Berkunjung ke PAUD as Syifa

Berkunjung ke PAUD as Syifa

madanionline.org – Sudah agak lama Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care tidak mengajak para pasiennya untuk berkunjung ke PAUD asy Syifa di Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

Tiga pasien Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care dengan didampingi Konselor Madani berkunjung ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) asy Syifa di Desa Sipak, Jasinga, Bogor pada Jum’at (15/12). Mereka berbaur dengan anak-anak tersebut.

Tiga santri tengah berbagi
Dalam kunjungan tersebut mereka diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi cerita serta kepada para murid PAUD asy Syifa. Ust. Hasan selaku koordinator kunjungan tersebut sebelumnya berkoordinasi dengan Kepala Sekolah PAUD, Ibu Ciah sesuai arahan Ketua Yayasan Madani Mental Health Care. PAUD asy Syifa usai proses belajar-mengajarnya sekitar pukul 10.00 atau 11.00 WIB.

Usai kunjungan ini para pasien tersebut mempersiapkan makan siang mereka sendiri. Selanjutnya, mereka pun bergegas ke masjid terdekat untuk melaksanakan ibadah wajib salat Jum’at berjama’ah.

Program ini sudah jauh-jauh hari dipersiapkan Madani sebelum kunjungan tersebut. Selanjutnya, program tersebut menunjukkan bahwa Madani merupakan sebuah panti rehabilitasi tanpa dinding yang membatasi para pasiennya. Meski dalam proses pemulihan pasien tetap memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar.

Mereka tetap diberikan pelatihan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama manusia. Belajar untuk terus memberikan manfaat bagi orang lain yang ada di sekitarnya. Selain dengan manusia, mereka juga dapat sekaligus menikmati keindahan dan kesejukan alam Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

(Mohamad Istihori)

UJams, “Hidup Sehat dengan Metode Terpadu BPSS”

UJams, “Hidup Sehat dengan Metode Terpadu BPSS”

(Catatan 10, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Kalau kita ingin mencoba menjauhi dari hal-hal tersebut tentunya kita harus hidup sehat, lingkungan kita sehat, dan kita juga harus tahu informasi dan pengetahuan tentang apa saja masalah, gejala, atau faktor yang bisa menyebabkan itu terjadi pada diri kita.

Bagi mereka yang sudah tidak pernah mungkin melakukan hal-hal yang aneh-aneh juga bisa terkena dampaknya. HIV/AIDS bisa menular dikarenakan ada teman yang juga mungkin tidak diketahui secara asas tidak disengaja maupun disengaja.

Saya punya buku yang menarik. Buku karya dari Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater mengenai HIV/AIDS. Beliau sangat konsentrasi untuk masalah patologi sosial atau berbagai masalah yang ada di masyarakat seperti ini. Beliau juga sangat konsentrasi dalam membahas berbagai akibat dari terjadi HIV/AIDS.

Selengkapnya…

UJams, “HIV/AIDS Zaman Now”

UJams, “HIV/AIDS Zaman Now”

(Catatan 9, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Bismillahir rohmanir rohim. Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah wa barokatuh.

Sahabat Madani yang luar biasa. Pada hari ini saya ingin menyampaikan berkaitan dengan agenda di tanggal 1 Desember 2017. Kita akan memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS). Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi dan mencoba mengajak untuk bersama-sama mengintropeksi diri kita dan tentunya merencanakan apa yang harus kita lakukan ke depan.

Saudara-saudaraku sahabat Madani yang berbahagia. Mungkin teman-teman sudah banyak mengetahui bahwa HIV/AIDS adalah masalah yang tetap terjadi di Indonesia dan itu menjadi masalah kita secara keseluruhan.

Bangsa kita sampai saat kau masih mengalami berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah HIV/AIDS. Kita ingin mencoba melihat apa yang bisa kita lakukan sebagai anak bangsa. Kalau kita melihat masalah dan fenomena ini yang luar biasa dan sampai saat ini masih menghantui kita dengan berbagai macam risiko seseorang dengan virus HIV/AIDS.

Hal ini tentunya menggelitik sanubari kita. Kita adalah anak-anak, pemuda-pemuda, dan generasi yang tentunya tidak mau bangsa ini hancur gara-gara HIV/AIDS. Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini adalah salah satu masalah yang terjadi dikarenakan permasalahan yang dibuat oleh manusia.

Selengkapnya…

Prof. Dadang Hawari, “Pembodohan Kampanye Kondom”

Prof. Dadang Hawari, “Pembodohan Kampanye Kondom”

(Catatan 2, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Allah SWT menyatakan perzinaan itu dilarang tapi di dalam masyarakat modern kita malah disuruh memakai kondom untuk perzinaan. Jadi dilegalkan. Maka wajar jika kini semakin banyak penyakit yang muncul karena hubungan kelamin di luar nikah.

Dulu tahun 30-an penyakit sipilis merajalela. Saat itu belum ditemukan obatnya. Yang terkena mengalami kondisi yang sangat mengerikan. Sekarang sudah ditemukan obatnya. Penisilin. Sipilis bisa dilawan dengan Penisilin. Abis semua. Waktu wabah penyakit sipilis menyebar, orang takut berzina tapi sekarang sudah terbabat semua. Orang berani berzina lagi.

Sekarang ada virus HIV/AIDS yang berasal dari kelompok homoseksual. Mereka mengklaim itu hak asasi, asas demokrasi, asas kebebasan, dan macam-macamlah alasan politis lainnya. Yang terkena adalah negara-negara Barat yang tidak beragama. Sedangkan negara-negara Timur umumnya beragama sehingga dibohongi dan “dibantu” dengan segala macam cara.

Padahal waktu itu kita belum ada atau masih sedikit yang kena AIDS. Tapi malah digembar-gemborkan ada AIDS segala macam untuk menerima bantuan AIDS berupa paket kondom. Orang baik-baik pun menerima kondom sehingga membuat pikirannya menjadi negatif. Apalagi kondom sekarang selalu tersedia di dalam dompet anak-anak muda yang belum menikah.

Selengkapnya…

Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

(Catatan 1, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Sekilas sejarah mengenai asal mula penyakit AIDS. Penyakit tersebut pertama kali ditemukan pada 1980 di kota San Fransisco. Hampir semua penduduknya kala itu tertular. Penularan penyakit AIDS berasal dari infeksi komunitas Gay atau LGBT. Selanjutnya, direkomendasikan supaya komunitas Gay diawasi terutama perilaku seksualnya.

Peringatan dokter ini justru malah diprotes oleh mereka karena dianggap melanggar HAM. Jadi, dokter kalah karena nggak bisa berpolitik. Iya sudah akhirnya penderita AIDS sekedar diobatin. Dari kelompok homoseksual, ada yang heteroseksual. Yang heteroseksual ini kemudian menggauli wanita juga.

Akhirnya, si wanita kena AIDS juga. Jika si wanita ini berprofesi sebagai pelacur maka ia memiliki banyak langganan laki-laki.  Laki-laki “hidung belang” ini lalu kena AIDS. Mereka pulang ke rumah masing-masing kemudian berhubungan dengan istrinya. Istrinya akhirnya kena AIDS juga. Jadi semua kena.

Saat ini dalam satu menit sebanyak 250 orang di seluruh dunia terkena AIDS. Memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS) itu bagus. Pesan saya, jangan sampai hanya menjadi sekedar peringatan. Apalagi memeringatinya sambil melakukan kampanye kondom. Ini menyesatkan bagi Negara kita yang Berketuhanan Maha Esa dan menganut Pancasila. Masa melakukan kampanye kondom. Penelitian menunjukkan bahwa kondom tidak menjamin kita untuk tidak tertular berbagai penyakit kelamin terutama penyakit AIDS.

Selengkapnya…

Melembutkan Hati dan Ingat Mati

Melembutkan Hati dan Ingat Mati

(Catatan 6, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Tak terasa hari ini adalah hari kedua Madani Outbond Pulau Seribu. Seperti budaya pagi di Madani, pukul 04.00 WIB para santri Madani sudah ada yang terbangun untuk bersiap-siap melaksanakan sholat Shubuh berjama’ah.

Usai Shubuh Ust. Jami (UJams) memberikan kuliah Shubuh. UJams menjelaskan perihal gelar al Musthofa yang disematkan kepada Rosulullah Muhammad Saw. “Nabi Muhammad merupakan makhluk pilihan. Beliau sudah dijamin masuk surga. Namun pun demikian, beliau tetap menunjukkan ungkapan rasa syukurnya kepada Allah SWT sepanjang hidupnya,” ujar UJams.

(Foto 17 : Kuliah Shubuh dari UJams)

Selain pandai bersyukur, Nabi Muhammad Saw juga senantiasa memanjatkan istighfar (permohonan ampun) atas dosa yang pernah dilakukan. Padahal beliau sudah dijamin oleh Allah SWT dengan sifat al Ma`shum (terjaga dari perbuatan dosa).

Lalu, bagaimana dengan kita? Kita yang tidak memiliki jaminan masuk surga dan juga tak memiliki jaminan perlindungan dari dosa akan sangat mengherankan jika kita masih memiliki rasa malas untuk bersyukur dan beristighfar.

Maka sekalipun Rosulullah sudah meninggal dunia namun sunah beliau harus tetap dilakukan oleh manusia zaman now. Beliau pula yang harus menjadi tokoh idola utama dalam kehidupan kita di dunia.

UJam juga bercerita mengenai kisah singkat sahabat Nabi yang bernama Umar bin Khottab. UJams mengajak para jama`ah Shubuh untuk juga melembutkan hati dan selalu ingat mati. Setelah Shubuh acara dilanjutkan dengan senam pagi bareng Sabam Dindin.

(Foto 18 : Sabam Dindin)

Sarapan menjadi sebuah hal yang amat dinantikan sebagian peserta. Perut yang kosong sedari bangun tidur membuat panitia tidak perlu terlalu repot untuk mengajak mereka mengantri di meja makan yang sudah disediakan.

Usai mandi pagi dan berkemas, para peserta bergegas menuju dermaga untuk menjalani agenda berikutnya yaitu wisata keliling pulau pada pukul 09.00 WIB. Perjalanan wisata keliling pulau dimulai dengan menempuh perjalanan menuju Pulau Semak Daun yang ditemani oleh ombak besar. Kondisi ini sontak membuat jantung semua penumpang kapal menjadi berdebar-debar.

(Mohamad Istihori)

Mengkaji Diri Bareng Kang Gyn

Mengkaji Diri Bareng Kang Gyn

(Catatan 5, Madani Outbond, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 23-25 November 2017)

madanionline.org – Matahari perlahan tenggelam. Udara semakin dingin. Kami bergegas mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat Maghrib berjama’ah. Usai melaksanakan Maghrib berjama`ah, Sabam Dindin mengajak para peserta untuk melakukan beberapa gerakan pelemasan otot.

(Foto 14 : Sabam Dindin)

Kini para peserta lebih segar dan lebih siap untuk menerima ilmu yang akan disampaikan oleh Kang Gyn. Ia mengawali sesinya dengan mengajak para peserta untuk terapi teriak. Terapi ini bertujuan agar kita mampu melepas segala hal yang menjadi unek-unek dalam pikiran. Kita sering pula melihat orang yang melampiaskan emosi negatif yang sedang ia rasakan dengan berteriak.

“Sudahkah kita mengenal diri kita masing-masing?” tanya Kang Gyn.

“Kamu siapa?” Kang Gyn bertanya lagi.

Salah seorang peserta langsung menjawab dengan memberitahukan namanya.

(Foto 15 : Kang Gyn)

“Itu nama kamu. Kalo kamu siapa. Saya tanya kamu siapa. Bukan nama kamu siapa. Sama nggak kita dengan nama kita? Kalau ketika lahir orang tua kita memberi nama kepada kita dengan nama “Semplur”, apakah nama kita sekarang Semplur atau nama yang kita sebut barusan?” ujar Kang Gyn.

“Siapa kita sebenarnya?”

“Manusia!”

Selanjutnya Kang Gyn meminta kepada peserta untuk menunjuk manusia. “Coba silakan tunjuk oleh semua mana manusia?”

Kang Gyn menjelaskan dalam berbagai forum yang ia isi dan termasuk pada kesempatan kali ini, “Banyak di antara kita ketika ditanya, “Mana manusia?”, lebih banyak yang menunjuk ke arah orang lain dan lupa untuk menunjuk dirinya sendiri.”

Demikian pula ketika kita berbuat salah, kita memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain dan enggan untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Pembelajaran diri oleh Kang Gyn berakhir pada pukul 22.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan rapat evaluasi panitia hingga larut malam.

(Foto 16 : Panitia Punya Gaya)

(Mohamad Istihori)

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +