Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Membangunkan MaPress dari Tidur Panjang

Membangunkan MaPress dari Tidur Panjang

(Catatan Kecil Bukber Asatidz Madani pada Rabu, 30 Mei 2019)

#1

Di antara sekian banyak ujung tombak Madani, salah satunya adalah MaPress (Madani Press). Masalahnya sekarang MaPress ini sedang mengalami kevakuman dan tumpul dalam menghasilkan berbagai karya tulis yang diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui media online.

Masalah utama kevakuman dan ketumpulan MaPress adalah saya sendiri. Bukan orang lain. Bukan siapapun. Bukan pihak manapun. Namun, bagaimanapun saya tidak akan mampu bekerja sendiri untuk “membangunkan” kembali MaPress dari tidur panjangnya.

Saya hanya mengajak para pejuang Madani untuk kembali menghidupkan dan meningkatkan kembali menulis kita yang dulu pernah sangat membara dan menggebu-gebu. Semua kita lakukan demi kejayaan MaPress di masa yang akan datang.

#2

Sesi II Bukber Asatidz Madani dimulai dengan penyampaian berbagai sambutan. Ust. Darmawan (UsDar) menyampaikan dalam sambutannya bahwa menurunnya jumlah pasien saat ini harus disikapi dengan positif. Berkurangnya jumlah pasien merupakan peluang bertambahnya waktu luang untuk meningkatkan budaya membaca dan belajar.

Dalam sambutannya UsDar juga mengajak kepada seluruh pejuang Madani untuk menjadi “ulet bulu” yang mampu menghidupi pohon dan bukannya malah menjadi “ulet bulu” yang numpang hidup dari pohon tersebut.

#3

Sejalan dengan UsDar yang mengajak untuk memanfaatkan waktu luang dengan membaca dan belajar, Mbak Ana (Psikolog di Madani) juga menghimbau supaya seluruh pejuang Madani mampu untuk meningkatkan kualitas dengan cara belajar dan belajar.

#4

Dimas yang bertugas di Madani sebagai perawat sangat mengapresiasi suasana kekeluargaan yang sangat kental di Madani.

“Suasana kekeluargaan Madani-lah yang membuat saya sebagai orang baru menjadi lebih cepat beradaptasi dan merasa nyaman bekerja di Madani.”

*Mohamad Istihori, Kamis, 04 Juli 2019.

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +