Anak Kota Liburan di Desa Sipak, Jasinga, Bogor

Anak Kota Liburan di Desa Sipak, Jasinga, Bogor

madanionline.org – Siapakah gerangan orang yang tidak suka liburan? Semua orang pasti senang berlibur. Bagi anak kota berlibur ke sebuah perkampungan atau pedesaan merupakan sebuah liburan yang mengasyikkan, menegangkan, sekaligus tentunya menyenangkan.

Menghirup udara segara alam desa, mandi di sungai yang airnya jernih, dan memandang sawah yang menghijau akan menyegarkan semangat kita setelah lelah seharian menghadapi pekerjaan di kota.

Berlibur di Kampung Jasinga, Bogor merupakan pilihan tepat untuk kita kunjungi bersama keluarga. Di Kampung Jasinga yang juga merupakan desa binaan Madani menjadi wilayah yang menarik untuk menghabiskan waktu liburan pada Senin (4/7).

Selengkapnya…

Prasangka Kita, Derita Mereka

Prasangka Kita, Derita Mereka

Oleh: Mohamad Istihori

Sebuah peristiwa yang sangat menakutkan telah terjadi di India. Sekumpulan orang mengikat seorang wanita berkebutuhan khusus di sebuah traktor. Mereka menuduh wanita tersebut akan menculik seorang anak.

Nasib naas. Wanita itu dipukuli, dihakimi oleh massa hanya berdasarkan prasangka dan dugaan yang belum terbukti kebenarannya sampai meninggal dunia.

Hal ini tentunya bukan hanya terjadi di India. Di Indonesia juga kerap terjadi kekerasan fisik sampai meniggalkan kematian terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus ini hanya karena berlandaskan berita yang tidak terbukti kebenarannya.

Di antara berita hoax mengenai penculikan anak yang pernah meramaikan media sosial di Indonesia adalah sebagai berikut:

PERHATIAN !!!
Waspada ada Penculik Anak-anak yang berumur 1-12 tahun
Bapak-bapak Ibu-ibu Harus Menjaga Anak kita dengan hati-hati
Penculik sering ada dalam kampung-kampung dan menyamar sebagai:

Selengkapnya…

Konsep HAM Telah Menghancurkan Kehidupan Manusia

Konsep HAM Telah Menghancurkan Kehidupan Manusia

Oleh: Mohamad Istihori

Tuhan berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia”. Ternyata kehancuran akibat ulah manusia ini bukan hanya berupa kehancuran fisik namun yang lebih menakutkan adalah hancurnya tatanan kehidupan dan moral kehidupan manusia di dunia.

Salah satu faktor utama kehancuran moral manusia saat ini adalah munculnya konsep HAM yang dilontarkan manusia Barat kepada manusia Timur. Orang Barat menuntut orang Timur untuk menegakkan HAM sementara mereka sendiri melanggar HAM.

Manusia Timur dipaksa untuk hidup toleran untuk menghargai perbedaan, sementara manusia Barat menolak masuk sesuatu yang berbeda dengannya.

Yang utama pada manusia adalah kewajiban bukan hak. Manusia adalah hamba bukan Tuhan. Semua yang dimiliki manusia adalah hak guna pakai bukan milik manusia sesungguhnya.

Banyak orang melakukan perbuatan semaunya dengan memakai alasan HAM. Dan, lebih banyak lagi orang yang melarang orang menjadi dirinya sendiri juga dengan landasan konsep HAM.

Selengkapnya…

Memilih Menikah dengan Hewan Peliharaan

Memilih Menikah dengan Hewan Peliharaan

Oleh: Mohamad Istihori

Pada tulisan sebelum, saya menyajikan artikel berjudul, “Memilih Menikah dengan Boneka Seks”. Kali ini kita bahas kasus penyimpangan seks manusia modern yang hampir sama yaitu kasus pernikahan manusia dengan hewan peliharaannya.

Kita mungkin tidak pernah membayangkan bagaimana kok ada manusia yang dilantik oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi malah memilih menikah dengan hewan. Tapi memang demikianlah manusia. Ketika sudah sesat, maka manusia dapat lebih sesat daripada hewan.

Di Sudan ada CT yang menikah dengan kambing. Di India terdapat SK yang menikah dengan anjing bernama Selvi. Di Jerman ada UM yang menikah dengan kucing bernama Cecilia. Di Denmark ada seorang pengacara cantik yang memutuskan untuk menikah dengan seekor kuda Spanyol bernama Thorgen.

Gangguan jiwa yang dimiliki orang seperti ini termasuk dalam golongan gangguan jiwa schizoid. Yaitu gangguang jiwa yang berlandaskan kepada minimnya kepedulian sosial, enggan bergaul dengan lingkungan sekitar, serta lebih nyaman ketika sendiri dan merasa ketakutan ketika berada di tengah keramaian.

Biasanya penderita gangguan jiwa schizoid ini lebih memilih untuk mengalihkan minat kepedulian sosial mereka dengan yang selain manusia seperti dengan hewan peliharaan. Awalnya mereka hanya memberikan dan mencurahkan kasih sayang, namun seiring waktu berjalan mereka pun memutuskan untuk menikah dan berhubungan seks dengan hewan peliharaan mereka sendiri.

Selengkapnya…

Memilih Menikah dengan Boneka Seks

Memilih Menikah dengan Boneka Seks

Oleh: Mohamad Istihori

Banyak para pria di Jepang lebih memilih menikah dengan boneka seks (silikon) daripada menikah dengan wanita. Diprediksi sekitar 2.000 boneka seks dengan ukuran wanita dewasa ludes terjual. Harga satu boneka sekitar Rp. 80 juta.

Orientasi seks ini jelas merupakan sebuah penyakit kejiwaan karena termasuk ke dalam orientasi seks yang menyimpang. Bahkan ada seorang suami yang tega meninggalkan anak dan istrinya demi menikah dengan boneka seks tersebut.

Semakin mendekati akhir zaman, manusia semakin mengeksplorasi berbagai orientasi seks yang aneh, tidak masuk akal, dan menyimpang.

Beragam alasan muncul dari para pria yang memutuskan untuk menikah dengan boneka seks tersebut. Ada yang karena terlalu sering disakiti hatinya oleh wanita. Ada yang memiliki penyakit kronis sehingga ia tidak ingin mengecewakan wanita yang ia nikahi.

Selengkapnya…

Rehabilitasi Terpadu Bagi Anak Korban Kekerasan Seksual

Rehabilitasi Terpadu Bagi Anak Korban Kekerasan Seksual

Oleh: Mohamad Istihori

Sebuah berita yang memilukan hati datang dari wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua anak perempuan, WF berusia 10 tahun dan ID, 11 tahun mengalami tindak kekerasan seksual dan pembunuhan oleh RA usia 16 tahun pada hari Jum`at, 30 Juni 2017 di Sungai Cilose, Kota Tasikmalaya.

WF diperkosa dan dibunuh RA, sedangkan ID ditemukan oleh warga setempat dalam keadaan terluka parah pada bagian leher dan luka di kepala.

Sebenarnya target utama pelaku adalah WF. Namun karena saat itu ID sedang bermain bersama WF maka kedua diajak pelaku untuk bermain di Sungai Ciloseh.

Kepada pihak berwenang pelaku mengatakan melakukan perbuatan tersebut karena sakit hati kepada paman WF yang seringkali menuduhnya sebagai pencuri.

Seringkali memang terjadinya kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap anak dilakukan oleh kerabat dekat. Ditambah lagi kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka sendiri.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +