madani.

Pada tahun 2009, setelah lulus kuliah saya ikut  membantu menjadi Tim Auditor Eksternal di Kementerian KUKM, di sanalah saya mengenal kehidupan pekerjaan birokrasi penuh intrik dan entertain demi lolos dari jeratan hukum dan membahagiakan atasan. Kegalauan atas pekerjaan itulah menghantarkan saya bergabung di Madani sebagai seorang konselor. Pada saat itu hanya satu pemikiran, aktivitas seperti di Madani yang bisa dikerjakan sambil mencari peluang untuk melanjutkan kuliah dan Alhamdulillah harapan itu terwujud pada masa kerja di tahun ke dua. Bahkan tidak hanya itu kemudahan menikah hingga ibadah umrohpun atas wasilahnya Madani. Selengkapnya…

Sebuah Catatan Konselor

Sebuah Catatan Konselor

Oleh : Ginanjar Maulana

Adalah sebuah catatan diary seorang konselor di Madani ;

Hari ini, 01/04/09 @ Goedang Futsal Ridho Slank..

Gue mengawali awal April di 2009 ini dengan berfutsal ria bersama pasien-pasien dual diagnosis. Teman teman terhebat yang pernah gue temuin, kenapa hebat, yup karena mereka mampu bertahan dan berjuang melawan “rasa” yang sangat mengganggu mereka, baik bisikan yang terasa nyata di telinga mereka, atau perasaan aneh yang juga terasa sangat nyata, atau penglihatan mereka yang melihat halhal indah atau seram yang setia menemani mereka setiap saat.

Mereka berjuang melawan sakit yang tidak semua orang paham. Hebatnya mereka berlatar belakang orang-orang hebat dan jenius (ada mantan direktur perusahaan, staf menteri, pejabat, ilmuwan, mahasiswa terbaik di  sebuah universitas paling keren di negeri ini, akuntan, pelajar jenius baik tingkat SMP maupun SMU ), saudaraku, dual diagnosis tidak mengenal latar belakang. Mereka butuh kita. Mereka butuh dipahami, bukan dinasehati, apalagi dipasung.

Kembali ke lapangan, di tengah pertandingan yang semakin seru, mereka asyik nendang sendiri, tertawa, umpan tembok, gue nggak dioper oper!! Emosi gue!! Oper donk!! Gue marah,, dibales dengan senyuman manis. Gue tendang bola ke badannya, gue hajar kakinya. Kalo elu yang normal pasti MARAH dan SEWOT, TAPI..Mereka enggak bro! Mereka TERSENYUM MANIS! LUAR BIASA!! LUE, GUE, APA MEREKA YANG SAKIT ??”

#

10 tahun lalu, catatan konselor tersebut sebenarnya mengingatkan kita betapa banyak orang dengan gangguan dual diagnosis berada di sekitar kita, salah satunya dimungkinkan disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba yang semakin massif. Selengkapnya…

Membumikan BPSS (Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual) dalam Segala Aspek Kehidupan Manusia

Membumikan BPSS (Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual) dalam Segala Aspek Kehidupan Manusia

Oleh: Yuki Andi Arpan, SS

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater  adalah sosok yang dikenal sebagai tokoh yang bergelut di bidang penanganan orang-orang dengan gangguan mental perilaku dan penyalahguna NAZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Saya mengenal beliau bukan hanya sebagai doktor dan psikiater, tapi juga sebagai pengarang buku yang sangat produktif.

Jika dikumpulkan karyanya bisa sampai 40 lebih dalam bidang kedokteran dan psikiatri. Beliau juga membuat buku versi keseluruhan karyanya yang sudah dikompilasi menjadi satu buku besar dengan judul “Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa Perspektif Al Quran dan As-Sunnah”. Di dalam buku kompilasi ini, Anda akan menemukan segala aspek problematika kehidupan dan solusinya mulai dari aspek biologik, psikologik, sosial, dan spiritual berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.

Sebuah judul buku yang sangat luar biasa menurut saya, seorang doktor dan dokter yang kental dengan akademisi dan keilmuan modern, namun mampu menyesuaikan karyanya berada pada porsi di bawah Al Quran dan As Sunnah. Yang notabene di dunia modern saat ini terutama di Indonesia, banyak dokter dan doktor yang alergi dengan kata spiritual dan agama masuk terlalu jauh di dalam ranah profesinya.

Dalam setiap karyanya, beliau akan selalu mencantumkan ayat-ayat dari Al Quran dan redaksi hadits yang menjadi dasar dan menguatkan keilmuan yang digelutinya. Tanpa terkecuali di semua buku karyanya, Anda pasti akan menemukan potongan ayat-ayat dan hadits yang dikutipnya. Herannya, ayat-ayat dan hadits itu bukan sekedar pelengkap dan penguat materinya, lebih dari itu, bahkan menjadi dasar utama di dalam semua pendapatnya. Selengkapnya…

Kita Terus Melakukan Evaluasi dalam Upaya Meningkatkan Layanan dalam Pemulihan

Kita Terus Melakukan Evaluasi dalam Upaya Meningkatkan Layanan dalam Pemulihan

Oleh : Harid Isnaini

Permasalahan penyalahgunaan NAZA di Indonesia mempunyai dimensi yang sangat luas dan kompleks, baik dari sudut medik, ekonomi, sosial, budaya, kriminalitas, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak permaslahan yang ditimbulkan sebagai dampak penyalahgunaan NAZA antara lain; merusak hubungan kekeluargaan, menurunkan kemampuan belajar, ketidakmampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, perubahan perilaku menjadi perilaku yang anti sosial, gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas kerja secara drastis, mempertinggi jumlah kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan tindak kekerasan lainnya, (Hawari, 2011).

Permasalahan penyalahgunaan NAZA juga tidak terbatas pada kalangan kelompok masyarakat yang mampu, tetapi juga kepada kalangan masyarakat ekonomi rendah, hal ini dapat terjadi di antaranya karena komoditi yang semakin memiliki banyak jenis dari yang harganya paling tinggi samapai paling rendah, selain itu pengguna NAZA juga tidak melihat dari segi usia, bukan hanya pada orang dewasa, pekerja, mahasiswa tetapi juga pelajar SMA juga SMP.

Melihat hal tersebut tentunya semua pihak harus bisa ikut serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAZA sehingga ke depan jumlahnya terus semakin berkurang. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAZA perlu dilakukan secara komprehensif dan multidimensional sehingga dapat menghilangkan pandangan bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap NAZA hanya masalah pemerintah saja, tetapi merupakan masalah bersama dan harus ditanggulangi bersama-sama.

Pencegahan, pemberantasan, dan pemulihan bagi korban bukanlah pekerjaan mudah dan cepat selesai, keseriusan pemerintah dan pihak masyarakat yang bergerak dalam bidang pemulihan sangatlah penting,  program rehabilitasi tentunya solusi bagi yang sudah terlanjur menggunakan dan ingin berhenti baik untuk pengguna dengan tingkat ketergantungan rendah maupun pengguna dengan tingkat ketergantungan tinggi. Selengkapnya…

Madani Terus Berevolusi

Madani Terus Berevolusi

(Reportase Milad Madani XX 2019)

madanionline(dot)org – Senin, 11 November 2019 merupakan sebuah hari yang sangat spesial bagi Yayasan Madani Mental Health Care (MMHC). Madani kini sudah genap berusia 20 tahun. Dalam rangkaian peringatan Milad Madani XX 2019 kali ini diadakan di Pendopo Madani dengan dihadiri seluruh staf, santri, alumni ustadz, alumni santri, dan para undangan lainnya.

Penampilan bermusik para santri Madani ikut menyambut perayaan Milad Madani tersebut. Pak De Agus sebagai Penasihat Madani memberikan semangat kepada Madani untuk terus memupuk setiap perbuatan baik. Sekecil apapun itu. “Berbuat baik meski sedikit untuk masyarakat. Semoga Madani selalu eksis dalam melayani masyarakat,” ujar Pak De Agus.

Pembina Yayasan Madani Mental Health Care, Ust. Darmawan, SAg. memberikan cerita nostalgia mengenai sejarah Madani. Termasuk sejarah beberapa ustadz Madani yang sebelum masuk Madani dalam keadaan kurus, kering, dan gondrong kini setelah beberapa lama mengabdi di Madani penampilannya sudah berubah 180 derajat, “Kini ustadz tersebut sudah gemuk, subur, dan rambutnya rapih,” ujar UsDar disambut gelak tawa para hadirin.

Ketua Yayasan Madani Mental Health Care, Ust. Ginanjar memberikan sebuah pertanyaan, “Apa menu makanan di Madani yang kalau makanan tersebut disebut maka Anda akan langsung teringat pada Madani?” Para hadirin memberikan jawaban beragam, ada yang menjawab jengkol, sayur asem, dan beragam menu khas Madani lainnya. Selengkapnya…

Madani Menghadiri Rakor IPWL Regional II

Madani Menghadiri Rakor IPWL Regional II

madanipress(dot)org – Samsuludin, MA. Si. sebagai Deputi Rehabilitsi Madani Mental Health Care (MMHC) menghadiri acara Rapat Koordinasi Lembaga IPWL Regional II yang dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan 31 Oktober 2019 di Hotel Permata Bogor.

Adapun tujuan dari acara Rakor (Rapat Koordinasi) ini untuk evaluasi dan sosialisasi pentingnya koordinasi antar tempat rehabilitasi untuk meningkatkan pelayanan.

Pada hari pertama acara dibuka oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial RI memberikan arahan pentingnya setiap IPWL memenuhi standar layanan yang sudah ditetapkan oleh kemensos.

Beliau juga memberikan gambaran ke depan IPWL harus banyak membangun jaringan dengan berbagai profesi dan lembaga yang beliau sebut sebagai Rehabilitasi Sosial Napza yang holistik dan sistematis.

Pada hari kedua pemateri dari STKS Bu Yane dan Bu Yuti menyampaikan teori jaringan dan manajemen rehabilitasi. Bahwa ke depan rehabilitasi harus mempu mengimbangi tantangan zaman dengan model pendekatan yang harus terus terbarukan.

Pada hari ketiga dilanjutkan dengan diskusi dari Direktorat Napza tentang kebijakan ke-SDM-an dan teknis pelaksanaan serta mengingatkan pentingnya mengikuti standar yang sudah dilakukan.

Pada materi terakhir disampaikan oleh Itjen. Kemsos Bapak H. Hasbullah bahwa fungsinya sebagai mitra IPWL untuk memastikan program rehabilitasi sesuai dengan juknis, target dan hasil, mimastikan kinerja, kelengkapan laporan dari aspek akuntabilitas meliputi kecukupan, kelengkapan dan keabsahan.

Pesan beliau jadikan usaha yang dilakukan IPWL sebagai sebuah ibadah yang tidak hanya dipertangungjawabkan di dunia juga di akhirat. (samsul)

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +