Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Sejarah dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Sejarah dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Oleh : Didik Supriyanto

(1). Sejarah Obat
Pada zaman purba, manusia sering berburu binatang, menangkap ikan, memetik daun, dan menebang pohon untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan.

Berdasarkan pengalamannya, manusia kemudian mengenal bagian-bagian tanaman atau hewan tertentu yang memiliki khasiat untuk mengobati bila mereka sakit. Misalnya ramuan untuk menghilangkan rasa nyeri, menghilangkan demam, dan mengobati luka.

Itulah bentuk penggunaan obat atau zat yang paling primitif untuk tujuan pengobatan. Oleh karena itu dalam ilmu kedokteran masih digunakan obat-obatan yang asalnya dari tanaman atau hewan walaupun jumlahnya tidak banyak lagi, misal reserpin (obat untuk penyakit tekanan darah tinggi) berasal dari tanaman Rauwolfia serpentina, efedrin (obat asma bronkiale) berasal dari tanaman efreda trifurka, morfin (penghilang rasa nyeri yang kuat) berasal dari tanaman Papaver somneferum. Pada masa kini, obat dibuat sintesis atau semisintesis di pabrik-pabrik.

Berdasarkan pengalamannya pula, manusia mulai mengenal tanaman atau bahan lain yang bila digunakan dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, kesadaran, pikiran, dan perasaan seseorang. Bahan atau zat tersebut dinamakan psikoaktif.

Sejak itu, manusia mulai menggunakan bahan-bahan psikoaktif tersebut untuk tujuan menikmati karena dapat menimbulkan rasa nyaman, rasa sejahtera, euforia, dan mengakrabkan komunikasi dengan orang lain. Sebagai contoh, orang yang menikmati kopi dan teh (yang mengandung kafein), minuman berakohol, dan rokok tembakau (yang mengandung nikotin).

Sejak dekade 1960-an, banyak remaja dan mereka yang tergolong dewasa dan muda menderita gangguan penggunaan zat. Selengkapnya…

Darurat Narkoba : Dari Isu Lokal Menjadi Isu Nasional

Darurat Narkoba : Dari Isu Lokal Menjadi Isu Nasional

Oleh : Prayudho Utomo

Ancaman dan bahaya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya dapat menjadi kerikil tajam bagi kelancaran pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Ancaman dan bahaya narkona sudah pasti perlu ditanggulangi baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Penanggulangan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya akan lebih memperoleh hasil baik bila masyarakat memahami serta dapat menentukan pilihan-pilihan untuk menjalani perjalanan hidupnya dengan perilaku yang produktif dan bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Kata narkotika berasal dari kata narcosis yang berarti narkose atau menidurkan. Dalam hal ini narkoba adalah zat atau obat-obatan yang membuat seseorang menjadi tertidur (membiuskan).

Dalam pengertian lain, narkotika adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan syaraf sentral otak.

Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 mengenai narkotika pada Lampiran I, pemerintah membagi narkotika ke dalam 3 golongan yaitu:

  1. Golongan I. Contoh : Tanaman Papaver Somniferum L, Opium mentah, Opium Masak (candu), Tanaman koka, daun koka, kokain mentah, tanaman ganja, dan lain-lain.
  1. Golongan 2. Contoh : Alfasetilmetadol , Alfameprodina, Morfin metobromida,dan turunan morfina nitrogen pentafalent lainnya, dan lain-lain.
  1. Golongan 3. Contoh : Asetildihidrokodeina, Dekstropropoksifena, Kodeina, dan lain-lain.

Walaupun sudah diatur dalam Undang-Undang masih banyak saja orang yang terlibat dalam penyalahgunaan bahkan dalam peredaran narkoba, sehingga isu narkoba tersebut menjadi isu nasional darurat narkoba. Selengkapnya…

Narkoba Menenggelamkan Cita-Cita Anak Bangsa

Narkoba Menenggelamkan Cita-Cita Anak Bangsa

Oleh : Muhammad Ikbal

Seperti kita ketahui bahwa barang haram yang bernama narkoba saat ini sudah beredar di mana-mana bahkan ke pelosok-pelosok Nusantara.

Narkoba sudah menjelma menjadi musuh besar kita semua. Narkoba bukan hanya menjangkit orang dewasa. Faktanya sekarang di negeri kita tercinta ini banyak korban narkoba dari golongan anak-anak dan remaja.

Efek buruk narkoba tidak hanya berlaku pada si pengonsumsi melainkan keluarga terutama orang tua dan keluarganya ikut merasakan dampak buruk narkoba.

Penyebab utama seseorang terjerumus ke dalam lembah hitam narkoba adalah akibat bergaul, berteman, bersosialisasi, berinteraksi dengan orang yg salah. Manusia yang memiliki iman yang lemah juga akan sangat rentan terperosok menjadi pecandu narkoba.

Selain dampak psikologis, anak yang mengalami kecanduan narkoba juga akan terancam mengalami kehancuran pendidikan, karir, cita-cita, dan masa depan. Semua akan menjadi basi jika kita terlambat mengantisipasi.

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tempat rehabiltasi untuk orang yang terkena narkoba. Salah satunya yaitu di Pusat Rehabilitasi Narkoba Madani Mental Health Care (MMHC). Panti narkoba ini terdapat di wilayah DKI Jakarta.

Metode yang dipilih Madani adalah metode terpadu BPSS (Biologis,Psikologis,Sosial, dan Spritual) dari Prof. Dr.dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Prof. Dadang yang ilmu sudah tidak diragukan lagi juga sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun dalam menangani berbagai pasien yang mengalami gangguan kecanduan dan penyalahgunaan narkoba. Masalah gangguan kejiwaan lainya pun dapat di rehabilitasi di Madani.

Anda bisa searching web resmi Madani di www.madanionline.org.

Dekadensi Moral Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Dekadensi Moral Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Oleh : Nurhasanuddin, Sos. I.

Di era zaman globalisasi ini kemerosatan akhlak sudah sangat nampak di hadapan kita. Anak sudah tidak lagi patuh dan taat kepada orang tua. Murid pun demikian, sudah tidak ada rasa tawadhu (rendah diri) bahkan sering kita lihat baik di media massa atau secara langsung bagaimana murid memperlakukan guru dengan tidak sopan.

Perubahan perilaku pada pemuda-pemudi zaman sekarang tidak lepas akibat dari pemakaian obat-obatan terlarang, tidak hanya pada perilaku bahkan mental merekapun akan tergannggu akibat narkoba (Napza).

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 90, “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman khamar (minuman keras), berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

Kita semua mempunyai kewajiaban dalam membantu menangani para korban penyalahgunaan narkoba (Naza) dan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda-pemudi di sekitar kita.

Dengan adanya penyuluhan dan edukasi tentang narkoba (Naza) di kalangan pemuda-pemudi baik di sekolah, kampus, dan lingkungan tempat tinggal sangat membantu dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Tidak hanya kepada anak-anak muda, orang tuapun terbantu dalam mengawasi anak-anaknya. Oleh karenanya mari sama-sama kita bantu para pemuda untuk hidup sehat tanpa narkoba (Naza).

Kita tingkatkan kualitas spiritual. Kita kuatkan ukhuwah. Kita tenangkan jiwa dengan positif thingking. Dengan demikian kita akan terjaga dari penyalahgunaan narkoba (Naza).

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +